Beranda Persalinan Teknik Menyusui Yang Benar dan Praktis

Teknik Menyusui Yang Benar dan Praktis

Memberikan ASI memang adalah hal yang alamiah dan mungkin Bunda bisa melakukannya tanpa belajar terlebih dahulu. Namun tahukah Bunda 10% Ibu baru akan mengalami masalah pada awal menyusui, dan 30% akan mengalami masalah puting, dan 5 % akan mengalami demam akibat sumbatan pada payudara.

Karena masalah-masalah tersebut bisa diatasi dan dicegah dengan mencari sumber ilmu mengenai laktasi. Proses laktasi yang dibekali dengan ilmu akan memudahkan Bunda melalui proses laktasi tersebut. Dan memaksimalkan bayi mendapatkan ASI secara berkualitas. 

Teknik Menyusui

Berikut yang dapat Bunda ketahui mengenai teknik menyusui yang benar dan mudah Bunda lakukan selama proses laktasi, diantaranya :

  • Pastikan Bunda dan bayi berada dalam kondisi rileks dan nyaman

Posisi kepala bayi harus lebih tinggi dibandingkan tubuhnya, hal ini dimaksudkan agar bayi lebih mudah menelan. Bunda dapat menyangga dengan tangan ataupun mengganjal dengan bantal. Kemudian, tempatkan hidung bayi sejajar dengan puting. Hal ini akan mendorong bayi membuka mulutnya.

  • Mendekatkan bayi ke payudara

Ketika bayi mulai membuka mulutnya dan ingin menyusu, maka dekatkan bayi ke payudara Bunda. Tunggu hingga mulutnya terbuka lebar dengan posisi lidah ke arah bawah. Jika bayi belum melakukannya, Bunda dapat membimbing bayi dengan dengan menyentuh lembut bagian bawah bibir bayi dengan puting susu Bunda

  • Perlekatan yang benar

Posisi perlekatan terbaik bayi menyusui yaitu mulut bayi tidak hanya menempel pada puting, namun pada area bawah puting payudara dan selebar mungkin. Perlekatan ini merupakan salah satu syarat penting dalam cara menyusui dengan benar. Tanda bahwa perlekatan sudah baik yaitu ketika Bunda tidak merasakan nyeri saat bayi menyusu dan bayi memperoleh ASI yang mencukupi. Bunda dapat mendengarkan saat bayi menelan ASI.

  • Membetulkan posisi bayi

Jika Bunda merasa nyeri, lepas perlekatan dengan memasukan jari kelingking ke dalam mulut dan letakkan di antara gusinya. Gerakan ini akan membuatnya berhenti menyusu sementara Bunda bisa menyesuaikan posisi bayi. Kemudian, coba lagi untuk perlekatan yang lebih baik. Setelah perlekatan sudah benar, umumnya bayi akan dapat menyusu dengan baik.

  • Waktu menyusu

Bayi menyusu sekitar 5 hingga 40 menit, tergantung kebutuhannya. Untuk bayi yang baru lahir, biasanya bayi perlu disusui setiap 2 – 3 jam dengan dengan waktu menyusu 15 – 20 menit setiap kalinya. Umumnya dibutuhkan beberapa waktu untuk adaptasi Bunda dan bayi, agar proses menyusui berjalan lancar.

Perlengkapan Menyusui

Agar bayi nyaman menyusu,Bunda disarankan menggunakan bra khusus menyusui yang memiliki kait atau kancing di bagian depan yang dapat dibuka. Bagi Bunda, hal ini akan menghindari tersumbatnya saluran ASI atau memicu terjadinya peradangan jaringan payudara (mastitis).

Untuk mencegah kebocoran ASI pada bra, Bunda dapat menggunakan bantalan payudara (breast pad) yang diselipkan pada bagian depan puting. Untuk Bunda yang berencana memerah ASI, Bunda dapat membeli pompa ASI yang nyaman untuk digunakan.

Jika beberapa teknik di atas sudah Bunda lakukan, dan masih merasakan masalah dalam proses laktasi, Bunda dapat menanyakannya ke Bidan, Dokter atau konselor laktasi. Karena beberapa Ibu menyusui akan mendapatkan kenyamanan setelah beberapa kali proses laktasi berlangsung.