Beranda Persalinan Tips Memperlancar ASI

Tips Memperlancar ASI

 

Bayi yang baru lahir belum membutuhkan asupan lain selain asupan dari ibunya, namun terkadang banyak bunda yang kurang optimal dalam melakukan hal ini, karena alasan ASI yang sulit dikeluarkan. Padalah banyak sekali manfaat yang didapatkan bayi bila sang bunda memberi ASI secara eksklusif. Lalu bagaimana cara agar ASI bisa keluar lancar.

  1. Beri ASI secara terus menerus

 

Pada awal kelahiran pemberian ASI pada sang bayi cenderung belum terartur, meski begitu coba beri ASI tiap dua jam sekali. Bila masuk waktu menyusui namun bayi masih tertidur, bunda bisa membangunkannya dan menyusuinya. Bayi yang baru lahir, setidaknya diberi ASI sekitar 8 – 12 kali per hari. Jika ini rutin dilakukan, maka hormon prolaktin akan terus bekerja untuk merangsang produksi ASI.

 

  1. Istirahat yang cukup

 

Istirahat penting bagi bunda untuk menjaga kestabilan produksi ASI. Istirahat dapat dilakukan kapan saja, seperti saat bayi tertidur, menyusui atau bersantai bersama bayi. Usahakan untuk mengurangi kegiatan di luar rumah, agar waktu istirahat lebih optimal.

 

  1. Konsumsi makanan yang bekualitas

 

Makanan yang bunda konsumsi, sangat berpengaruh pada produksi ASI. Saat menyusui, bunda membutuhkan asupan tambahan yaitu sekitar 300-500 kalori per hari. Untuk itu, cukupi kebutuhan nutrisi dengan  memperbanyak makanan kaya serat dan protein. Itu semua bisa bunda temukan pada sayuran, buah, sereal, ikan ,daging , susu, maupun yogurt.

 

  1. Kelola stres dengan baik

 

Stres mungkin tidak mengurangi produksi ASI. Tapi ingat, stres bisa menghambat keluarnya ASI. Bunda bisa meminta bantuan pasangan untuk melakukan pekerjaan rumah, atau minta bantuan anggota keluarga lain untuk meringankan pekerjaan bunda. Dengan begitu, bisa mengurangi beban bunda, sehingga proses penyusui bisa lebih lancar

 

  1. Cukupi kebutuhan cairan tubuh

 

Selama menyusui, bunda disarankan untuk memperbanyak konsumsi air putih. Sebab produksi ASI bisa berkurang  bila tubuh kekurangan cairan. Coba lihat urine bunda, bila berwarna kuning kecoklatan, bunda disarankan untuk minur air putih lebih banyak.

 

  1. Jangan membatasi waktu untuk menyusui

 

Cobalah memberi waktu menyusu sesuai dengan yang dibutuhkan bayi, ketika bayi sudah cukup kenyang, maka secara otomatis bayi akan berhenti menyusu. Dan jangan lupa untuk memberi ASI pada payudara sebelahnya, secara bergantian.

 

  1. Jangan gunakan dot, botol, dan makanan

 

Selama 6 bulan pertama, ASI harus menjadi satu-satunya sumber makanan bayi. Dot, botol, dan makanan padat harus dihindari sebisa mungkin karena akan cenderung mengurangi rasa lapar yang membuat bayi cenderung malas untuk menyusu.