Beranda Anak Reflek Bayi 0-12 Bulan Menandakan Bayi Sehat

Reflek Bayi 0-12 Bulan Menandakan Bayi Sehat

Melakukan deteksi dini tumbuh kembang bayi untuk mengetahui keterlambatan perkembangan melalui reflek yang ditimbulkan pada bayi sangat membantu untuk mengetahui masalah yang mungkin terjadi pada sistem motorik kasar bayi.

Perkembangan motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat saraf dan otot yang terkoordinasi. Pengendalian tersebut berasal dari perkembangan refleksi dan kegiatan masa yang ada pada waktu lahir.

Gerakan – gerakan motorik kasar melibatkan bagian badan yang luas, seperti tengkurap, duduk, merangkak, berdiri merambat, berjalan, berlari, melompat, dan meloncat. Perkembangan motorik kasar anak dapat diketahui melalui pemantauan yang cermat.

Kemampuan motorik kasar akan berkembang dengan baik apabila ada perhatian orang tua dan latihan yang baik. Bunda dapat melakukan pengecekan melalui cek sederhana melalui cek reflek pada bayi. Bunda dapat melakukan pengecekan dirumah, reflek tersebut diantaranya:

  • Refleks Labirin (Tonic Labyrinthine Reflex)

Terjadi mulai: Di kandungan hingga usia 6 bulan.

Penyebab: Mengangkat atau menggendong bayi dalam posisi terlentang.

Yang Dilakukan Bunda: Coba gendong bayi Anda dalam posisi terlentang, bayi akan mengangkat kepala serta tungkai tangan dan kakinya. Meski begitu, tungkai yang diangkat hanya bertahan sesaat, kemudian jatuh mengikuti gravitasi Bumi.

Waspada jika: Refleks ini tidak muncul di awal 6 bulan pertama kehidupannya, kemungkinan bayi mengalami keterlambatan perkembangan.

  • Refleks Menggenggam (Grasp Reflex)

Terjadi mulai: Usia 0 hingga 3-6 bulan.

Penyebab: Menyentuh telapak tangan bayi dengan jari, dan ia menggenggamnya erat. Setelah 6 bulan, refleks ini akan hilang, dan bayi harus mulai belajar menggenggam dengan sadar.

Waspada jika: Anda menyentuh tangannya, namun si kecil tidak memberikan refleks genggaman itu. Konsultasikan dengan dokter anak Anda.  

  • Refleks Leher (Tonic Neck Reflex)

Terjadi mulai: Usia 2-6 bulan.

Penyebab: Si kecil tidur dengan posisi kepala miring ke salah satu sisi. Kepala bayi digerakkan ke samping, lengan pada sisi yang sama akan lurus dan lengan yang berlawanan akan menekuk dengan gerakan sangat halus atau lemah.  

Waspada jika: Di atas usia 6 bulan refleks ini menetap, kemungkinan ia mengalami gangguan neuron motorik atas.

  • Refleks Mencari (Rooting Reflex)

Terjadi mulai: Usia 0-4 bulan.

Penyebab: Sentuhan pada pipi atau area di sekitar mulut. Saat Anda melakukan hal itu, bayi akan langsung memiringkan kepalanya ke arah datangnya sentuhan dengan mulut yang membuka. Dia akan mencari-cari, sambil mengecapkan mulutnya.

Waspada jika: Mulut dan kepalanya tidak mencari stimulus yang diberikan. Kemungkinan terjadi gangguan neurologis, dan sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak

  • Refleks Kaget (Moro Reflex)

Terjadi mulai: Usia 1-2 minggu dan menghilang di usia 6 bulan.

Penyebab: Bayi dikagetkan oleh suara keras, gerakan yang mendadak atau cahaya. Bayi akan bereaksi dengan mengencangkan tubuh, kemudian melemparkan tangannya ke udara seakan meraih sesuatu, dan membuat gerakan memeluk dengan tangan diletakkan ke dada.

Waspadai jika: Bayi tak mengalami refleks ini, ada kemungkinan terjadi kerusakan otak, sumsum tulang belakang, atau cedera lain. Periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

  • Babinski Reflex

Terjadi mulai: Usia 0-10 bulan.  

Penyebab: Menyentuh telapak kakinya dari tumit sampai ujung kaki dan jempol kakinya akan membuka dan meregang. Ini pertanda sarafnya berkembang dengan normal.

Waspada jika: Ia tak mengalaminya, kemungkinan ada gangguan susunan saraf.

  • Refleks Menelan (Swallowing Reflex)

Terjadi mulai: Usia 0-3 bulan.

Penyebab: Ada benda yang masuk ke mulutnya, maka akan segera dia isap, lalu dia telan. Refleks ini tidak akan hilang, namun lewat usia 3 bulan, bayi sudah mulai mengisap secara sadar.

Waspada jika: Tidak ada refleks,  kemungkinan ada kelainan pada susunan saraf bayi.

  • Refleks Gallant (Gallant Reflex)

Terjadi mulai: Usia 0-6 bulan. Biasanya pada usia 2-3 bulan sudah hilang.

Penyebab: Mengusap punggung bayi. Coba usap salah satu sisi punggungnya, dan buat gerakan memanjang dari bahu hingga bokong. Dengan itu, tubuhnya akan melengkung ke sisi yang diusap.  

 

  • Refleks Merangkak (Crawling Reflex)

Terjadi mulai: Usia 0-4 bulan.

Penyebab: Menelungkupkan bayi dan membentuk posisi merangkak. Contohnya, saat inisiasi menyusui dini. Bayi yang diletakkan di dada akan merangkak untuk mencari puting. Kondisi ini akan hilang setelah beberapa bulan, dan muncul kembali saat si kecil sudah siap belajar merangkak.

Waspada jika: Ia tidak bergerak saat diletakkan dalam posisi menelungkup. Konsultasikan dengan dokter Anda.

  • Refleks Berjalan dan Melangkah (Stepping Reflex)

Terjadi pada: Usia 0-4 bulan.

Penyebab: Mengangkat tubuh bayi dan mendirikannya di atas bidang datar. Bayi akan melakukan gerakan seperti melangkah dengan mengangkat kakinya bergantian ketika didirikan di lantai.  

Waspada jika: Tidak ada refleks saat bayi didirikan. Kemungkinan terdapat kelainan motorik kasar, cedera saraf perifer (semua saraf selain otak dan saraf tulang belakang) atau retak di tulang paha atau tulang betis

  • Refleks Berenang (Swimming Reflex)

Terjadi mulai: Usia 1-7 bulan.

Penyebab: Bayi berada di media yang berisi air. Sewaktu bayi ditelungkupkan di kolam berisi air, dia akan bergerak seperti berenang, tangan mengayuh dan kaki menendang.

Waspada jika: Ia tidak bereaksi ketika diletakkan di dalam air. Hal ini menunjukkan ada gangguan pada motorik kasarnya. Refleks ini muncul terlambat pada bayi prematur.