Beranda Persalinan Apa Saja Penyakit Yang Dapat Menular Melalui ASI?

Apa Saja Penyakit Yang Dapat Menular Melalui ASI?

Setelah Bunda melalui masa kehamilan selama sembilan, fase kedua adalah melahirkan, setelahnya adalah menyusui. Kegiatan pemberian ASI ini sangat dianjurkan, karena pemberian ASI penting bagi awal-awal kehidupan Si kecil.

Tidak ada yang menyanggah, banyaknya manfaat yang dimiliki ASI untuk Si kecil. Akan tetapi, banyak pula yang beranggapan bahwa pemberian ASI dapat menularkan virus penyebab penyakit. Tak sedikit Bunda yang memilih untuk melakukan sapih sejak dini karena sakit.

Lalu apakah benar bahwa anggapan itu semuanya benar? Lalu penyakit apa yang dapat ditularkan Bunda dari proses menyusui? Berikut ulasannya untuk Bunda.

Penyakit yang Kemungkinan Ditularkan Melalui Kegiatan Menyusui

Kegiatan menyusui bagi Bunda yang sedang sakit, sebenarnya tidak dilarang, terkecuali, penyakit yang diderita terbilang parah. Nyatanya ada beberapa penyakit yang bisa membuat Bunda menghentikan kegiatan menyusui. Hal ini bertujuan untuk menghindari penularan virus, lalu virus apa saja yang bisa ditularkan melalui pemberian ASI? 

Berikut penularan penyakit melalui ASI, diantaranya:

Infeksi HIV

Infeksi HIV dapat ditularkan Bunda melalui pemberian ASI. Peluang penularan virus ini terbilang kecil dan jarang terjadi. Kemungkinan penularan sebesar 4-22 persen, virus dapat menular melalui air susu Bunda. Sebaiknya Bunda memberikan susu formula untuk menghindari anak tertular penyakit yang sama.

Tubercolosis (TBC)

Penularan TBC kepada Si kecil cukup berbahaya, penularan bisa melalui pemberian ASI, melalui saluran pernapasan, bahkan Si kecil juga bisa tertular melalui pemberian susu formula. Sehingga Bunda perlu melakukan pengobatan hingga tuntas dan dinyatakan aman oleh dokter. Jadi Bunda dapat kembali memberikan ASI kepada Si kecil. Akan tetapi Bunda tidak perlu terburu-buru dalam pemberian ASI, Bunda harus memastikan kondisi Bunda telah aman.

Cacar air

Penundaan pemberian ASI juga perlu Bunda lakukan, jika Bunda terkena virus varicella-zoster (VZV). Virus ini penyebab cacar air, sehingga Bunda harus berpisah sementara dengan Si kecil.  Walau Bunda berpisah dengan Si kecil, Bunda masih bisa memberikan ASI perah kepada Si kecil.

Hepatitis B

Bunda dengan hepatitis masih bisa untuk memberikan ASI. Dengan catatan, Si kecil telah mendapatkan perlindungan berupa HBIG (Hepatitis B Immune Globulin) dalam kurun waktu 24 jam setelah kelahiran. Setelahnya Si kecil juga wajib diberika vaksin hepatitis B setelah lahir. Pemberian vaksin ini, dapat mencegah penularan sebesar 95 persen. Agar lebih aman Bunda bisa melakukan konsultasi kepada dokter.

Obat Kanker

Tidak ada larangan bagi Bunda dengan riwayat kanker tertentu. Tetapi bila Bunda dalam masa pengobatan kanker, sebaiknya Bunda tidak memberikan ASI selama beberapa waktu. Hal ini disebabkan, obat-obatan yang Bunda konsumsi dapat masuk ke dalam ASI sehingga ASI Bunda bisa terkontaminasi dan membahayakan Si kecil. 

Mengingat ASI sangat penting bagi pembentukan imun dan tumbuh kembang Si kecil, Bunda perlu memastikan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin, apakah kegiatan menyusui masih tergolong aman untuk dilakukan.