Beranda Kehamilan Tips Menghadapi Kehamilan Kembar Dengan Benar Agar Sehat Hingga Kelahiran

Tips Menghadapi Kehamilan Kembar Dengan Benar Agar Sehat Hingga Kelahiran

Kehamilan kembar memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan kehamilan tunggal. Oleh sebab itu perlu kewaspadaan dan penanganan yang khusus bagi para Bunda yang saat ini memiliki kehamilan kembar.

Berikut tips yang dapat Bunda dan pangan lakukan untuk menjalani kehamilan kembar agar sehat hingga proses kelahiran, diantaranya:

  1. Kurangi aktivitas berat atau yang berbahaya

Pada awal masa kehamilan segala aktivitas berat atau berbahaya perlu dihindari. Sebab pada masa-masa trimester awal merupakan awal pembentukan janin beserta organ-organnya. Oleh karenanya segala aktivitas yang dapat menyebabkan trauma atau keguguran sebaiknya dihindari.

  1. Jangan sembarang minum obat

Selain mengurangi aktivitas berat pada trimester awal, kebiasaan menggunakan atau mengkonsumsi sembarang obat sebaiknya dihindari. Walaupun tidak selamanya dapat menyebabkan keguguran, beberapa kebiasaan sering mengkonsumsi obat sembarangan memiliki eke membuat janin atau bayi saat lahir menjadi cacat. Hal ini bisa berasal dari obat yang dikonsumsi sehari-hari. Apabila anda sakit, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu mengenai obat apa yang cocok, walaupun itu hanya obat flu atau sakit kepala.

  1. Penuhi nutrisi

Ketika memiliki bayi kandungan kembar, maka kebutuhan nutrisi untuk keperluan pertumbuhan bayi juga meningkat dua kali lipat. Hal ini disebabkan kebutuhan nutrisi yang disalurkan melalui plasenta juga terbagi dua kepada bayi. Jika nutrisi yang dikonsumsi Ibu kurang, atau dalam jumlah seperti biasanya bisa menyebabkan terjadinya kekurangan nutrisi yang berdampak terganggunya pertumbuhan bayi. Dampak dari kekurangan nutrisi ini menyebabkan bobot tubuh bayi saat lahir dapat rendah atau dengan kata lain berat badan lahir rendah. 

Pada umumnya Ibu dengan postur tubuh kecil memiliki resiko memiliki bayi kecil. Terlebih lagi jika bayinya kembar. Maka ada kemungkinan bayi yang lahir akan dibawah berat badan normal. Hal ini dapat beresiko pada bayi, dimana bayi dapat mengalami sindrom gangguan napas yang beresiko pada bayi-bayi kecil. Selain itu, bayi kecil lebih beresiko hipotermi atau kehilangan panas. Oleh karenanya, Ibu dengan postur kecil harus lebih ekstra dalam pemenuhan gizi, serta mengurangi aktivitas berat agar asupan dan penggunaan energi dapat memenuhi untuk kedua bayi kembar. 

  1. Terapi bila ada gejala mual dan muntah

Mual dan muntah atau dikenal dengan morning sickness mungkin sering terjadi pada trimester awal kehamilan dan dianggap biasa. Namun, pada Ibu dengan kehamilan ganda (kembar) tingkat kejadian mual dan muntah lebih tinggi dan lebih parah. Mual dan muntah pada kehamilan dipengaruhi oleh hormon chorionic gonadotropin (hCG). Semakin tinggi hCG, maka efek terjadinya mual dan muntah semakin tinggi. Hormon ini hanya didapatkan pada wanita hamil, dan jumlahnya akan lebih tinggi pada Ibu yang dengan kehamilan ganda atau hamil anggur (mola hidatidosa) dibanding dengan Ibu dengan janin tunggal. 

Oleh karenanya, jika mual dan muntah pada Ibu dengan janin kembar dibiarkan, maka akan berdampak dengan terjadinya kekurangan nutrisi. Hal ini dikarenakan nutrisi dari makanan yang dimuntahkan atau karena nafsu makan yang menurun (karena takut muntah). Oleh karena itu, Ibu yang dengan kondisi seperti ini, tidak boleh menganggap remeh mual dan muntah dan perlu segera melakukan terapi jika terjadi terus-menerus dan sampai menyebabkan tubuh menjadi lemah. 

  1. Jangan khawatir pertambahan bobot tubuh lebih besar

Sebagaimana prinsip pertambahan massa, ketika hamil maka tubuh akan tampak bertambah besar. Hal ini dikarenakan semakin berkembangnya janin yang membuat kandungan semakin membesar. Tentu pembesaran kandungan yang tampak akan disertai dengan pertambahan bobot tubuh. Ketika memiliki janin kembar, anda tidak perlu heran atau khawatir bila tubuh anda tampak lebih besar dari wanita hamil lainnya dengan janin tunggal. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan bayi anda terjaga, dengan asumsi bahwa pertumbuhan tiap bayi dalam kandungan sama dengan bayi pada kehamilan tunggal normal. Maka jika dihitung dengan janin kembar, tentu beban atau bobot yang dirasakan akan lebih besar. 

Justru Sang Ibu perlu khawatir jika didalam kandungannya terdapat janin kembar, namun jika dibandingkan dengan Ibu lain yang hamil tunggal justru memiliki bobot atau besar kandungan yang sama, maka Ibu yang dengan hamil kembar perlu khawatir terhadap kemungkinannya terganggunya perkembangan janin (kemungkinan janin memiliki bobot dibawah normal). Oleh karenanya, Ibu hamil perlu rutin mengukur tinggi kandungan serta menimbang berat badannya. 

  1. Jangan mengkonsumsi obat sembarangan

Pada proses kehamilan terutama Trimester awal, terjadi proses pembentukan organ-organ janin. Proses ini sangat dipengaruhi oleh kondisi serta lingkungan janin semasa pertumbuhan. Kelainan-kelainan bawaan yang sering kita lihat atau kita dengar, umumnya karena terjadi gangguan pertumbuhan pada proses ini. Salah satu yang mempengaruhi proses ini adalah adanya riwayat mengkonsumsi sembarangan obat. Ketika sang Ibu sakit, baik sakit kecil atau besar, banyak Ibu yang sembarangan membeli obat di apotik dan mengkonsumsinya tanpa berkonsultasi. Ternyata, banyak obat yang memiliki sifat mengganggu pertumbuhan janin, sehingga dapat menyebabkan janin lahir dengan cacat atau kelainan bawaan. Bila anda sedang sakit saat hamil, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter kandungan terlebih dahulu, agar dapat diberikan terapi yang cocok, atau obat yang tidak menyebabkan kelainan bawaan pada bayi kelak.

  1. Senam hamil

Pada Saat hamil, sering terdengar bahwa sebaiknya aktivitas berat dikurangi. Hal ini bukan berarti tidak boleh beraktivitas sama sekali. Salah satu aktivitas yang dapat dilakukan oleh Ibu hamil adalah senam dengan gerakan khusus untuk Ibu hamil. Hal ini untuk mempermudah rotasi bayi dalam kandungan, serta mempermudah saat proses kelahiran nantinya. Oleh karena itu, bagi Ibu hamil perlu bertanya kepada dokter atau bidannya seputar senam hamil serta frekuensi untuk senamnya. 

  1. Kontrol ke dokter kandungan

Hal terbaik untuk mengetahui kehamilan adalah dengan mengunjungi dokter atau bidannya, setelah Ibu merasa siklus haidnya tertahan. Ibu dapat melakukan tes urin dengan pemeriksaan stik yang dapat diperoleh dengan mudah di apotik. Setelah itu, Ibu berkunjung ke dokter atau bidannya untuk mendapatkan pemeriksaan lanjut seputar kehamilannya. 

Selain pada masa kehamilan, kontrol rutin ke dokter atau bidan juga penting untuk mengamati pertumbuhan janin serta kemungkinan umur janin. Dari hal tersebut dapat diketahui perkiraan kehamilan baik berdasarkan riwayat haid, ataupun dengan pemeriksaan Ultrasonografi (USG). Pada USG, dapat terlihat berat janin, jenis kelamin serta menskrining bila terdapat kelainan-kelainan pada janin atau kandungan. Tanyalah kepada dokter atau bidan untuk jadwal-jadwal kunjungan selanjutnya, umumnya Ibu hamil akan diberitahu jadwal kunjungan selanjutnya.