Beranda Keluarga Perhatikan, Ini 7 Tanda Keluarga Yang Alami Stres

Perhatikan, Ini 7 Tanda Keluarga Yang Alami Stres

Stres merupakan bagian dari kehidupan dan orang tua harus menyadari hal ini. Namun, hal yang mungkin orang tua tidak sadari adalah rasa frustasi dan stres dapat mempengaruhi tingkat stres pada anak-anak. Jika stres menyerang, rumah yang dulu damai dan hangat dapat dipenuhi dengan teriakan, kehancuran, atau menjadi sunyi.

Sebagai orang tua, bunda perlu mengurangi rasa stres dengan cara berikut ini.

Tanda Keluarga Mengalami Stres

Bisakah orangtua menghilangkan stres di dalam rumah sepenuhnya? Mungkin bunda ragukan hal tersebut, tetapi ada cara loh untuk menguranginya. Sebelumnya, bunda harus ketahui terlebih dahulu beberapa tanda keluarga yang alami stres, diantaranya:

  • Tidak Ada Anggota Keluarga yang Tidur

Saat tingkat stres tinggi, kemungkinan anggota keluarga mungkin akan mengalami kesulitan tidur, bahkan insomnisa. Kurang tidur, dapat membuat bunda dan ayah menjadi jengkel, cemas, dan stres. Jika bunda dan ayah merasakan ketegangan, ajaklah anak-anak untuk tidur setengah jam sebelumnya. Setelah itu, bunda juga bisa mengajak anak-anak untuk tidur  setengah jam lebih awal.

  • Saling Berteriak Satu Sama Lain

Stres dapat membuat seseorang berada dalam sebuah pertengkaran. Ketika pertengkaran tersebut terjadi, tidak jarang suara yang lebih tinggi pun digunakan. Oleh karena itu, cobalah untuk menurunkan volume suara dan lebih tenang dalam menghadapi perselisihan.

  • Waktu Makan Malam Berkurang

Bisa dikatakan ini adalah tanda yang cukup menyedihkan. Ketika ayah dan bunda dilanda stres, anak yang lebih tua mungkin akan melewatkan waktu makan malam untuk menghindari orang tuanya. Untuk membuat makan malam lebih menyenangkan, bunda bisa coba untuk menuliskan sesuatu yang positif. Saat makan, tariklah dari apa yang disebut “keranjang pujian” dan bacakan pengamatan setiap anggota keluarga dengan keras. Ini dapat membantu anak-anak menantikan waktu makan, dan ini merupakan cara yang bagus untuk memberikan pujian untuk hal-hal tertentu, bahkan lebih baik daripada pujian umum.

  • Anak Menarik Diri

Ketika stres sudah berada di tingkat yang lebih tinggi, beberapa anak mungkin akan menutup diri dari yang lain. Misalnya, anak-anak yang lebih besar mungkin mengunci diri di kamar, sementara yang lebih muda mungkin akan berhenti bermain. Jika itu terjadi, bicaralah dengan anak-anak. Biarkan percakapan tetap terbuka.

  • Semua Anggota Keluarga Mengeluh Sakit

Stres kronis dapat berdampak pada tubuh, dan ini bisa dialami orang dewasa maupun anak-anak. Ketika hal itu terjadi, anak yang lebih kecil kemungkinannya akan mengeluh tentang sakit perut dan mimpi buruk. Sementara anak yang remaja kemungkinan akan sering mengalami sakit kepala, dan untuk orang dewasa, biasanya merasakan stres pada leher, bahu, dan punggung. Jadi, tidak mengherankan ketika keluarga mengalami tekanan berlebihan, sistem kekebalan tubuh otomatis menurun

  • Anggota Keluarga Berlarian

Ketika stres menyerang, biasanya anak-anak akan lebih tergesa-gesa dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Hal ini akan membuat suasana keluarga menjadi lebih terasa tegang dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Di antaranya adalah ketegangan otot, sakit kepala, sakit perut, dan sejumlah masalah lain.

Cara untuk mengatasinya, bunda dan ayah bisa mengembalikan keseimbangan yang ada. Jika banyaknya kegiatan yang membuat anak menjadi stres, sebaiknya tanyakan lagi apakah ini baik untuk mereka.