Beranda Persalinan Tips Relaktasi Setelah Berhenti Menyusui

Tips Relaktasi Setelah Berhenti Menyusui

Bagi Bunda yang bekerja diluar rumah dan ditugaskan untuk pergi ke luar kota membuat proses menyusui menjadi terganggu. Proses laktasi secara langsung cenderung akan berkurang dan mungkin saja terhenti beberapa waktu. Lalu bagaimana jika setelah terhentinya proses menyusui dan bayi tidak menginginkan menyusui langsung kembali?

Dalam proses laktasi, terdapat istilah relaktasi. Relaktasi itu sendiri merupakan proses menyusui kembali setelah beberapa minggu / hari berhentinya menyusui atau upaya mengeluarkan ASI kembali secara alami setelah ASI berhenti. 

Relaktasi sebenarnya merupakan praktik menyusui kembali bayi langsung ke payudara setelah tidak menyusui dalam kurun waktu tertentu. Menurut dr William Sears, dokter anak dan penulis lebih dari 30 buku parenting, menyusui setelah berhenti disebut induced lactation. Walaupun sulit sehingga butuh perjuangan, namun ASI kembali datang sangat mungkin terjadi.

Beberapa penelitian menunjukkan keberhasilan relaktasi cukup signifikan jika Bunda melakukannya dibantu dengan tenaga ahli laktasi, dan dilakukan saat kondisi bayi masih kecil dibawah usia 3 bulan. 

Proses relaktasi juga dapat dilakukan sebagai metode perbaikan pada bayi yang bingung puting, sehingga bayi menolak disusui secara langsung karena lebih memilih botol susu, metode ini sebaiknya dilakukan pada usia bayi dibawah 3 bulan. 

Bagaimana melakukan relaktasi yang efektif

Beberapa cara relaktasi yang paling efektif dapat dilakukan dengan beberapa cara. Hal yang utama tentu saja dengan melakukan kontak fisik dari kulit ke kulit antara Bunda dan bayi, tidak menggunakan dot sama sekali lebih baik, serta melakukan durasi menyusui lebih sering. 

Sebenarnya terdapat beberapa tahapan yang perlu Bunda lakukan sebagai upaya melakukan relaktasi, cara tersebut diantaranya :

  • Hand express atau pompa ASI

Metode ini adalah metode umum untuk merangsang ASI keluar kembali/ meningkatkan produksi ASI kembali. Karena memompa payudara akan memberikan sinyal pada tubuh untuk memproduksi ASI. lakukan pompa dengan jadwal yang teratur dan gunakan pompa ASI yang dapat menghisap dan mengosongkan payudara secara maksimal. Lakukan minimal 2 jam sekali, dan tingkatkan durasi pompa saat malam hari antara pukul 2-3 pagi, karena hormon prolaktin sedang tinggi. 

  • Lakukan kontak langsung dari kulit ke kulit

Metode ini akan meningkatkan refleks secara alami dan tentu meningkatkan bonding antara Bunda dan bayi. Bunda dapat menggendongnya dengan tanpa baju, dan berpelukan. Upaya ini agar bayi mengenali bau tubuh Bunda kembali.

  • Hindari menggunakan botol susu

Penggunaan botol susu justru akan memperparah penolakan bayi saat disusui langsung. Karena proses menghisap botol dengan puting sangatlah berbeda. Upayakan simpan rapat-rapat botol susu dan jauhkan dari pandangan. Karena saat proses relaktasi berlangsung Bunda akan mudah stress dan putus asa sehingga kembali menggunakan botol susu. 

  • Hindari menggunakan empeng

Sama seperti botol susu, bayi cenderung menyukai empeng dibandingkan puting. Maka simpanlah rapat-rapat empeng bayi Bunda ya.

  • Coba ubah posisi menyusui

Bunda dapat mengganti posisi menyusui yang nyaman untuk Bunda dan bayi, usahakan agar bayi mendapatkan posisi dan perlekatan yang terbaik. Jika pada tahap ini bayi menangis histeris Bunda dapat sambil menggendongnya dan mengayun-ayunkannya saat menyususi. Karena bayi cenderung lebih tenang saat digendong dan diayun dan lebih mudah menerima keberadaan puting Bunda. 

  • Sediakan waktu 24 jam bersama bayi pada minggu pertama relaktasi

Pada saat relaktasi Bunda perlu bersama bayi 24 jam dan terus melakukan kontak dengan bayi, karena saat ini Bunda mengenalkan keberadaan Bunda. Metode ini sangat penting karena jika Bunda meninggalkan bayi saat relaktasi, maka proses relaktasi pasti akan gagal. 

  • Bersabar, tidak perlu terburu-buru

Proses relaktasi sangat memakan tenaga, perasaan dan waktu. Bunda perlu bersabar dan memantapkan diri atas perjuangan Bunda untuk melakukan relaktasi.  

  • Menggunakan alat relaktasi 

Bagi Bunda yang ASI nya sudah terhenti, perlu menggunakan alat relaktasi untuk memancing ASI keluar. Yaitu alat berupa selang nasal (selang NGT silikon) yang di tempelkan pada payudara dan dan disambungkan pada susu formula, lalu bayi tetap menghisap payudara Bunda namun susu formula lah yang keluar, yang telah disambungkan melalui selang NGT. 

  • Minta bantuan konselor laktasi yang berkompeten

Tips terakhir ini adalah metode yang paling penting, karena keberhasilan proses relaktasi sangat tinggi jika Bunda mendapatkan pendampingan langsung dengan konselor laktasi yang berkompeten. Bunda akan diberikan arahan dan bimbingan tiap tahap perkembangan proses relaktasi itu berlangsung.