Beranda Kehamilan 5 Syarat Puasa Bagi Ibu Hamil Trimester Akhir

5 Syarat Puasa Bagi Ibu Hamil Trimester Akhir

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat indah bagi umat Islam, karena mereka bisa menjalankan ibadah puasa yang bisa membawa kedamaian di hati. Itulah mengapa, meski tidak diwajibkan, masih banyak bunda yang tengah hamil tetap ingin menjalankan puasa sebagai ibadah. Khusus bagi bunda yang usia kehamilannya sudah memasuki trimester akhir, ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi bila ingin berpuasa. Simak syarat-syarat puasa untuk bunda yang berada pada kehamilan trimester akhir di sini.

Syarat Puasa Bagi Ibu Hamil Di Trimester Akhir

Kehamilan trimester akhir biasanya dimulai di usia kehamilan 7 bulan sampai 9 bulan atau menjelang masa persalinan. Di trimester ini, bunda mungkin sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan diri untuk menghadapi proses persalinan.

Walau puasa adalah aktivitas yang terbilang aman untuk dilakukan oleh bunda yang tengah hamil. Namun memasuki trimester terakhir kehamilan, bunda membutuhkan asupan gizi dan nutrisi yang sangat besar untuk pertumbuhan janin sekaligus sebagai persiapan energi untuk persalinan. Itulah mengapa, ada syarat-syarat yang perlu bunda penuhi bila ingin berpuasa di masa kehamilan. Berikut syarat-syaratnya:

  • Memenuhi Kebutuhan Harian

Bunda penuhi memenuhi asupan setiap harinya sekitar 2200–2500 kilo kalori. Asupan ini terdiri dari 50 persen karbohidrat, 30 persen protein hewani, dan nabati, seperti ikan, telur, daging, tahu, susu, dan tempe, serta 20 persen lemak sehat, misalnya kacang-kacangan.

Bunda perlu memenuhi asupan tersebut, karena puasa pada dasarnya hanyalah sekadar menggeser waktu makan, yaitu sarapan menjadi makan sahur, makan siang di waktu buka puasa, dan makan malam sedikit setelah shalat Tarawih.

  • Kondisi Kesehatan Terjaga

Ingat bunda, kondisi tiap orang itu berbeda-beda. Beberapa orang mungkin masih sanggup berpuasa di trimester ketiga, namun ada juga yang tidak. Kesehatan bunda dan janin sangat penting, mengingat sebagian bunda memiliki kondisi tubuh yang cepat lemas dan lelah bila dipaksakan untuk berpuasa. Ini yang akan dikhawatirkan dapat memperburuk keadaan bunda dan janin.

Tak hanya itu, trimester akhir bisa membuat bunda didera perasaan was-was karena menunggu kelahiran sang buah hati. Nah, bila kondisi perut dibiarkan kosong selama 14 jam, kemungkinan bisa membuat bunda bertambah cemas. Bila hal-hal tersebut terjadi, sebaiknya jangan melanjutkan puasa.

  • Keseimbangan Gizi

Pada trimester akhir kehamilan, bunda membutuhkan berbagai macam asupan nutrisi yang dapat memberi energi tambahan untuk proses persalinan nanti. Jadi, jangan lewatkan waktu sahur dan berbuka puasa. Perhatikan kualitas dan kuantitas menu sahur dan berbuka puasa bunda. Usahakan agar bunda mendapatkan asupan gizi yang seimbang dari makanan yang dikonsumsi.

Selain dari makanan, memenuhi kebutuhan nutrisi dengan mengonsumsi suplemen vitamin. Ini karena nutrisi yang bunda dapatkan  bukan dari makanan saja tetapi juga dari beberapa vitamin. Beberapa suplemen yang perlu bunda konsumsi selama masa kehamilan, diantaranya asam folat, kalsium, dan zat besi.

  • Tubuh Terdehidrasi

Tidak minum selama belasan jam saat berpuasa, bisa membuat bunda kekurangan cairan, bahkan rentan mengalami dehidrasi. Hal ini tentunya berbahaya bagi kondisi janin di dalam kandungan. Karena itu, bunda perlu memenuhi kebutuhan cairan selama puasa dengan minum air putih setidaknya 8 gelas setiap hari. Atau bunda bisa minum 4 gelas pada sahur dan 4 gelas sesudahnya.

  • Tidak Ada Masalah Kesehatan Baik Bunda dan Janin

Catatan lainya bagi bunda yang hamil di trimester terakhir, bunda bisa berpuasa saat tekanan darah bunda terbilang normal, tidak ada riwayat anemia, tidak memiliki penyakit gula, janin dalam kondisi yang baik, dan berat bayi sudah sesuai.

Itulah beberapa syarat bagi bunda yang tengah hamil trimester akhir dan ingin menjalankan ibadah puasa. Namun, bila bunda sudah merasa sangat lemas, detak jantung meningkat, dan serasa ingin pingsan, maka stop puasa bunda dan segera hubungi dokter.