Beranda Anak Tips Memperbanyak ASI 

Tips Memperbanyak ASI 

Memberikan ASI Eksklusif memang menjadi tantangan bagi Ibu Milenial yang telah mengetahui betapa hebatnya ASI dan kandungan yang ada didalamnya. Namun tidak mudah rasanya tetap memberikan ASI pada Ibu pekerja karena proses pompa dan kewajiban menyetok ASI Perah dirumah karena saat dilakukan pompa ASI hanya terkumpul sedikit. 

Berjuang memberikan ASI sama halnya berjuang untuk memperbanyak ASI agar mencukupi kebutuhan si kecil nih Bunda. Bukan hanya untuk Ibu pekerja saja Ibu yang siap 24 jam di samping si kecil juga membutuhkan produksi ASI yang cukup agar si kecil dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal.

Tips Memperbanyak ASI

Hal sederhana untuk memperbanyak produksi ASI dapat Bunda lakukan diantaranya :

  • Lakukan perawatan payudara secara teratur. Melakukan perawatan payudara dapat membuat produksi ASI naik atau tetap stabil nih Bunda. Karena dalam proses perawatan payudara terdapat langkah-langkah untuk memijat, nah proses memijat ini adalah sebuah rangsangan untuk produksi ASI loh. 

Langkah perawatan payudara secara lengkap dapat Bunda lihat pada artikel halaman Bunda sebelumnya, di Cara Perawatan Payudara Untuk Kelancaran Proses Menyusui.

  • Pijat Oksitosin. Melakukan pijat oksitosin adalah upaya merangsang produksi dan kelancaran ASI. proses pijat oksitosin membutuhkan bantuan pasangan / orang lain nih Bunda karena area yang dipijat adalah area punggung. Bunda dapat menggunakan minyak zaitun atau minyak kelapa agar proses pijat menjadi lebih nikmat. 

Cara Pijat Oksitosin :

  1. Bunda berada dalam posisi duduk bersandar ke depan sambil memeluk bantal agar lebih nyaman. Taruh meja di depan Bunda sebagai tempat untuk bersandar.
  2. Pijat kedua sisi tulang belakang menggunakan kepalan tangan dengan ibu jari menunjuk ke depan. Pijat kuat dengan gerakan melingkar.
  3. Pijat sisi tulang belakang ke arah bawah sampai sebatas dada, dari leher sampai ke tulang belikat.
  4. Lakukan pijatan ini selama 2-3 menit.

 

  • Pastikan Bunda selalu Makan teratur atau kenyangkan perut.

Jika kata ahli gizi penuhi gizi seimbang agar produksi ASI banyak dan meningkat, dan konsumsi makanan yang tinggi lemak. Nah tidak salah nih Bunda untuk menyantap makanan yang bergizi dan beragam. Namun yang terpenting Bunda makan secara teratur dan kenyangkan perut nih Bunda. Tidak ada makanan khusus dan pantangan selama proses menyusui. Kecuali jika ada makanan yang menimbulkan bayi alergi. Jika Bunda makan dengan kenyang dan makan makanan yang disukai maka Bunda akan menjadi happy dan proses menyusui akan semakin lancar. Karena kunci dari produksi ASI adalah hormon oksitosin dan prolaktin, dimana hormon tersebut bekerja maksimal saat suasana bahagia loh Bunda, kalo Bunda lapar dan perut kosong akan mudah menimbulkan rasa mual dan Bunda menjadi tidak nyaman.

  • Mengkonsumsi Susu dan Madu Pelancar ASI

Bunda bisa mengkonsumsi susu atau madu pelancar ASI. Susu pelancar ASI lebih baik pilih yang mengandung kacang-kacangan karena kacang-kacangan terbukti dapat meningkatkan produksi ASI. Jenis madu pelancar ASI juga dapat Bunda pilih sebagai booster ASI, Bunda dapat pilih madu yang disertai kandungan yang meningkatkan stamina. 

  • Susui Bayi Secara Teratur Setiap 1-2 atau 3 Jam Sekali

Cara terbaik dalam proses kelancaran memberikan ASI adalah memberikan ASI pada bayi secara teratur setiap 2-3 jam sekali. Beberapa bayi ada yang meminta ASI kembali setelah 1 jam disusui dan itu bukan masalah. Saat bayi tertidur lebih dari 3 jam sebaiknya bangunkan bayi dan berikan ASI. 

Saat tubuh mengeluarkan ASI secara teratur maka tubuh akan memproduksi ASI secara teratur pula. Semakin sering dan konsisten ASI dikeluarkan maka tubuh akan terus memproduksi ASI sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan (ASI yang keluar = ASI yang diproduksi). 

  • Kosongkan ASI Secara Maksimal setiap 2-3 Jam Sekali

Sifat produksi ASI adalah ASI yang keluar = ASI yang diproduksi. Jadi sesungguhnya tubuh akan menghasilkan ASI sesuai dengan kebutuhan atau sesuai jumlah ASI yang dikeluarkan. Pada awal produksi ASI, jumlah ASI akan sangat banyak sehingga seringkali payudara terasa kencang dan sakit. Namun seiring berjalannya waktu jumlah produksi ASI menyesuaikan kebutuhan (yang dihisap bayi) sehingga payudara terasa lebih nyaman, dan tidak keras membatu yang menimbulkan rasa nyeri. 

Jika Bunda merupakan Ibu yang bekerja dan akan meninggalkan bayi dirumah setelah masa cuti habis, sebaiknya bantu dengan memompa ASI sejak awal ASI diproduksi. Lakukan pemerasan ASI dengan pompa secara teratur setiap 2-3 jam sekali, simpan ASI perah dalam lemari pendingin. Namun Bunda tetap menyusui bayi secara langsung ya. 

Jika Bunda tidak bekerja keluar dan ingin memperbanyak ASI juga dapat memompa ASI secara teratur setiap 2 jam sekali disertai menyusukan langsung si kecil. Karena jika ASI yang dikeluarkan banyak maka produksi ASI akan banyak pula. Mungkin jika tahap awal memompa masih sedikit lakukan terus, karena hisapan akan menyampaikan respon ke otak untuk memproduksi lebih banyak ASI. (ASI yang keluar = ASI yang diproduksi).