Beranda Persalinan Amankah Ibu Menyusui Untuk Minum Obat Flu?

Amankah Ibu Menyusui Untuk Minum Obat Flu?

Di Masa menyusui bunda harus memperhatikan asupan, baik itu makanan dan minuman. Bunda tak bisa sembarang memakan atau meminum sesuatu, karena akan berdampak pada ASI yang diminum Si kecil.

Lalu bagaimana saat bunda diserang flu? Apakah bisa bunda yang menyusui meminum obat flu? Bunda bisa ketahui jawabnya di isini!

Keamanan Konsumsi Obat Flu untuk Ibu Menyusui

Hampir semua obat-obatan yang ada dalam darah akan ditransfer ke ASI sampai pada batas tertentu. Tetapi tenang bunda, karena hanya sebagian besar obat yang mentransfer kandungannya pada tingkat yang rendah dan tidak menimbulkan risiko nyata bagi kebanyakan Si kecil. Namun, ada pengecualian untuk beberapa obat yang terkonsentrasi di dalam ASI. Akibatnya, setiap obat yang dikonsumsi harus dipertimbangkan dengan bijak. 

Satu hal yang perlu bunda ketahui adalah flu tidak akan menyebar atau menular Si kecil melalui ASI. Jadi bunda bisa dengan tenang untuk tetap menyusui Si kecil. Kandungan antibodi dalam ASI yang bisa melindungi bayi yang baru lahir dari penyakit termasuk juga flu. Akan tetapi, saat bunda merasa berat untuk memberikan ASI, bunda bisa memerahnya agar suplai ASI tetap terjaga.

Faktanya, kesehatan dan usia bayi dapat mempengaruhi paparan obat yang terkandung di dalam ASI. Paparan obat dalam ASI menimbulkan risiko terbesar bagi bayi yang baru lahir dan bayi yang secara medis tidak stabil atau memiliki masalah yang berhubungan dengan ginjal. Risiko terpapar kandungan obat melalui ASI sudah menurun pada bayi sehat yang sudah berusia 6 bulan atau lebih. Hal ini karena tubuhnya sudah dapat mengolah kandungan obat secara efisien.

Apakah Obat Flu Aman untuk Bunda yang Menyusui?

Secara keseluruhan, sebagian besar jenis obat resep untuk atasi flu terbilang aman untuk busui. Selain itu, ada juga obat yang dijual bebas yang mampu mengatasi flu dan tetap aman dikonsumsi walau bunda sedang menyusui. Untuk perempuan yang baru saja melahirkan, obat antivirus dapat menjadi pilihan terbaik karena berisiko tinggi alami komplikasi. 

Selain itu, bagi bunda yang menyusui lebih dari satu tahun setelah melahirkan sering membuat jumlah susu yang relatif lebih kecil. Ini mengurangi jumlah obat yang ditransfer ke ASI. Pun obat-obatan yang digunakan dalam dua hari setelah melahirkan pada tingkat yang sangat rendah untuk bayi karena terbatasnya volume ASI yang dihasilkan selama masa ini. 

Tak jarang dokter mungkin menyarankan bunda untuk berhenti menyusui sementara waktu atau permanen, hal ini tergantung pada berapa lama bunda perlu minum obat. Jika bunda hanya perlu masih ragu untuk memberikan ASI ke bayi, ada baiknya untuk memompa ASI dan menyimpannya untuk digunakan kelak jika diizinkan. Namun, jika benar-benar harus berhenti sementara sesuai kata dokter, tetap pompa ASI, kemudian buang untuk menjaga asupan di masa depan.