Beranda Kehamilan Bahaya Mendengkur Pada Ibu Hamil

Bahaya Mendengkur Pada Ibu Hamil

Siapa yang tak tahu mendengkur merupakan gangguan tidur pada seseorang, kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja termasuk pada bunda yang tengah mengandung. Banyak bumil yang mengalami gangguan tidur terutama di malam hari, seiring dengan tumbuh kembang Si kecil di dalam kandungan. Sehingga resiko mendengkur atau gangguan tidur menjadi lebih besar setelah memasuki trimester ketiga. 

Akan tetapi kondisi ini harus bunda waspadai, karena mendengkur bisa menjadi salah satu tanda bahaya pada kondisi tubuh. Berikut ulasanya untuk bunda.

Dampak Sleep Apnea pada Ibu Hamil  

Gangguan tidur seperti mendengkur mungkin hal yang biasa, tetapi jika dialami bunda saat masa kehamilan bisa menjadi suatu pertanda buruk dengan kehamilan bunda loh, dan ini bisa menjadi dampak negatif bagi bunda dan juga Si kecil dalam kandungan.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab bunda mengalami kondisi mendengkur, seperti terjadinya perubahan hormon dan peningkatan berat badan. Jika bunda mendengkur sebanyak tiga kali atau lebih dalam satu minggu, biasanya meningkatkan risiko gangguan persalinan, operasi caesar serta mempengaruhi ukuran bayi yang dilahirkan. Berikut dampak mendengkur atau sleep apnea selama masa kehamilan: 

  • Berat badan bayi rendah 

Sleep apnea bisa dipengaruhi oleh kondisi bayi dalam kandungan, terutama pada berat badan. kondisi mendengkur pada kehamilan bisa disebut rentan melahirkan bayi dengan berat badan rendah atau di bawah rata-rata. Sayangnya, bayi yang lahir dengan kondisi ini akan lebih rentan terserang berbagai penyakit dalam jangka panjang.

  • Persalinan caesar

Selain masalah dengan berat badan bayi, mendengkur selama proses kehamilan juga bisa menyebabkan bayi yang dikandung memiliki ukuran lebih kecil dan hal itu meningkatkan kemungkinan bunda harus menjalani persalinan Caesar. Dalam kondisi yang lebih parah, bayi bisa saja harus dilahirkan segera melalui proses persalinan Caesar darurat.

  • Preeklamsia

Bagi bunda yang memiliki kondisi sleep apnea dan sering mendengkur disebut lebih rentan mengalami peningkatan tekanan darah dan berujung pada preeklamsia. Tekanan darah tinggi alias hipertensi pada bumil adalah kondisi yang tidak boleh dianggap sepele sama sekali. Bunda yang mendengkur disebut punya risiko hingga dua kali lipat mengalami tekanan darah tinggi dan preeklamsia. Kondisi preeklamsia ditandai dengan gejala berupa sakit kepala parah, muntah, gangguan penglihatan, serta nyeri hebat pada perut bagian atas. 

Penyebab Ibu Hamil Mendengkur saat Tidur

Dimasa kehamilan, kadar hormon estrogen dan progesteron yang tinggi menyebabkan pembuluh darah di hidung terbuka lebih lebar. Hal ini menyebabkan hidung tersumbat. Hormon juga menyebabkan jaringan hidung membengkak, sehingga menambah masalah. 

Tahukah bunda, hubungan antar berat badan sebelum hamil dan mendengkur?. Saat tingginya indeks massa tubuh bunda sebelum hamil, maka semakin besar kemungkinan bunda mendengkur. Hal ini dikarenakan beban ekstra di sekitar jaringan lunak pada leher. Kondisi ini mempersempit saluran udara, sehingga mempengaruhi seberapa baik bunda bernapas saat tidur, yang bisa menyebabkan mendengkur.

Pencegahan Tidur Mendengkur pada Ibu Hamil

Gangguan tidur pada masa kehamilan akan meningkat pada trimester ketiga. Untuk mencegah gangguan tidur terjadi  selama masa kehamilan, bunda bisa menjaga asupan makan selama masa kehamilan. Pasalnya peningkatan berat badan yang berlebih bisa menjadi pemicu gangguan pernapasan selama masa kehamilan. Selain itu, bunda juga bisa melakukan olahraga yang dianjurkan dan aman agar tubuh tetap bugar hingga waktu persalinan tiba. 

Hal lain yang perlu bunda ketahui, tidur dengan posisi telentang bisa memperburuk dengkuran. Ada baiknya bunda mencoba tidur dengan posisi miring dan mengangkat kepala sedikit dengan bantal. Membiasakan tidur miring juga baik untuk bayi dalam kandungan karena mengurangi risiko lahir mati.

Berikut ini, beberapa kiat untuk membantu bunda mengurangi dengkuran saat hamil, diantaranya:

  • Lakukan olahraga secara teratur.
  • Tinggikan bantal agar kepala terangkat saat tidur.
  • Kenakan strip hidung atau dilator hidung agar lubang hidung tetap terbuka lebar. 
  • Hentikan konsumsi alkohol dan merokok. Ini adalah pemicu tidur mendengkur, dan keduanya berbahaya bagi bayi yang sedang berkembang di dalam kandungan. 
  • bunda juga bisa menggunakan minyak esensial atau minyak kayu putih untuk mengatasi hidung tersumbat.