Beranda Persalinan Tips ASI Segera Keluar Setelah Melahirkan

Tips ASI Segera Keluar Setelah Melahirkan

Setelah keluarnya bayi pada proses persalinan, maka tubuh Bunda akan dengan sendirinya melepaskan plasenta (ari-ari). Setelah plasenta keluar tubuh akan segera menghasilkan hormon oksitosin untuk membantu proses penutupan / pemulihan pembuluh darah yang terbuka di tempat menempelnya plasenta selama kehamilan. Oleh sebab itu Bunda akan merasakan sedikit kontraksi ringan pada perut. Kontraksi tersebutlah yang membantu penutupan pembuluh darah, dan normal ya Bunda.  

Setelah nya Bunda akan melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) yang berlangsung selama 1 jam, dan secara spontan tubuh akan memproduksi ASI untuk kebutuhan si kecil. Lalu bagaimana cara agar ASI segera keluar pasca persalinan?

Cara menstimulasi keluarnya ASI setelah melahirkan

ASI menjadi sumber nutrisi utama untuk bayi kecil. Untuk punya persediaan ASI yang cukup, stimulasi selama kehamilan dan setelah kelahiran perlu dilakukan. Persediaan ASI tidak akan bergantung pada ukuran payudara Bunda, jadi setiap wanita punya kesempatan yang sama memberikan ASI eksklusif ke bayinya.

Meski tubuh telah mulai memproduksi ASI selama kehamilan, tetap mungkin ASI tidak keluar di beberapa hari setelah melahirkan. Karena hanya beberapa wanita yang secara alami tidak bisa menyusui, Bunda harus menstimulasi payudara agar ASI keluar. stimulasi ASI setelah melahirkan jauh lebih mudah daripada selama kehamilan. Bunda bisa lakukan hal berikut sebagai cara agar ASI cepat keluar:

  • Usahakan agar tetap rileks. Melahirkan bayi menimbulkan stres dan melelahkan dan karenanya mempengaruhi proses produksi ASI. Bunda harus tetap rileks untuk membiarkan tubuh melepas hormon oksitosin yang dibutuhkan sebagai cara agar ASI cepat keluar.
  • Lakukan skin to skin dengan bayi. Bidan selalu menyarankan Bunda agar menempatkan bayinya yang telanjang di atas dadanya atau inisiasi menyusu dini (IMD). Ini untuk membantu bayi menemukan puting dengan instingnya. Ketika bayi mencoba menghisap puting, tubuh Bunda menerima pesan untuk mulai melepas oksitosin dan menghasilkan ASI yang dibutuhkan bayi.
  • Susui bayi secara teratur dan sering. Ini akan menstimulasi tubuh untuk menjaga produksi ASI di payudara. Bayi bisa disusui tiap satu atau dua jam untuk menghindari kelaparan dan minum terlalu cepat yang bisa memicu gumoh.
  • Sering kosongkan payudara. Di sela interval ketika Bunda sedang tidak menyusui bayi, Bunda bisa mengosongkan payudara dengan memompa. Mirip dengan menyusui, memompa juga menyampaikan pesan ke otak untuk terus melepas prolaktin dan memproduksi lebih banyak ASI.
  • Jaga payudara tetap hangat. Gunakan lap dengan air hangat dan letakkan di payudara. Ini akan membuat payudara rileks dan meningkatkan produksi oksitosin sebagai cara agar ASI cepat keluar.
  • Stimulasi puting. Bunda bisa memelintir-melintir puting untuk memberi stimulasi serupa dengan hisapan bayi. Pastikan melakukannya dengan lembut dan perlahan karena puting Bunda sangat sensitif. Gerakan ini akan menstimulasi prolaktin untuk bekerja dan memproduksi lebih banyak ASI. Bunda juga bisa coba cara ini meski puting sedang dalam keadaan masuk ke dalam.

Tepat begitu si kecil lahir, bayi bisa disusui kolostrum yang diproduksi oleh payudara, jadi Bunda punya waktu untuk mempersiapkan persediaan ASI.

 Apa yang harus dilakukan saat ASI tidak keluar?

Pemberian jumlah kolostrum yang sedikit tapi teratur di dua hingga tiga hari pertama setelah Bunda melahirkan biasanya cukup untuk bayi baru lahir. Meski begitu, apabila ASI tidak keluar di 2-3 hari pertama itu hal yang sangat normal.

Sambil menunggu ASI keluar, bayi perlu sering melakukan pelekatan sebagai cara agar ASI cepat keluar. Bisa juga dengan cara  memompa dengan tangan dan dekap bayi untuk kontak kulit. Hal ini meningkatkan hormon yang terlibat dalam produksi ASI (oksitosin dan prolaktin), jangan lupa letakkan bayi di posisi yang tepat agar sering menyusu.

Bila ASI tidak keluar hingga hari ketiga atau lebih setelah Bunda melahirkan, berat badan bayi bisa mulai menurun, atau ia mengalami dehidrasi dan penyakit kuning. Terlebih jika Mekonium di popok bayi juga tidak berubah warna. Pada situasi ini, penting untuk mendapat bantuan menyusui dengan cepat dan memastikan bayi menyusu dengan baik. Mintalah bantuan profesional untuk membantu mencari cara agar ASI cepat keluar sesegera mungkin.

Memerah dengan tangan tiap beberapa jam juga bisa menjadi cara agar ASI cepat keluar. Cara ini akan menstimulasi persediaan ASI dan ASI perah bisa diberikan ke bayi. Dokter akan memberi saran tentang suplemen dari donor ASI atau susu formula jika memang dibutuhkan. Prioritas Bunda adalah membuat bayi menyusu dengan baik. Jika pada akhirnya suplemen untuk bayi diperlukan apabila semua cara agar ASI cepat keluar tidak berhasil, maka bukan berarti Bunda menyerah. Percayalah bahwa Bunda sudah melakukan yang terbaik dan mendapat dukungan tulus dari orang di sekitar.

Baca : Cara Merawat Payudara Agar ASI Lancar