Beranda Anak Tips Menaikan Berat Badan Anak

Tips Menaikan Berat Badan Anak

Cara Bunda dapat melihat pertumbuhan si kecil adalah dengan mengetahui perkembangan dari tinggi dan berat badan si kecil. Pasalnya tolak ukur keberhasilan tumbuh pada masa perkembangannya adalah melalui berat badan nih Bunda. 

Perlu Bunda ketahui anak yang sehat adalah yang memiliki berat tubuh ideal (tidak gemuk dan tidak kurus) atau sesuai dengan rentang berat tubuh seusianya. Dimana rentang berat tubuh berdasarkan usianya telah ditentukan oleh badan kesehatan sebagai acuan/tolak ukur dari keberhasilan tumbuh-kemabng si kecil. 

Berat Badan Anak Berdasarkan Usia 

Berikut berat badan berdasarkan usia yang dapat Bunda jadikan acuan penambahan berat badan setiap tahunnya hingga usia 5 tahun.

Tabel Berat Badan Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin

Usia Anak Perempuan  Laki-laki
1 Tahun 7,0 – 11,5 Kg 7,7 – 12 Kg
2 Tahun 9,0 – 14,8 Kg 9,7 – 15,3 Kg
3 Tahun 10,8 – 18,1 Kg 11,3 – 18,3 Kg
4 Tahun 12,3 – 21,5 Kg 12,7 – 21,2 Kg
5 Tahun 13,7 – 24,9 Kg 14,1 24,2 Kg

Setiap anak yang terlihat kurus dibandingkan dengan anak sebayanya sebenarnya tidak perlu Bunda khawatirkan asalkan berat badan si kecil masih sesuai dengan rentan berat badan berdasarkan usia anak, dan dokter menyatakan sehat. Namun jika berat badan memang di bawah rata-rata anak seusianya Bunda dapat melakukan hal berikut untuk menambahkan berat badan si kecil.

Berikut tips menambahkan berat badan si kecil, diantaranya :

  1. Makanan berkalori tinggi

Anak-anak usia 2 – 3 tahun umumnya membutuhkan kurang lebih 1,000 kkal per hari, dan anak berusia 4 – 8 tahun membutuhkan 1,200 – 1,400 kkal tiap hari. Rata-rata manusia membutuhkan tambahan 3,500 kkal untuk menaikkan 5 ons dari berat tubuhnya. Dengan menambahkan asupan kalori sebesar 500 kkal pada total kebutuhan kalori si kecil setiap harinya, ini akan membantu si kecil mendapatkan tambahan 5 ons per minggu, proporsional untuk anak dengan berat badan kurang.

  1. Tambah asupan lemak

Menambah asupan lemak pada menu makan si kecil adalah cara cepat dan mudah untuk meningkatkan kalori, karena 1 gram lemak mengandung lebih banyak kalori daripada sumber gizi lainnya. Minyak zaitun dan canola, mentega, dan mayonaise trans-fat bisa digunakan sebagai bahan memasak makanan si kecil, dan tambahan 1 sdm dari salah satu bahan tersebut akan meningkatkan jumlah kalori hingga 45 – 120 kkal. Bunda juga dapat memberikan saus krim atau keju leleh pada nasi, pasta, atau sayur-sayuran sebagai cara alternatif menambah kalori pada menu makanan si kecil.

Saat Bunda sedang memasak, ganti bahan-bahan rendah lemak dengan bahan-bahan berkadar lemak tinggi. Contohnya, saat membuat sereal oatmeal, gunakan susu segar daripada mencampurnya hanya dengan air.

  1. Tambah asupan karbohidrat

Karbohidrat termasuk sumber gizi yang kaya akan kalori, 4 kkal/gram, walaupun tidak sebanyak dalam kandungan lemak. Bunda dapat memberikan camilan tinggi karbohidrat untuk si kecil, seperti kismis, buah-buahan kering, dan granola. 250 gram dari salah satu bahan tersebut mengandung setidaknya 240 kkal, cocok juga untuk ditambahkan sebagai isian pudding, yogurt, atau sereal.

Bunda juga dapat menambah asupan karbohidrat harian si kecil dengan menambahkan madu atau sari buah pada buah-buahan segar atau sereal oatmeal.

  1. Kalori dari minuman

Jika si kecil tidak doyan makan, Bunda bisa membantunya untuk menambah berat badan dengan asupan kalori yang terkandung dalam beberapa minuman. Jus buah segar, susu segar, yogurt, dan smoothies yang mengandung yoghurt biasanya memiliki lebih dari 100 kkal per porsinya (8 ons/250 ml). Minuman-minuman ini juga kaya akan vitamin dan mineral, karena produk minuman olahan susu mengandung protein hingga 8 gram per porsinya. Bunda dapat membeli susu formula khusus tumbuh kembang anak rasa coklat atau vanilla yang tersedia di supermarket atau apotik.

  1. Makan teratur

Upayakan jangan melewatkan waktu makan: melewatkan waktu makan akan menghilangkan kesempatan si kecil untuk mendapat asupan kalori yang cukup untuk beraktivitas seharian. Biasakan makan 3 kali sehari dengan 2 kali makan selingan di antara jam makan yang normal.

  1. Porsi lebih besar

Hidangkan dua porsi roti lapis sekaligus, dibanding hanya memberi satu tangkup saja. Sediakan susu dalam gelas yang lebih besar, atau mangkuk besar untuk sereal, dan buah-buahan yang berukuran lebih besar.

  1. Hidangkan selai kacang, kacang-kacangan, alpukat, dan minyak zaitun

Makanan tersebut kaya akan lemak sehat dan bisa dijadikan tambahan asupan pada menu makanan untuk si kecil yang gemar berolahraga. Nutrisi yang terkandung dalam makanan ini akan membantu pemulihan peradangan yang mungkin disebabkan oleh cedera saat si kecil berolahraga. Makanan yang kaya akan lemak sehat mengandung kadar kalori yang tinggi pula. Tambahkan irisan kacang almond pada sereal sarapan atau salad. Buatkan roti lapis yang ditambahkan dengan selai kacang, atau hidangkan saus guacamole dari alpukat sebagai teman camilan kentang goreng si kecil (tanpa lemak jenuh).

Baca : Haruskah Si Kecil Menghabiskan Porsi Makannya?