Beranda Anak Anak Pura-pura Sakit Agar Tidak Puasa, Gejala Munchausen Syndrome?

Anak Pura-pura Sakit Agar Tidak Puasa, Gejala Munchausen Syndrome?

Menjalankan ibadah puasa merupakan kewajiban bagi umat muslim, termasuk anak-anak yang telah memasuki akhil baliq. Cara mengajarkan anak untuk berpuasa dengan mengajak anak untuk ikut menyiapkan menu berbuka dan sahur serta mengajarkan arti dari puasa. Tapi, bagaimana jika anak sulit untuk diajarkan berpuasa dengan berpura-pura sakit? sikap anak yang seperti ini, mungkin karena ia mengalami munchausen syndrome. Berikut penjelasanya untuk bunda. 

Apa itu Munchausen Syndrome?

Munchausen syndrome atau sindrom pura-pura sakit merupakan jenis gangguan mental. Kebanyakan, pengidap sindrom ini memiliki berbagai keluhan penyakit fisik maupun psikis. Ada beberapa gejala yang paling sering dibuat, misalnya pura-pura sakit atau nyeri pada bagian dada, sakit perut, sakit kepala, demam, gatal serta ruam pada kulit.

Lebih parahnya lagi, bagi pengidap munchausen syndrome tidak akan segan untuk menyakiti dirinya sendiri seperti menjatuhkan diri, konsumsi obat berlebihan, mogok makan, dan melukai bagian tubuh tertentu agar terlihat benar-benar sakit.

Apa sih tujuan pengidap munchausen syndrome? Mereka menginginkan perhatian dari banyak orang dengan mendapatkan rasa empati, rasa iba dan perlakukan baik dari seluruh kerabat. Mereka meyakini, kalau berpura-pura sakit akan mendapatkan kasih sayang serta kebaikan yang mereka butuhkan.

Siapa yang Bisa Mengalami Munchausen Syndrome?

Munchausen syndrome bisa menyerang siapa saja, terutama mereka yang  memasuki awal usia remaja. Walaupun begitu, kondisi ini juga bisa menyerang semua kelompok usia bahkan anak-anak. Sindrom ini juga bisa menjadi kebiasaan yang dilakukan dari kecil hingga dewasa. Jadi, tidak ada salah untuk memantau kondisi kesehatan anak meskipun belum ditemukan penyebab pasti dari kondisi sindrom pura-pura sakit ini.

Bagaimana Memastikan Kesehatan Anak dengan Kondisi Ini?

Untuk menghindari risiko kondisi ini semakin parah, sebaiknya bunda kenali tanda-tanda yang muncul akibat sindrom pura-pura sakit ini.

Ada gejala yang perlu bunda waspadai, seperti anak yang cukup sering meminta untuk diajak ke rumah sakit, meski kondisi kesehatannya terlihat baik-baik saja. Lalu, anak minta perhatian dari anggota keluarga dengan cara sakit, gejalanya muncul hanya pada saat anggota keluarga berkumpul dan memiliki kebiasaan berbohong atau mengarang cerita.

Mengajarkan anak berpuasa memang cukup sulit, apalagi jika ini pengalaman pertama kali bagi mereka menjalankan ibadah puasa. Sebaiknya lakukan cara ini agar bunda bisa mengajarkan anak berpuasa:

  • Berikan Anak Contoh

Mengajarkan anak berpuasa, bisa dimulai dengan memberikan contoh. Kondisi ini akan memudahkan anak untuk mengikuti ibadah puasa yang dilakukan oleh bunda dan juga ayah. Selalu berikan pengertian mengenai puasa pada anak sedari dini ya bunda.

  • Jangan Memaksa Anak

Karena ini pengalaman pertamanya, bunda bisa memberikan sedikit kelonggaran saat anak berlatih puasa. Bunda bisa mengajarkan anak untuk puasa secara perlahan. Ingat bunda, mengajarkan anak puasa dengan memaksanya, bisa menimbulkan resiko kesehatan pada anak loh. 

  • Berikan Penghargaan Jika Anak Berhasil Melalui Puasa

Tidak salah kok, jika bunda dan ayah memberikan Si kecil penghargaan ketika ia berhasil melalui puasa di hari pertamanya. Berikan Si kecil pujian yang tulus, bisa menjadi salah satu penghargaan yang baik untuk anak, selain itu cara ini juga bisa membuat anak menjadi lebih percaya diri. Dengan memberikan pujian pada anak,  dapat membuat mereka merasa mendapatkan kasih sayang, sehingga ia bisa menghindari sindrom pura-pura sakit.