Beranda Kehamilan Benarkah Ibu Hamil Idap Hipertensi Berisiko Alami Sindrom HELLP?

Benarkah Ibu Hamil Idap Hipertensi Berisiko Alami Sindrom HELLP?

Sindrom HELLP adalah singkatan dari Hemolisis, EL enzim hati yang meningkat, dan LP jumlah trombosit yang rendah. 

Sindrom HELLP merupakan akronim dari tiga kelainan utama pada pemeriksaan laboratorium. Sindrom HELLP merupakan kelainan langka yang bisa terjadi kurang dari satu persen, bagi ibu yang memiliki hipertensi maka memiliki resiko HELLP. 

HELLP sendiri adalah bentuk preeklamsia yang parah, dimana 10-20 persen ibu hamil dapat memiliki preeklamsia dapat menegembangkan sindrom HELLP. 

Mengenal Lebih Jauh Sindrom HELLP

Homorilis adalah kondisi dimana terjadinya pemecahan sel darah merah, pada orang yang mengalami hemolisis, sel darah merahnya akan mengalami kerusakan secara cepat. Hal ini mengakibatkan terjadinya anemia, yaitu kondisi saat darah tidak membawa oksigen yang cukup keseluruh tubuh.

Kemungkinan peningkatan enzim hati dapat menunjukan, bahwa hati tidak berfungsi dengan baik. Terjadinya peradangan atau terluka pada sel hati, dapat mengeluarkan sejumlah bahan kimia tertentu, termasuk enzim dalam tubuh.

Trombosit merupakan komponen darah yang membantu pembekuan, saat kadar trombosit darah rendah, ibu hamil dapat memiliki resiko peningkatan pendarahan yang berlebihan. Gejala sindrom HELLP memiliki kemiripan dengan flu perut, mungkin gejala ini nampak normal selama kehamilan. Akan tetapi, Bunda perlu bertemu dengan dokter bila mengalami flu selama masa kehamilan.

Hanya dokter yang dapat memastikan bahwa gejala yang dialami tersebut tidak menunjukkan masalah kesehatan yang serius. Gejala sindrom HELLP dapat bervariasi dari orang ke orang, tetapi yang paling umum meliputi:

  • Umumnya merasa tidak sehat atau lelah
  • Sakit pada perut bagian atas 
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Terjadinya pembengkakan pada bagian muka atau tangan
  • Kenaikan berat badan yang berlebihan secara tiba-tiba
  • Penglihatan kabur, kehilangan penglihatan atau perubahan penglihatan
  • Sakit kepala 
  • Sakit bahu 
  • Rasa nyeri saat menarik napas dalam

Dalam kasus tertentu kemungkinan ibu hamil akan mengalami kejang dan kebingungan. Tetapi gejala ini biasanya menunjukan sindrom HELLP lebih lanjut dan membutuhkan evaluasi oleh dokter.

Risiko Sindrom HELLP

Penyebab terjadinya sindrom HELLP memang tidak diketahui, akan tetapi faktor preeklampsia dapat menjadi faktor resiko terbesar. Ditandai dengan tekanan darah tinggi yang biasanya terjadi di akhir trimester kehamilan.

Peningkatan tekanan darah dapat muncul lebih awal pada kehamilan atau postpartum. Tetapi tidak semua wanita hamil dengan preeklampsia akan mengalami sindrom HELLP, faktor resiko lain ibu hamil terindikasi sindrom HELLP adalah:

  • Berusia diatas 35 tahun
  • Ras Afrika-Amerika 
  • Obesitas
  • Pernah mengalami kehamilan sebelumnya
  • Mengidap diabetes atau penyakit ginjal
  • Mengalami tekanan darah tinggi
  • Riwayat preeklampsia

Jika Bunda memiliki resiko tersebut selama masa kehamilan sebelumnya, Bunda memiliki resiko tinggi terkena sindrom HELLP. perlu Bunda ketahui, bahwa sindrom HELLP pada banyak situasi dapat meningkatkan resiko bayi lahir prematur.