Beranda Keluarga Tanda dan Bahaya Anemia pada Masa Nifas

Tanda dan Bahaya Anemia pada Masa Nifas

Anemia adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal. Kondisi anemia dapat dilihat dengan menghitung jumlah hemoglobin dalam darah.

Hemoglobin merupakan protein pada sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen untuk digunakan pada seluruh jaringan tubuh. Pada pria dewasa, hemoglobin normal berkisar antara 13 hingga 18 gram per desiliter (dL) dan pada wanita berkisar antara 12 hingga 16 dL.

Anemia merupakan awal terjadinya penyakit yang beresiko jika dibiarkan, terlebih jika anemia terjadi pada saat setelah melahirkan. 

Tanda Gejala Anemia 

  • Kelelahan
  • Lemas
  • Lesu
  • Pucat
  • Pusing Atau Sakit Kepala
  • Berkurangnya Nafsu Makan
  • Sesak Napas
  • Jantung Berdebar Cepat
  • Kulit Dan Rambut Kering
  • Tangan Dan Kaki Dingin
  • Pembengkakan Dan Nyeri Pada Lidah Serta Mulut

Kehilangan darah dalam jumlah banyak dan tidak disertai asupan yang cukup maka dapat memicu anemia, salah satunya saat masa nifas. 

Bahaya Anemia Saat Masa Nifas

  1. Lelah saat mengurus bayi saat anemia menimbulkan risiko baby blues
  2. Meningkatnya perdarahan pada masa nifas
  3. Mudah marah
  4. Emosional yang akan berdampak pada depresi post partum
  5. Menurunnya kualitas ASI karena hilangnya nafsu makan
  6. Perdarahan hebat yang dibiarkan akan mengakibatkan kematian  

Upaya Mengatasi Anemia

  1. Mengkonsumsi tablet zat besi 
  2. Mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi zat besi seperti, sayuran hijau, daging merah, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan.
  3. Memenuhi kebutuhan tubuh dengan makan secara teratur atau saat sinyal lapar muncul. Karena saat masa menyusui Bunda akan sering merasakan lapar.
  4. Istirahat saat bayi tidur
  5. Meminta bantuan orang lain untuk mengerjakan pekerjaan domestik rumah tangga agar tenaga Bunda dapat digunakan untuk mengurus bayi saja dan mencukupi kebutuhan istirahat Bunda.
  6. Ciptakan suasana menyenangkan saat Bunda merawat bayi. Jadikan setiap pengalaman sebagai perjalanan yang menyenangkan jangan jadikan beban. 
  7. Hindari minum teh dan kopi saat makan karena mengandung polifenol, yang mempersulit penyerapan zat besi dari makanan. 
  8. Mengkonsumsi vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi non-hem dalam makanan. Minum jus jeruk saat makan dapat mempercepat penyerapan zat besi yang terkandung pada makanan.

Jika kondisi semakin memburuk, cobalah hubungi tenaga kesehatan agar tidak terjadi hal yang membahayakan.

Baca : Serangan Baby Blues Setelah Melahirkan