Beranda Keluarga Ajarkan Hal Ini Kepada Anak Ketika Melihat Tindakan Bullying

Ajarkan Hal Ini Kepada Anak Ketika Melihat Tindakan Bullying

Perilaku perundungan atau bullying kerap terjadi, baik dilingkungan sekolah anak atau di tempat bermainnya. Perilaku yang menyerang dan mengintimidasi seseorang secara sengaja, serta dapat terjadi dalam bentuk kekerasan fisik, seperti memukul atau menendang, lalu juga bisa dalam bentuk verbal, misalnya mengejek atau mempermalukan seseorang.

Jika anak bunda mendapatkan perundungan atau melihat prilaku ini, maka ada beberapa hal yang bisa bunda ajarkan ke Si kecil untuk bersikap. Lalu apa saja itu,  berikut kerangkanya untuk bunda simak. 

Sikap yang Perlu Diajarkan pada Anak Saat Melihat Bullying

Kemungkinan respon yang terjadi saat melihat prilaku perundungan atau bullying adalah saksi terlalu bersimpati dan yang kedua saksi terlalu cuek. Maksudnya apa sih?. Maksudnya, dari respom yang pertama adalah saksi terlalu besimpati dengan korban perundungan, sehingga ia ikut merasa tersiksa dengan kejadian yang ia lihat. Terkadang saksi perundungan pada respon pertama ini, juga merasa bersalah, tidak berdaya, cemas dan depresi.

Lalu pada saksi perundunan respon cuek, ia merasa tidak perlu membantu si korban, karena ia merasa akan ada orang lain yang akan membantu. Respon ini kerap muncul, saat perilaku perundungan terjadi ditempat umum. 

Respon pertama dan respon kedua tentunya merugikan kedua belah pihak, baik saksi maupun si korban sendiri. Karena hal itu, orang tua perlu mengajarkan kepada anak, bagaimana untuk mengambil sikap saat melihat perilaku tidak terpuji ini. Berikut ini, ada beberapa hal yang bisa bunda ajarkan kepada Si kecil saat melihat tindakan perundungan: 

  • Jangan ikut mem-bully

Mungkin saat anak bermain dengan teman, anak belum paham, bahwa mengejek dan menertawakan teman sepermainan merupakan tindakan perundungan. Kemungkinan anak tertawa, akibat hal tersebut dianggap lucu dan tertawa bersama sang pelaku.

Jika bunda melihat hal tersebut atau mendengar hal tersebut dari cerita Si kecil. Bunda perlu menjelaskan pada Si kecil, jika tindakan yang ia lakukan dan hal lainya yang termasuk perundungan. Katakan padanya untuk tidak ikut melakukan hal tersebut atau ikut menertawakan korban. 

Karena saat Si kecil memberikan respon positif, seperti tertawa terhadap tindakan perundungan, membuat pelaku merasa tidak bersalah. Bunda bisa mengajarkan Si kecil untuk mengajak teman-teman di sekitarnya yang melihat perilaku tidak terpuji ini, untuk tidak ikut serta dan tidak memberikan respon positif kepada pelaku, sehingga pelaku akan merasa bersalah akibat tindakan nya.

  • Laporkan kepada orang dewasa

Ajarkan Si Kecil untuk melaporkan tindakan bullying pada orang dewasa, misalnya pada guru atau orang tua, dan menceritakan kejadian yang ia lihat. Dengan begitu, Si Kecil akan membantu menghentikan tindakan bullying dengan aman.

Bunda bisa ajarkan Si kecil untuk melaporkan tindakan perundungan pada orang dewasa, seperti guru atau orang tua saat ia melihat tindakan perundungan. Perilaku ini membuat Si kecil untuk membantu menghentikan tindakan perundungan dengan aman.

Perilaku bullying, tidak melulu terjadi secara langsung. Terkadang kejadian ini dapat terjadi di dunia maya. Jika hal ini terjadi, bunda bisa meminta Si kecil untuk melapor pada bunda ataupun guru ketika menemukan foto, video, serta komentar di media sosial yang tergolong bullying. Bunda juga bisa meminta Si kecil untuk tidak menyebarkan foto atau video tersebut

  • Tegur pelaku perundungan

Jika Si Kecil memiliki keberanian, meminta ia untuk menegur pelaku bullying secara baik-baik. Ketika tidak mendapatkan respons positif dari orang lain, biasanya pelaku akan menghentikan tindakannya tersebut.

Jika Si kecil memiliki keberanian, minta Si kecil untuk menegur pelaku bullying secara baik. Ketika tidak mendapatkan respon positif dari orang lain, biasanya pelaku akan menghentikan tindakan nya.

Akan tetapi, bunda perlu memberitahu Si kecil, menegur pelaku bisa dilakukan jika dirasa aman. Maksudnya, saat bullying yang terjadi berupa kekerasan atau adanya kontak fisik dan terlihat kasar maka, ajarkan Si kecil langsung melaporkan tindakan tersebut kepada orang dewasa.

  • Merangkul korban 

Bunda bisa mengajarkan Si kecil untuk berteman dengan korban bullying, seperti duduk bersamanya di kelas, makan siang bersama dan bermain bersama saat waktu istirahat. Karena tindakan yang Si kecil lakukan bisa mencegah tindakan perundungan kembali terjadi, dan korban juga tidak putus asa, kerana korban sar bahwa ada orang yang peduli dan dia tidak sendirian.

  • Jangan memusuhi pelaku 

Kegiatan perundungan, memang bukanlah tindakan yang terpuji. Bunda harus tetap mengajarkan Si kecil untuk tidak memusuhi pelaku atau membicarakan hal jelek tentang pelaku bullying, Bagaimanapun Si kecil harus tetap bersikap baik kepada teman-temanya.

Meminta  menjauhinya untuk keaman, bunda bisa meminta Si kecil untuk menjaga jarak dan bersikap asertif dengan pelaku. Agar Si kecil tidak ikut ke dalam pergaulan pelaku bullying atau menjadi korban bullying.