Beranda Anak Yuk, Kenali Stunting Dan Cara Pencegahannya

Yuk, Kenali Stunting Dan Cara Pencegahannya

Memiliki buah hati yang pintar dan memiliki tubuh ideal tentu harapan semua orang tua, karena dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Tahukah Bunda salah satu masalah gizi adalah stunting. Apakah itu stunting?

MENGENAL STUNTING 

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Gejala Stunting 

Dampak stunting umumnya terjadi disebabkan kurangnya asupan nutrisi pada 1.000 hari pertama anak. Hitungan 1.000 hari di sini dimulai sejak janin sampai anak berusia 2 tahun. Permasalahan stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru akan terlihat ketika anak sudah menginjak usia dua tahun. Awal kehamilan sampai anak berusia dua tahun (periode 1000 Hari Pertama Kehidupan) merupakan periode kritis terjadinya gangguan pertumbuhan, termasuk perawakan pendek. 

Gejala stunting pada anak diantaranya :

  • Anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya
  • Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya
  • Berat badan rendah untuk anak seusianya
  • Pertumbuhan tulang tertunda 

FAKTOR PENYEBAB STUNTING

Stunting pada si kecil dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :

  • Faktor Eksternal 

Faktor lingkungan yang berperan dalam menyebabkan perawakan pendek antara lain status gizi ibu, tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, dan angka kejadian infeksi di awal kehidupan seorang anak. 

  • Faktor Internal

Selain faktor lingkungan, juga dapat disebabkan oleh faktor genetik dan hormonal. Akan tetapi, sebagian besar perawakan pendek disebabkan oleh malnutrisi.

EFEK STUNTING UNTUK SI KECIL

Jika gizi tidak dicukupi dengan baik, dampak yang ditimbulkan memiliki efek jangka pendek dan efek jangka panjang. 

  • Gejala stunting jangka pendek meliputi hambatan perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, perkembangan otak yang tidak maksimal yang dapat mempengaruhi kemampuan mental dan belajar tidak maksimal, serta prestasi belajar yang buruk.
  • Gejala jangka panjang meliputi obesitas, penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis.

TIPS PENCEGAHAN STUNTING

Stunting dapat dicegah mulai dari Bunda merencanakan kehamilan, berikut tips pencegahan stunting yang dapat Bunda lakukan:

Pencegahan dari tahap perencanaan kehamilan :

Sebelum memasuki masa kehamilan, Ibu dapat mempertimbangkan untuk melakukan beberapa rekomendasi berikut ini:

  • Menganut gaya hidup sehat, termasuk rutin melakukan aktivitas fisik
  • Tidak mengonsumsi alkohol dan nikotin (merokok)
  • Mengontrol kondisi kesehatan kronis, seperti diabetes dan hipertensi
  • Melakukan tes screening, merawat, dan mencegah infeksi penyakit
  • Mendapatkan semua imunisasi yang dibutuhkan
  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang (sayur, buah, protein, ikan laut, dan lemak penting)
  • Menambah asupan nutrisi dari suplemen, seperti asam folat

Pencegahan saat masa kehamilan

Memasuki masa kehamilan, kebutuhan nutrisi Bunda semakin bertambah. Namun, perlu ditekankan bahwa Bunda tidak perlu menambah porsi makan. Daripada jumlah makanan yang dikonsumsi, memperhatikan keseimbangan dalam setiap menu makan lebih penting dan merupakan salah satu langkah mencegah stunting pada si Kecil.

Beberapa nutrisi penting ini seringkali perlu perhatian lebih, di antaranya:

  • Zat besi, yodium, kalsium, zinc, magnesium
  • Vitamin A, B6, B12, C, D, E, termasuk asam folat
  • Asam lemak omega-3

Pencegahan saat masa menyusui

Meski sudah dilahirkan, si Kecil masih bergantung pada Ibu untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Nutrisi yang dimaksud ini berasal dari ASI dan merupakan pilihan terbaik sebagai sumber makanan untuk mencegah stunting pada si Kecil. Pemberian ASI eksklusif bahkan sangat direkomendasikan selama enam bulan pertama.

Komposisi dari ASI dapat secara optimal diadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan membantu si Kecil dengan cara:

  • Mendukung daya tahan tubuh dan menjaga si Kecil dari infeksi
  • Mendukung pertumbuhan saraf secara optimal
  • Menurunkan risiko obesitas dan penyakit berbahaya seperti diabetes seiring bertambahnya usia

Pencegahan saat anak mulai makan

Untuk mencegah stunting , konsumsi protein sangat mempengaruhi pertambahan tinggi dan berat badan anak di atas 6 bulan. Anak yang mendapat asupan protein 15 persen dari total asupan kalori yang dibutuhkan terbukti memiliki badan lebih tinggi dibanding anak dengan asupan protein 7,5 persen dari total asupan kalori. Anak usia 6 sampai 12 bulan dianjurkan mengonsumsi protein harian sebanyak 1,2 g/kg berat badan. Sementara anak usia 1–3 tahun membutuhkan protein harian sebesar 1,05 g/kg berat badan.

Baca : Tips Menaikan Berat Badan Anak