Beranda Anak Anak Alami Sinusitis, Kapan Harus Periksa Ke Dokter?

Anak Alami Sinusitis, Kapan Harus Periksa Ke Dokter?

Orang dewasa yang memiliki sinus saja bisa sangat merepotkan, bagaimana kejadian ini bisa terjadi kepada anak-anak, sudah pasti anak akan sangat rewel karena sinus yang dimilikinya. 

Namun, bunda perlu memahami kapan harus mewaspadai gejala sinusitis pada anak dan membawanya ke dokter. Sebab, infeksi sinus bisa menjadi parah dan perlu pengobatan. Yuk, bunda simak pembahasannya berikut ini!

Waktu yang Tepat ke Dokter saat Anak Alami Sinusitis

Sebelum membahas lebih lanjut cara penanganan sinus, bunda harus ketahui apa sih sinus itu. Sinus adalah kondisi empat set ruang berongga yang terletak di tulang pipi, dahi, di antara mata, dan di belakang mata dan saluran hidung. Rongga ini dilapisi oleh selaput lendir yang sama, dengan selaput yang melapisi hidung dan mulut.

Saat seseorang mengalami pilek atau alergi dan saluran hidungnya akan menjadi bengkak dan membuat lebih banyak lendir, begitu juga jaringan sinus. Jika tidak dapat mengalir, sinus dapat tersumbat dan lendir dapat terperangkap di dalamnya. Kuman dapat tumbuh di sana dan menyebabkan sinusitis.

Sinusitis sendiri dapat menyebabkan gejala yang bervariasi. Pada anak-anak yang lebih kecil, sinus sering mengalami gejala berupa:

  • Gejala seperti pilek, termasuk hidung tersumbat atau meler.
  • Demam ringan.

Jika Si kecil mengalami demam 5 hingga 7 hari setelah gejala pilek dimulai, itu bisa menjadi terjadinya sinusitis atau infeksi lain (seperti bronkitis, pneumonia, atau infeksi telinga). Jadi, sebaiknya bawa Si kecil untuk melakukan pemeriksaan ke dokter. Tetapi bunda, gejala sakit kepala terkait pilek pada Si kecil tak melulu karena infeksi sinus ya.

Hal ini karena sinus di dahi tidak mulai berkembang sampai Si kecil berusia 9 atau 12 tahun dan belum cukup terbentuk untuk terinfeksi sampai awal masa remaja.

Sementara itu, pada anak-anak dan remaja yang lebih besar, gejala sinusitis yang paling umum adalah:

  • Batuk.
  • Demam.
  • Kemacetan yang semakin parah.
  • Bau mulut.
  • Sakit gigi.
  • Sakit telinga.

Tak jarang gejalanya juga bisa berupa sakit perut, mual, sakit kepala, dan nyeri di bagian belakang mata.

Segera bawa anak ke dokter jika mengalami gejala pilek yang berlangsung lebih dari 7-10 hari tanpa perbaikan, gejala alergi yang tidak hilang dengan obat alergi biasa, atau menunjukkan tanda-tanda lain dari sinusitis yang memburuk, seperti:

  • Nyeri di pipi atau di sekitar mata.
  • Bengkak di sekitar mata.
  • Demam.
  • Pilek yang tampaknya lebih buruk dari biasanya dan tidak kunjung sembuh.

Pengobatan dan Pencegahan

Dokter mungkin meresepkan antibiotik oral untuk mengobati sinusitis yang disebabkan oleh bakteri. Beberapa dokter mungkin merekomendasikan dekongestan dan antihistamin untuk membantu meringankan gejala akibat sinusitis.

Sinusitis yang disebabkan oleh virus biasanya hilang tanpa perawatan medis. Acetaminophen, ibuprofen, dan/atau kompres hangat dapat membantu mengurangi rasa sakit. Cairan saline yang dijual bebas aman dan membantu mencuci hidung serta meredakan banyak gejala yang disebabkan oleh alergi, virus, dan bakteri.

Ada pepatah lebih baik mencegah dari pada mengobati. Kondisi sinus sendiri bisa bunda cegah dengan melakukan perubahan pada gaya hidup. Misalnya saat udara sedang dingin, ada baiknya bunda menggunakan pelembab udara untuk menjaga kelembaban rumah. 

Usaha ini bisa menghentikan udara kering yang mengiritasi sinus dan membuatnya kurang menjadi target infeksi. Namun, jangan lupa untuk membersihkan pelembab ruangan sesering mungkin ya bunda, hal ini bertujuan untuk mencegah pertumbuhan jamur. 

Itulah sedikit pembahasan mengenai sinusitis pada Si kecil. Bila Si Kecil mengalami gejala sinusitis, jangan panik bunda bisa segera hubungi dokter.