Beranda Kehamilan Tips Menghindari Stretch Mark Pada Kehamilan

Tips Menghindari Stretch Mark Pada Kehamilan

Stretch mark atau dalam bahasa klinis disebut dengan Stretch Gravidarum, merupakan trauma bekas peregangan berlebihan pada kulit.

Awalnya berupa guratan kemerahan dan lama-kelamaan menjadi garis berwarna keputihan hingga kecoklatan bergantung pada warna asli kulit.

Seiring dengan pertumbuhan janin, kulit mengalami peregangan melebihi daya elastisitasnya. Jika kulit tidak cukup lembab dan kemampuannya memproduksi Ceramide (komponen sejenis lemak yang berpengaruh pada elastisitas kulit) tidak bisa mengimbangi peregangan yang terjadi, maka timbullah stretch mark.

Uniknya, stretch mark juga dapat dipicu oleh ketidakseimbangan hormon, sehingga kemampuan kulit untuk beregenerasi dan memproduksi Ceramide terganggu. Kehadiran stretchmark juga kerap menjadikan tekstur kulit tidak rata, lebih kasar ataupun lebih tipis dibanding tekstur kulit sehat di sekitarnya.

Berikut beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk mencegah munculnya stretch mark selama masa kehamilan:

  • Mengonsumsi cukup protein dan cukup tidur. Selain bermanfaat bagi janin, protein juga berperan untuk meregenerasi sel termasuk sel kulit.
  • Jaga agar penambahan berat badan sesuai dengan yang dianjurkan, berdasarkan perkembangan janin. Penambahan berat badan secara cepat dan berlebihan hanya akan memperparah kondisi stretch mark.
  • Oleskan krim pelembab ke seluruh tubuh sejak awal kehamilan, khususnya bagian perut, lengan atas, paha, dan panggul.
  • Hindari untuk menggaruk karena akan memperparah kondisi kulit dan menyebabkan terjadinya jaringan parut.
  • Gunakan krim anti stretch mark atau minyak zaitun.
  • Konsumsi air dengan cukup, untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan melembabkan kulit. Dengan mengkonsumsi air dengan cukup yakni 8-10 gelas perhari, dan buah-buahan yang mengandung air, akan membantu kulit tetap lembab dan tidak kering.

Lebih baik mencegah dari pada mengobati ya sahabat Bunda, oleh sebab itu penggunaan minyak pelembab dapat dimulai sejak awal kehamilan agar kulit tetap lembab dan elastis saat tubuh mulai bertambah dan kulit mulai merenggang.