Beranda Anak Perbedaan Gejala Virus Corona, Flu, Dan Alergi Pada Bayi

Perbedaan Gejala Virus Corona, Flu, Dan Alergi Pada Bayi

Perbedaan Gejala Virus Corona, Flu, Dan Alergi Pada Bayi-Halamanbunda.com

Gejala virus corona pada orang dewasa mungkin lebih mudah untuk diidentifikasikan. Sebagian besar pasien yang dinyatakan positif Covid-19 mengalami demam, batuk kering, dan sesak napas. Bagaimana jika itu terjadi pada bayi dan balita?

Beberapa gejala virus corona mirip dengan penyakit yang sering menyerang bayi seperti pilek, flu, batuk kering, alergi, dan sulit bernapas. Bagaimana membedakan penyakit-penyakit tersebut dengan virus corona?

Gejala Covid-19 Pada Bayi

Gejala Covid-19 serupa untuk bayi dan orang dewasa, kata CDC. Tetapi bayi tampaknya memiliki gejala yang lebih ringan, mirip dengan gejala flu. Gejala-gejala tersebut dapat meliputi:

  • Demam
  • Hidung berair
  • Bersin
  • Gejala gastrointestinal seperti diare dan muntah

Seperti yang terjadi belakangan ini, gejala sering berubah. Terkadang ada yang sama sekali tidak mengalami gejala namun terinfeksi virus corona. Menurut Elizabeth Murray, DO, FAAP, juru bicara American Academy of Pediatrics yang berbasis di New York, banyak bukti yang muncul bahwa mual dan diare lebih sering terjadi pada bayi dan anak yang terinfeksi virus ini. Ia menekankan bahwa sebaiknya jangan terlalu fokus pada masalah pernapasan, pada bayi dan anak mungkin terdapat gejala diare dan muntah.

Gejala dapat muncul mulai dari 2 hingga 14 hari setelah bayi terpapar. Beberapa bayi dengan Covid-19 tidak memiliki gejala sama sekali atau memiliki gejala yang sangat ringan sehingga sulit untuk mengetahui bahwa mereka memiliki virus.

Gejala Flu, Pilek Biasa, dan Alergi 

Memiliki gejala yang serupa membuat para Bunda bingung dan cenderung khawatir saat si kecil sedang sakit, karena gejala covid-19 cenderung serupa pada penyakit yang sering dialami oleh bayi, berikut perbedaan gejalanya, diantaranya : 

Pilek biasa

Menurut CDC, gejala pilek biasanya memuncak dalam dua hingga tiga hari dan kemudian mulai membaik. Gejala-gejalanya antara lain:

  • Hidung berair (biasanya berair pada awalnya, kemudian kadang berubah menjadi kuning atau berwarna hijau)
  • Hidung tersumbat
  • Demam ringan
  • Batuk (terkadang memburuk di malam hari)
  • Sakit tenggorokan
  • Kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Bersin

Pada kasus Covid-19 yang ringan dapat terlihat serupa pada bayi dan orang dewasa.

Flu

Banyak orang menggambarkan Covid-19 sebagai kondisi yang mirip dengan flu. Menurut Dr. Murray, flu datang tiba-tiba dengan gejala berikut:

  • Demam
  • Hidung tersumbat
  • Batuk
  • Kelelahan
  • Panas dingin
  • Nyeri otot
  • Bersin (kadang-kadang)
  • Radang tenggorokan (kadang-kadang)
  • Kehilangan nafsu makan (kadang-kadang)
  • Hidung berair (terkadang)
  • Kesulitan bernapas (kadang-kadang)
  • Muntah dan diare (kadang-kadang)

Alergi

Alergi terhadap zat yang dihirup (seperti serbuk sari, jamur, bulu binatang peliharaan, debu, dan tungau) jarang terjadi pada bayi di tahun pertama mereka. Gejala yang muncul pada kasus alergi adalah :

  • Hidung berlendir
  • Hidung tersumbat
  • Mata gatal, berair, atau bengkak
  • Tenggorokan dan langit-langit mulut terasa gatal
  • Kulit yang gatal
  • Sulit bernapas
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan

Jika mengalami salah satu gejala di atas dan Bunda tidak dapat mengenali secara jelas, sebaiknya konsultasikan ke dokter ya Bunda. 

Apa yang harus dilakukan jika bayi terpapar virus corona?

Jika menurut Bunda bayi terinfeksi Covid-19, hubungi dokter anak untuk mengetahui tindakan selanjutnya yang harus Bunda lakukan.

Jika bayi memiliki beberapa gejala ringan, hubungi penyedia layanan kesehatan untuk memutuskan apakah tes benar-benar diperlukan.

Selalu pantau bayi, jika bayi mengalami gejala-gejala berikut, segera minta bantuan medis:

  • Kesulitan bernapas atau sesak napas.
  • Nyeri di dada.
  • Sulit membangunkannya dari tidur.
  • Wajah atau bibirnya berwarna kebiruan.

Selain itu, untuk melakukan tindakan pencegahan selama pandemi Covid-19, pastikan Bunda dan keluarga selalu:

  • Menggunakan masker terutama jika batuk atau pilek.
  • Hindari berbagi barang-barang rumah tangga pribadi, seperti piring, handuk, dan selimut.
  • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik, terutama sebelum dan setelah berinteraksi dengan bayi.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut
  • Bersihkan semua permukaan di rumah dengan baik dengan semprotan pembersih
  • Hindari mengadakan kunjungan atau pun menerima tamu jika tidak benar-benar diperlukan.

Bunda dapat melakukan pemeriksaan pada dokter anak yang melakukan praktek mandiri dirumah, upaya untuk menghindari bayi datang ke rumah sakit yang cenderung infeksius. Upayakan terus untuk mencegah ya Bunda, karena akan membutuhkan tenaga ekstra jika bayi sudah sakit.