Beranda Persalinan Tips Mengenali Tanda Bayi Lapar dan Kenyang ASI

Tips Mengenali Tanda Bayi Lapar dan Kenyang ASI

Memberikan ASI eksklusif memang dambaan bagi orang tua baru. Karena manfaat ASI yang luar biasa yang akan mempengaruhi tumbuh kembangnya sampai dewasa kelak. Namun tahukah Bunda banyak yang belum mengetahui kapan ASI sebaiknya diberikan kepada bayi, dan menghentikan proses menyusui. Karena bayi belum dapat berbicara bahwa dirinya lapar dan sudah kenyang. 

Namun bayi memiliki tanda primitif yang merupakan simbol yang dikeluarkan dari bahasa tubuhnya yang menandakan dirinya sedang lapar dan sudah kenyang. Berikut tanda bayi lapar dan kenyang / sudah cukup ASI yang dapat Bunda ketahui, diantaranya :

Tanda bayi lapar ingin menyusu ASI

Beberapa tanda yang biasanya ditunjukkan bayi saat ingin menyusu ASI adalah sebagai berikut:

  • Menjulurkan lidahnya ke luar.
  • Mengisap kepalan tangannya sendiri.
  • Mengecapkan bibirnya seolah sedang mengisap atau mengunyah sesuatu.
  • Mulut bayi terbuka dan tertutup berkali-kali.
  • Mulut bayi spontan terbuka saat pipinya disentuh (refleks rooting).
  • Terlihat tidak nyaman, rewel, merengek, dan menangis kencang.
  • Mengarahkan kepalanya ke payudara Bunda.

Tanda bayi sudah cukup menerima ASI

Sebenarnya tidak sulit untuk mengetahui ketika bayi sudah cukup menyusu. Berbagai tanda yang harus Bunda  perhatikan ketika bayi sudah kenyang menyusu ASI eksklusif maupun ASI sampai usia 2 tahun, adalah sebagai berikut:

  • Payudara Bunda terasa lebih lunak setelah menyusu, karena ASI di payudara telah kosong. 
  • Bayi terlihat puas dan senang setelah menyusu. 
  • Bayi tidak menunjukkan tanda kelaparan dan rewel lagi.
  • Ritme atau pergerakan mulut bayi saat menghisap payudara atau botol dot tampak melambat. 
  • Bayi melepas pegangannya perlahan-perlahan dari payudara atau botol dot.
  • Posisi tubuh bayi tampak lebih nyaman ketimbang sebelumnya saat kelaparan.
  • Berat badan bayi terus bertambah dan kembali semua pada 10-14 hari setelah lahir serta tidak turun lebih dari 10% dibanding berat lahir
  • Pada bulan pertama, bayi akan buang air besar setidaknya 3 kali sehari dan berubah warna menjadi kekuningan dalam 5 hingga 7 hari pertama kelahiran bayi. Selain itu, akan mengalami buang air besar yang lebih sedikit atau melewatkan beberapa buang air besar selama beberapa hari setelah usia 1 bulan.
  • Frekuensi buang air kecil >6 kali sehari dengan urine berwarna jernih dan tidak kekuningan.

Mengetahui tanda-tanda bayi sudah kenyang dan cukup menyusu ASI eksklusif maupun sampai usianya 2 tahun adalah cara tepat untuk tahu kapan harus berhenti menyusu.