Beranda Konsepsi Program Inseminasi Buatan Pada Pasangan Infertil

Program Inseminasi Buatan Pada Pasangan Infertil

Setelah melakukan pemeriksaan dan mengetahui penyebab infertil Ayah dan Bunda dapat memilih dan berkonsultasi pada dokter untuk memilih terapi penanganan sesuai penyebab infertil.

Berikut beberapa penanganan infertil berdasarkan penyebab infertil, namun sebelumnya sahabat Bunda dapat melihat pemeriksaan yang dilakukan untuk pasangan infertil melalui artikel berjudul Jenis Pemeriksaan Laboratorium Untuk Pengecekan Infertilitas.

Penanganan Infertilitas Berdasarkan Penyebab Infertil

Pengobatan optimal infertilitas adalah pengobatan dengan angka keberhasilan tinggi dengan resiko minimal.

  1. Induksi ovulasi

Induksi ovulasi dilakukan pada wanita dengan gangguan perkembangan dan pelepasan telur. Pemberian obat klomifen sitrat merupakan lini pertama pengobatan gangguan pelepasan telur.Obat gonadotropin diberikan jika klomifen sitrat gagal mengoreksi kegagalan ovarium. Penggunaan klomifen sitrat dan gonadotropin memerlukan monitoring dengan pemeriksaan USG untuk mengukur ukuran dan jumlah folikel. Pemberian obat- obatan ini juga berisiko terjadinya kehamilan multipel (kembar dan triplet).

  1. Inseminasi Intra-uterin (IIU)

IIU dipertimbangkan untuk infertilitas karena faktor serviks, masalah pada pria ringan dan infertilitas yang tidak dapat dijelaskan. IIU cara kerjanya dengan mengambil sperma suami saat istri berovulasi. Sperma yang terkumpul akan dilakukanpencucian (washing) dengan teknik tertentu, sehingga akan meningkatkan kualitasnya. Sperma yang terbaik dimasukkan ke rahim istri melalui kateter khusus melalui serviks(leher rahim) ke dalam rahim.

  1. Program Bayi Tabung (Fertilisasi in vitro)

Tindakan fertilisasi in vitro terutama dilakukan atas indikasi:

  1.    Faktor sperma yang berat dan tidak dapat dikoreksi
  2.    Oklusi tuba bilateral
  3.    Endometriosis derajat sedang-¬‐berat
  4.    Infertilitas idiopatik yang telah menjalani IIU 4-¬‐6 x dan belum berhasil hamil
  5.    Gangguan ovulasi yang tidak berhasil dengan induksi ovulasi lini pertama dan lini kedua

Pemilihan teknik fertilisasi in vitro disesuaikan berdasarkan penyebab yang melatar belakangi infertilitas.Intra-cytoplasmic sperm injection (ICSI) merupakan teknik penyuntikan 1 sperma langsung ke dalam sel telur sehingga terjadi pembuahan. Teknik ini dilakukan pada sperma yang sangat sedikit atau sangat jelek kualitasnya.

Keberhasilan FIV sekitar 22-40%, keberhasilan sangat tergantung dengan usia istri. Semakin usia bertambah, keberhasilan akan semakin menurun karena jumlah dan kualitas telur yang menurun.

Berdasarkan data, persentase program bayi tabung yang menghasilkan kelahiran hidup adalah sekitar:

  •    41 persen pada wanita berusia dibawah 35 tahun.
  •    31 persen untuk wanita berusia antara 35-37 tahun.
  •    22 persen untuk wanita berusia antara 38-40 tahun.
  •    12 persen untuk wanita berusia antara 41-42.

Setiap upaya pengobatan untuk memiliki keturunan memiliki resiko keberhasilan dan kegagalan ya sahabat Bunda. Tetap sabar dan saling menghargai satu sama lain adalah kunci kebahagian dari setiap usaha yang dilakukan ya sahabat Bunda.