Beranda Konsepsi Test Kesehatan Sebelum Menikah

Test Kesehatan Sebelum Menikah

Sahabat  Bunda sebelumnya kita telah membahas PMS dan cara mengatasinya untuk pendalaman kesehatan reproduksi, sahabat  Bunda dapat menyimak kembali melalui link Mengenal PMS.

Karena kita sudah memahami gejala PMS untuk perempuan subur mari kita intip kepentingan melakukan test sebalum menikah. Bagi sahabat  Bunda yang akan menikah perlu mempersiapkan kesehatan reproduksi untuk rumah tangga yang sehat dan bahagia, sahabat juga wajib mengetahui kesehatan pasangan. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginkan. Terpenting untuk tetap sehat sampai hari tua.

Apakah test kesehtan harus dilakukan oleh pasangan yang akan menikah?

Test kesehatan sederhana sangat penting untuk dilakukan pada pasangan yang akan melakukan pernikahan untuk memiliki kualitas keluarga yang sehat dan bahagia sampai usia lanjut. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya penuralan prilaku tidak sehat terhadap pasangan yang sehat.

Sedangkan test kesehatan mendalam seperti pengetesan laboratorium dapat dilakukan sesuai kesepakatan masing-masing pasangan mengingat beberapa test laboratorium memiliki harga yang relatif ya sahabat Bunda.

Apa yang ditest pada pasangan yang akan menikah?

A. Test Sederhana secara Mandiri

Hal sederhana yang bisa dilakuan sendiri adalah  pemeriksaan kesehatan fisik yang diantaranya.

1. Kelainan genetik (kelainan bawaan)

Bentuk fisik dari kelainan genetik ( kelainan bawaan) dapat dilihat secara objektif (pemeriksaan fisik) saja sahabat Bunda. Seperti kelengkapan tangan,kaki, mata,hidung, mulut, lidah,telinga, kulit, rambut dan kuku.

Bentuk fisik yang diperhatikan bukan cantik dan mulus ya sahabat Bunda, tetapi kelengkapan fisik dan rupa yang normal. Contoh pada masing-masing organ yang kita lihat yaitu jumlah, warna, bentuk dan kesesuaian dengan bentuk nomal.

Contoh pada organ kulit : 

warna apakah normal atau ada bercak tumor, kekontrasan warna mengarah ke albino (kelainan kulit yang memutih pucat karena kelainan pigmentasi).

Contoh pada organ kuku : apakah jumlah kuku sesuai dengan jumlah tangan / kaki, warna yang memerah normal atau pucat akibat kekurangan ogsigenase, atau bentuknya datar kembung sesuai dengan bentuk kuku normal atau ada lipatan pada kuku yang mengarah keluar dan mengeras (Onikogrifosis adalah kelainan pada kuku yang disebabkan bakteri, jamur kuku, atau sering ditemukan pada penderita jantung koroner atau paru-paru).

2. Habit ( kebiasaan ) / Pola hidup

Habit (kebiasaaan) atau pola hidup harus dipahami dengan tahap pertemuan yang bertahap. Berbeda dengan pemeriksaan fisik pada kelainan bawaan, pola hidup merupakan faktor kebiasaan  atau pola hidup yang disebabkan dari tuntutan pekerjaan.

Sebagai contoh dan juga paling banyak mempengaruhi kesehatan reproduksi adalah;

  • Pola hidup dari konsumsi makanan siap saji, berlemak, asin atau manis;Pada kebiasaan konsumsi makanan dapat mempengaruhi tingkat kesehatan organ dalam sahabat Bunda, dan apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan penyakit kronik (jantung, diabetes, hipertsnsi) pada kemudian hari.
  • Konsumsi kafein, soda dan bahan terlarang (psikotropik/narkoba)

Beberapa penelitian menunjukan konsumsi soda yang berlebih dan terus menerus dapat mempengaruhi kualitas sperma loh sahabat Bunda.

Dikutip dari hasil riset di Denmark yang dipublikasikan American Journal Of Epidemilogy menemukan bahwa pria yang mengkonsumsi minuman bersoda dengan terus menerus mengalami penurunan jumlah sperma sebanyak 30%. Dan menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyebutkan pria yang memiliki jumlah sperma kurang dari normal memiliki resiko tidak subur.

Sama halnya dengan kafein yang dapat menimbulkan efek negatif apabila diminum secara berlebih, kafein juga dapat memberikan efek positif jika di konsumsi dengan baik. Kafein banyak terkandung di dalam kopi, dan banyak peneliti menunjukan kopi jika dikonsumsi kurang dari 3 gelas perhari memberikan efek positif pada penyakit alzheimer, parkinson dan kepikunan.

  • Pengunaan Rokok
  • Olahragawan

Tuntutan Pekerjaan

  • Paparan Radiasi seperti komputer, mesin-mesin besar, nuklir dll
  • Radikal Bebas yang terus menerus karena pekerjaan diluar lapangan.

3. Keturunan ( Riwayat Kesehatan Keluarga)

Riwayat kesehatan dalam keluarga penting diketahui karena merupakan kesahatan yang memungkinkan adanya penyakit keturunan. Jika sahabat Bunda sudah mengetahui riwayat kesehatan keluarga sejak dini, dapat mempengaruhi untuk memperbaiki pola hidup untuk menghindari timbulnya masalah kesehatan. Berikut penyait yang timbul disebabkan oleh genetika;

  • Asma
  • Diabetes
  • Albino
  • Buta Warna
  • Down Sindrom
  • Alergi
  • Obesitas
  • Kebotakan
  • Hipertensi (Tekanan darah Tinggi)
  • Kanker , Tumor
  • Keturunan Kembar
  • dll

B. Test tenaga Ahli / Test Laboratorium (Medical Cek Up)

Pelaksanaan test laboratorium dilakukan untuk mengetahui kesehatan secara menyeluruh melalui pemeriksaan darah, pemeriksaan laboratorium yang umumnya untuk diketahui adalah;

  • Test HIV / Aids

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah penyakit menular yang di akibatkan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan yang tidak aman, pemakaian jarum suntik bersamaan atau dapat tertular melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi.  Virus HIV menyerang kekebalan tubuh manusia sehingga tidak mampu melawan infeksi pada tubuh secara alami. HIV/Aids dapat menularkan ibu ke janin apabila ibu terpapar virus tersebut. Jadi penting test ini dilakukan untuk meminimalisir penularan virus yang mematikan tersebut.

 

  • Test Penyakit Seksual menular

Test penyalit menular seksual sangat mempengaruhi untuk keberlangsungan rumah tangga, karena itu sahabat Bunda perlu melakukan ini guna menghindari penyebaran penyakit. Jika pasangan memiliki penyakit menular seksual maka lakukan pengobatan secara tuntas terlebih dahulu.

 

  • Test Golongan Darah dan Rhesus

Selain untuk kepentingan transfusi darah, golongan darah dan rhesus dilakukan untuk mendeteksi kesesuaian darah yang akan mempengaruhi pada golongan dan resus darah pada anak. Hal ini meminimalisir terjadinya kelainan genetika yang disebabkan oleh ketidaksesuaian rhesus.

 

  • Test Hepatitis B

Virus Hepatitis B adalah virus yang menyerang fungsi hati, dimana virus ini dapat menular dari ibu ke janin, oleh sebab itu pemeriksaan dilakukan untuk menghindari adanya penularan virus. Mengetahui adanya virus hepatitis B lebih awal dapat mempermudah penyembuhan.

 

  • Test Infertilitas

Test infertilitas adlah test kesuburan pasangan, adakah indikasi kemandulan (tidak subur) atau kelainan pada kesehatan reproduksi. Bagi pasangan yang ingin menikah dan ingin melalui test infertilitas harus saling berkomitmen dari hasil yang di dapatkan ya sahabat  Bunda, karena jika hasil mengecewakan harus di terima berdasarkan komitmen yang telah dibuat.

 

  • Pemeriksaan Torch

Mengetahui status kekebalan mempelai wanita terhadap paparan Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes Simplex (TORCH) adalah hal yang sangat penting. Karena terinfeksi TORCH ketika mengandung atau kurang dari 4 bulan sebelum mengandung dapat membahayakan kehamilan. Antara lain menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, atau mengakibatkan kelainan janin.

Tidak ada batasan waktu pasti, namun sebaiknya dilakukan 6 bulan sebelum pernikahan. Alsasannya karena jika ditemukan adanya masalah kesehatan, waktu 6 bulan masih cukup untuk melakukan penanganan yang tepat. Dan meminimalisisr resiko yang timbul ya sahabat  Bunda.

 

  • Test Urine

Mungkin terlihat sepele dan tak ada hubungannya, namun pemeriksaan urine perlu untuk mengetahui apakah ada gangguan pada ginjal, saluran kemih, penyakit sistemik atau metabolik pada tubuh masing-masing calon pengantin.

 

  • Test Glukosa

Test glukosa dilakukan untuk mengetahui penyakit kronik diabetes dan meminimalisir terjadinya penyakit tersebut, bagi ibu hamil dengan kadar glukosa tinggi berbahaya loh sahabat Bunda. Dapat beresiko pada janin besar dan kematian janin di rahim

Sahabat Bunda juga dapat melengkapi serangkaian pengecekan glukosa dengan penyakit kronik lain seperti kolesterol, asam urat dan hipertensi.

Terpenting dari tahap pemeriksaan atau medical cek up sebelum menikah adalah komitmen pasangan pengantin ya sahabat Bunda. Harus saling percaya dan optimis untuk senantiasa menjaga kesehatan dan mengobati apabila hasil yang kurang baik. Berupaya terus menjaga kesehatan untuk kualitas yang lebih baik.