Beranda Kehamilan Resiko Sakit ISK (Infeksi Saluran Kemih) saat Hamil

Resiko Sakit ISK (Infeksi Saluran Kemih) saat Hamil

ISK singkatan dari Infeksi Saluran Kemih adalah kondisi ketika organ yang termasuk dalam sistem kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, mengalami infeksi. Umumnya, ISK terjadi pada kandung kemih dan uretra.

Berdasarkan bagian yang terinfeksi, ISK terbagi menjadi ISK atas dan ISK bawah. ISK atas merupakan infeksi yang terjadi di bagian atas kandung kemih, yaitu di ginjal dan ureter. Sedangkan ISK bawah adalah infeksi pada kandung kemih bagian bawah, yaitu kandung kemih dan uretra.

ISK atas lebih berbahaya dan dapat memicu urosepsis, yaitu kondisi ketika bakteri di ginjal yang terinfeksi menyebar ke darah. Urosepsis bisa mengakibatkan tekanan darah turun hingga syok, bahkan kematian.

Bahaya ISK Pada Kehamilan

Infeksi saluran kemih saat hamil, bisa menyebabkan infeksi ginjal, yang pada akhirnya dapat berakibat pada keguguran atau kelahiran prematur. Tidak hanya itu saja, infeksi saluran kemih yang berat dapat menyebabkan infeksi yang meluas (sitemik) tentunya keadaan ini dapat menyebabkan kelahiran prematur. Baca : Bahaya Kelahiran Prematur

Infeksi saluran kemih akut juga sering mempengaruhi infeksi pada dinding rongga amnion (ketuban), sehingga menyebabkan ketuban pecah dini, dan berakibat meningkatkan risiko infeksi pada janin. Baca : Penyebab Ketuban Pecah Dini 

Namun untungnya, asimptomatik bakteriuria pada kandung kemih atau saluran kemih ini, biasanya dapat ditemukan segera sebelum ginjal orang yang bersangkutan terinfeksi. Jika dokter segera menangani infeksi saluran kemih ini sejak dini dan ditangani sampai tuntas, hal ini tidak akan mengganggu kehamilan maupun janin.

Tanda Gejala ISK

Gejala infeksi saluran kemih sangat beragam, diantaranya:

  • Demam
  • Sakit di perut dan panggul
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Muncul darah dalam urine

Gejala ISK pada wanita hamil tidak jauh berbeda, diantaranya :

  • Sering kebelet dan sering buang air kecil
  • Nyeri saat kencing
  • Ada sensasi terbakar atau kram di punggung bagian bawah atau perut bagian bawah
  • Air seni yang terlihat keruh atau berbau
  • Demam, menggigil, dan berkeringat
  • Mual dan muntah
  • Sakit punggung

Adapun penyebab infeksi saluran kemih adalah masuknya bakteri ke saluran kemih melalui lubang kencing. Meski bisa terjadi pada siapa saja, tetapi penyakit ini lebih sering dialami wanita.

Faktor Risiko ISK Pada Ibu Hamil 

Selain karena rahim yang terus membesar hingga menggencet saluran kencing, beberapa hal di bawah ini dapat sangat meningkatkan risiko ISK pada ibu hamil:

  1. Membersihkan kelamin dari belakang ke depan

Bakteri E. coli yang paling sering menyebabkan ISK berasal dari usus, sehingga umum bersarang pada anus. Makanya, membersihkan kelamin dengan menyeka dari belakang ke depan (dubur dulu kemudian ke vagina) dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. Seharusnya, menyeka atau membersihkan kelamin dari depan (saluran kencing) baru ke belakang (anus/dubur). 

  1. Perubahan hormon hamil

Peningkatan hormon turut dapat meningkatkan risiko infeksi pada ibu hamil, termasuk infeksi saluran kemih atau ISK. Perubahan hormon membuat bakteri jadi lebih mudah berkembang di vagina yang lembab.

  1. Berhubungan seks

Berhubungan seks saat hamil boleh-boleh saja, dan bahkan dalam kondisi tertentu disarankan dokter. Akan tetapi, berhubungan seks saat hamil berisiko membuat ibu hamil rentan terkena ISK. ISK pada ibu hamil yang berhubungan seks disebabkan karena penetrasi memungkinkan bakteri di dekat vagina (termasuk E. coli) terdorong dan berpindah ke dalam uretra.

Cara Mencegah Penyakit ISK 

Penyakit ISK dapat dicegah agar tidak timbul terutama saat Bunda sedang hamil, diantaranya :

  1. Perbanyak minum air

Selain mencegah dehidrasi, banyak asupan cairan dapat mempercepat penyembuhan ISK pada ibu hamil. Sebab semakin banyak air yang Anda minum, akan semakin sering Anda buang air kecil untuk membilas kelebihan bakteri dalam saluran kencing.

Pastikan asupan cairan dalam tubuh tidak kurang dengan mengusahakan minum 8-10 gelas per hari.  

  1. Penuhi asupan gizi

Asupan gizi yang cukup, seperti vitamin C, beta karoten, dan zinc dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh untuk mencegah dan melawan ISK pada ibu hamil.

  1. Jangan suka menahan buang air kecil

Ibu hamil harus segera buang air kecil, tidak boleh ditunda-tunda. Pastikan juga ibu hamil tidak menyisakan urin saat kencing. Harus selalu kencing sampai tuntas. Ini bertujuan agar tidak ada bakteri yang tertinggal dalam sistem perkemihan hingga kemudian berkembang biak dan menginfeksi.

Jangan lupa biasakan juga buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan seksual untuk membuang bakteri yang berpindah selama berhubungan intim.

  1. Jaga kebersihan saluran kencing

Setelah buang air kecil, segera bilas area intim dengan bersih dari depan ke belakang. Hal ini dilakukan untuk mencegah tersebarnya bakteri pindah dari anus ke vagina atau uretra. Keringkan dengan baik agar vagina tidak terus-terusan dalam kondisi lembab.

Hindari membersihkan vagina menggunakan sabun antiseptik. Juga, sering-seringlah mengganti celana dalam dan pakai celana dalam berbahan katun untuk mencegah area kewanitaan menjadi lembab.

Baca Juga : Mengenal Radang Panggul 

        Apa Itu ISK (Infeksi Saluran Kemih)