Beranda Anak Sindrom Kematian Bayi Mendadak, Mengapa Demikian?

Sindrom Kematian Bayi Mendadak, Mengapa Demikian?

Sindrom kematian mendadak atau dikenal dengan SIDS (sudden infant death syndrome) yang merupakan kematian mendadak, tidak terduga dan tidak dapat dijelaskan terjadi pada bayi di bawah usia 1 tahun yang relatif sehat .

Istilah SIDS pertama kali digunakan pada tahun 1969. SIDS juga dikenal dengan sebutan crib death atau kematian ranjang, karena kematiannya secara umum terjadi di tempat tidur bayi. Meski demikian, bukan berarti tempat tidur tersebut yang menyebabkan kematian bayi secara mendadak, namun ada hal lain yang memicu terjadinya kematian mendadak ini.

Penyebab Kematian Mendadak

Sindrom kematian bayi mendadak merupakan sindrom yang terjadi ketika orang tua menidurkan bayi yang tampak sehat, lalu ditemukan dalam keadaan sudah meninggal ketika tidur tanpa alasan yang jelas.

Penyebab yang tidak dapat diketahui dan ditemukan saat dilakukan pemeriksaan, umumnya terjadi pada bayi di bawah 6 bulan, dan berikut beberapa faktor penyebab terjadinya kematian mendadak;

Penyebab Berdasarkan Teori Gagal Nafas:

Asfiksia atau Mati Lemas

Asfiksia atau mati lemas disebabkan oleh ketidakmampuan untuk bernapas. Kondisi ini menyebabkan kurangnya oksigen dalam tubuh, yang dapat menyebabkan hilangnya kesadaran dan menyebabkan kematian. Asfiksia dapat disebabkan oleh tersedak,  penyempitan daerah dada atau perut, tercekik, penyempitan saluran napas dan menghirup gas beracun. Biasanya benda benda yang terkait dengan asfiksia adalah seperti kantong plastik, bantal lembut, dan bahan yang lembut seperti boneka binatang. Benda- benda ini dapat menyumbat mulut dan lubang hidung sehingga menyebabkan sesak napas. Penyebab yang paling sering dilaporkan dari asfiksia pada bayi adalah sesak napas yang tidak disengaja dan tercekik ketika di tempat tidur.

Obstruksi Jalan Nafas

Obstruksi atau sumbatan jalan napas dapat terjadi jika napas yang normal menyempit secara otomatis saat tidur. Penyempitan ini dapat menyebabkan jeda singkat dalam  bernapas disebut obstruktif apnea. Apnea ini sering terjadi pada bayi yang sehat. Mekanisme lain yang menjadi penyebab obstruksi adalah spasme laring, yang mengacu pada kontraksi tiba-tiba otot laring. Ketika ini terjadi, oksigen terhambat memasuki paru-paru dan ini dapat mengakibatkan tidak cukupnya oksigen untuk jantung dan otak, sehingga bisa berakibat fatal.

Penyebab Berdasarkan Masa Postnatal

Bayi Lahir Prematur atau BBLR

Bayi yang lahir prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) berisiko 50% lebih besar mengalami SIDS. Tingginya risiko bayi prematur mengalami SIDS karena seluruh sistem organ tubuhnya terutama paru-parunya belum mencapai tahap pematangan yang cukup, sehingga belum siap berfungsi menopang kehidupan di luar rahim ibu. Bayi dengan kondisi seperti ini sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara teratur ke dokter anak untuk memantau perkembangan fungsi organ-organnya.

Posisi Tidur Tengkurap

Memiliki persentase terbesar penyebab bayi di tahun pertamanya yang meninggal secara mendadak. Menurut penelitian, bayi yang mengalami SIDS akibat tidur tengkurap ini umumnya adalah bayi berusia kurang dari 6 bulan, karena sistem pernapasannya belum matang atau bekerja dengan sempurna.

Asap Rokok

Bayi yang memiliki orang tua perokok juga memiliki resiko tinggi untuk mengalami SIDS dibandingkan bayi yang orang tuanya bukan perokok. Banyaknya volume karbondioksida yang dihisap oleh bayi perokok pasif ini menjadi faktor penyebab meningkatnya gangguan pada sistem pernapasan yang menyebabkan bayi meninggal mendadak.

Suhu Yang Meningkat

Penting untuk selalu memperhatikan suhu ruangan/kamar bayi ketika tidur agar tidak kepanasan. Sementara untuk ruangan pendingin (AC), pengaturan suhu yang tepat di antara 25-27 derajat Celcius, serta selalu sesuaikan pemakaian baju bayi dengan suhu kamar.

Tidur Bersama Orang Tua

menjelaskan bahwa “Resiko SIDS bisa berkurang jika bayi tidur sekamar dengan orang  tuanya, namun jika bayi tidur pada tempat tidur yang sama dengan orang tuanya, maka resiko terjadinya SIDS dapat meningkat. Hal ini disebabkan oleh adanya lebih banyak permukaan yang empuk atau lunak sehingga dapat mengganggu bayi dalam bernafas  yang dapat meningkatkan resiko terjadinya SIDS”

Lakukan Pemantauan

Lakukan Pemantauan pada setiap pergerakan anak, dan upayakan untuk Bunda menghindari faktor resiko penyebab terjadinya kematian mendadak. Pastikan suhu tubuh dan asupan cairan bayi dengan benar, suhu bayi berkisar 26,5 – 27,5 celcius dan susui bayi 3 jam sekali.

Bunda juga dapat mengetahui cara menghindari kematian mendadak pada bayi dibawah 12 Bulan dengan link artikel yang berjudul Cara Menghindari Kematian Mendadak Pada Bayi < 1 tahun.

1 KOMENTAR