Beranda Fakta dan mitos Seputar Fakta dan Mitos Demam Pada Anak

Seputar Fakta dan Mitos Demam Pada Anak

Demam pada anak pasti membuat Bunda khawatir dan segera mencari obat untuk demam yang diderita si kecil. Tahukah Bunda, banyak sekali mitos yang beredar tentang demam pada anak. 

Kali ini halaman Bunda mencoba memberikan informasi tentang fakta dan mitos seputar demam pada anak, diantaranya :

Demam adalah sebuah penyakit dimana suhu tubuh mengalami peningkatan.

Mitos : faktanya demam bukanlah sebuah penyakit nih Bunda. Demam sendiri merupakan hasil dari reaksi tubuh. Sama seperti kita digigit nyamuk maka refleks yang akan kita berikan pada bekas gigitan nyamuk adalah menggaruknya karena gatal. Sama seperti demam, demam adalah refleks tubuh dalam melawan sebuah kondisi yang tidak normal, seperti tubuh mengalami serangan virus atau bakteri. 

Demam merupakan sebuah gejala penyakit tertentu, oleh sebab itu sebaiknya Bunda mencari tahu penyebab dari demam tersebut, dan lakukan terapi sesuai jenis penyakit yang diderita. Pastikan penanganan demam dengan benar, dan lakukan pemeriksaan ke dokter jika demam tidak kunjung turun setelah 3 hari.

Demam yang disertai gejala menggigil  merupakan indikasi adanya virus.

Fakta : Demam yang disertai gejala menggigil  sebenarnya tidak hanya merupakan indikasi adanya virus, namun bisa juga  bakteri atau kuman. Dalam hal ini demam merupakan indikasi mekanisme pertahanan tubuh melawan infeksi atau zat asing dari luar. Jenis-jenis mikroorganisme itulah yang mengeluarkan racun dalam tubuh si kecil dan selanjutnya menyebabkan tubuhnya menggigil. Jadi,  menggigil bukan diakibatkan oleh panas itu sendiri dan tidak semua demam disertai gejala menggigil.

Untuk menurunkan demam, kompres dengan air es atau air dingin.

Mitos:  Kompres telah dikenal sejak dulu sebagai sarana penurun panas, namun kompres dengan air es  ditinggalkan karena alih-alih menurunkan demam, kompres dengan air es justru bisa memicu peningkatan suhu tubuh. 

karena air dingin akan menyebabkan pembuluh darah tepi di kulit  mengecil. Akibatnya, panas yang seharusnya dialirkan oleh darah ke kulit agar keluar tubuh, menjadi terhalang dan tubuh pun akan bertambah panas.  Begitu pula dengan kompres yang menggunakan alkohol. Baluran alkohol pada tubuh anak akan menguap yang bila terhirup bisa berbahaya karena menimbulkan  gangguan pada susunan saraf pusat. 

Demam pada anak paling sering diakibatkan oleh dehidrasi.

Mitos:  Banyak hal yang memang bisa memicu demam pada, seperti dehidrasi, abses pada gigi, kelelahan, infeksi saluran kemih,  infeksi tenggorokan, dsb. Namun demam pada anak paling sering diakibatkan oleh infeksi virus dan bakteri. Ini terjadi karena penularannya yang begitu mudah, yaitu lewat perantaraan udara. Virus flu, contohnya (yang salah satu gejalanya adalah demam), begitu mudah menular hanya lewat bersin-bersin.

Namun yang tepat adalah saat tubuh mengalami demam akan lebih mudah dehidrasi dan keinginan untuk minum lebih tinggi. Dan mengkonsumsi air lebih banyak akan membantu menurunkan suhu tubuh nih sahabat Bunda. 

Anak yang demam tidak boleh mandi.

Mitos: Mitos ini sangat sering didengar dan dilakukan di masyarakat nih Bunda. Bahkan akan diomelin dengan orang tua / mertua jika saat panas dan si kecil kita mandikan. 

Mandi justru dianjurkan untuk penderita demam ya Bunda, namun mandinya menggunakan air hangat seperti halnya kompres hangat. Selain membuat tubuh segar dan nyaman, mandi juga sangat baik untuk menghilangkan kuman dan bakteri di kulit. Setelah mandi, segera keringkan tubuh anak dengan handuk dan cepatlah berganti pakaian agar ia tidak kedinginan.

Baca :