Beranda Konsepsi Perbedaan Mandul Dengan Infertil

Perbedaan Mandul Dengan Infertil

Pasangan suami istri mendengar kata mandul merupakan sesuatu yang sangat menakutkan bahkan seperti sesuatu yang tidak punya harapan lagi.

Namun apakah itu mandul, apakah berbeda dengan infertil?

Pengertian Kemandulan

Pengertian mandul adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan kehamilan pada pasangan yang telah melakukan hubungan seksual tanpa melakukan KB, dan ketidakberhasilan terjadi akibat masalah reproduksi dan sama sekali tidak dapat mendapatkan keturunan meski dilakukan dengan inseminasi buatan ( pembuahan buatan).

Infertil dan mandul dapat terjadi pada organ reproduksi laki-laki dan juga perempuan.

Pengertian mandul pada perempuan adalah ketidakmampuan seorang perempuan untuk mengalami kehamilan karena indung telur mengalami kerusakan sehingga tidak mampu memproduksi sel telur.

Pengertian mandul pada laki-laki adalah ketidakmampuan seorang laki-laki untuk menghasilkan kehamilan karena buah buah pelir tidak dapat memproduksi sel spermatozoa sama sekali.

Istilah mandul sering dipakai untuk menyebut pasangan suami istri yang belum diberikan keturunan meskipun mereka sudah lama menikah, padahal mereka belum tentu mengalami kemandulan nih sahabat Bunda, karena masih memproduksi sel telur dan sel spermatozoa, namun hanya mengalami infertil saja, dimana masih ada kemungkinan pembuahan alami terjadi pada pasangan suami – istri.

Cara Mengatasi Kemandulan

Apabila telah melakukan serangkaian pemeriksaan dan telah dinyatakan mandul oleh dokter, maka kemandulan tidak dapat diatasi dengan cara apapun. Karena kemandulan terjadi akibat kerusakan yang permanen pada buah pelir atau indung telur sehingga spermatozoa dan sel telur tidak bisa diproduksi.

Sebaiknya sahabat Bunda jika telah dinyatakan mandul, sebaiknya mencari tahu apakah masih ada produksi sel telur dan sel sperma, dan memilah apakah benar mengalami mandul atau hanya infertil saja, karena akan percuma melakukan pengobatan apapun, jika terdapat kelainan pada produksi sel telur dan sel sperma.

Pengertian Infertilitas

Pengertian infertilitas adalah kegagalan dari pasangan suami istri untuk mengalami kehamilan setelah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi selama satu tahun, namun dapat mendapatkan keturunan dengan perbaikan yang terjadi jika terdapat masalah pada reproduksi dan berhasil melalui inseminasi buatan (pembuahan buatan).

Yang dimaksud dengan pasangan infertil seperti pengertian di atas, maka kondisi sel telur dan sperma masih memproduksi, kondisi normal, namun terjadi kegagalan kehamilan pada 1 tahun hubungan intim secara teratur tanpa kontrasepsi.

Infertil terjadi karena pengaruh kerusakan atau hal tertentu sehingga mengganggu pertemuan antara sel telur dan sperma ( inseminasi alami).

Kehamilan akan terjadi dengan hubungan rutin tanpa kontrasepsi dengan persentasi 60% pada waktu 6 bulan, 80% pada waktu 9 bulan, dan 90% dalam waktu 1 tahun.

Sepasang suami istri yang sudah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi selama satu tahun tetapi belum mampu hamil dan melahirkan anak hidup disebut pasangan infertil atau pasangan tidak subur. Berarti pasangan tersebut mengalami masalah infertilitas (ketidaksuburan).

Pada pasangan infertil, pihak suami masih mempunyai sel spermatozoa tetapi tidak dalam parameter normal karena mengalami suatu gangguan. Di pihak lain, pihak istri masih mempunyai sel telur tetapi mengalami gangguan, misalnya dalam perjalanan untuk masuk ke dalam rahim melalui saluran telur.

Jadi dengan pengertian diatas jelaslah bahwa antara pasangan infertil dengan pasangan mandul itu berbeda. Di dalam masyarakat kita, tampaknya lebih banyak pasangan infertil dibandingkan dengan pasangan yang benar-benar mandul. Tetapi istilah mandul lebih sering digunakan di masyarakat walaupun yang dimaksud adalah gangguan kesuburan.

Cara Mengatasi Infertilitas

Berbagai cara dan pengobatan telah tersedia untuk mengatasi gangguan kesuburan, tetapi tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan. Sebagai contoh, infertilitas yang disebabkan karena penyumbatan saluran telur. Cara yang ada untuk membuka kembali saluran telur yang tersumbat ternyata tidak memberikan hasil yang baik. Contoh lain, pengobatan gangguan sperma, mungkin memberikan hasil yang baik, mungkin juga tidak. Pengobatan gangguan sperma yang disebabkan karena infeksi pada buah pelir, pada umumnya tidak memuaskan.

Itu berarti tidak semua pasangan infertil dapat mengatasi masalahnya dan dapat mempunyai anak. Karena itu, pada keadaan di mana gangguan kesuburan tidak dapat diatasi, dilakukan cara lain yang merupakan cara pintas. Cara pintas ini tidak lagi bertujuan memperbaiki gangguan kesuburan, melainkan langsung ke tujuan akhir, yaitu menghasilkan kehamilan.

Cara pintas yang tersedia ialah inseminasi buatan dengan menggunakan sperma suami dan teknik “bayi tabung”. Inseminasi buatan dengan sperma suami dilakukan bila terjadi gangguan kualitas dan kuantitas sperma, gangguan dalam melakukan hubungan seksual sehingga sperma tidak dapat masuk ke vagina, dan gangguan mulut rahim sehingga sel spermatozoa gagal masuk ke dalam rahim.

Namun di masyarakat muncul anggapan salah nih sahabat Bunda, seolah-olah teknik “bayi tabung” adalah segalanya. Seolah-olah dengan cara ini pasangan infertil pasti dapat menjadi hamil dan mempunyai anak. Padahal ternyata tidak demikian. Keberhasilan teknik “bayi tabung” dengan cara yang paling mutakhir dan di negara maju sekalipun, masih tergolong rendah sementara biaya yang diperlukan sangat tinggi.