Beranda Konsepsi Benarkah Lupus Menghambat Program Hamil?

Benarkah Lupus Menghambat Program Hamil?

Lupus adalah penyakit autoimun, dimana penderitanya lebih banyak wanita ketimbang pria. Sehingga menimbulkan pertanyaan apakah, wanita yang memiliki penyakit ini akan menghambat program kehamilan? Lalu apakan penyakit autoimun ini dapat menurunkan peluang wanita mengalami kehamilan?

Bagi wanita dengan penyakit lupus tidak perlu khawatir, karena kalian masih memiliki peluang untuk hamil. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, diantaranya rencana kehamilan dan melahirkan, perencanaan program yang matang, pendampingan dokter dan masih banyak lainya. Untuk lebih jelasnya kamu bisa simak pembahasanya berikut.

Lupus merupakan penyakit autoimun, dimana sistem kekebalan tubuh menyerang sel sehat. Pada keadaan normal, sistem kekebalan tubuh memiliki tugas untuk melindungi dan mencegah paparan zat asing, baik itu virus, mikroba atau bakteri yang masuk kedalam tubuh.

Kabar baiknya, pengidap lupus  masih memiliki peluang untuk memiliki anak. Peluang hamil pada pengidap lupus sama besarnya dengan perempuan normal. Walaupun begitu, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dan rencanakan dengan pasangan agar pengalaman hamil yang dilalui tidak membahayakan Bunda dan anak.

Penting untuk melakukan konsultasi dengan dokter sebelum merencanakan kehamilan. Dokter perlu mengetahui kondisi dari Bunda dan melihat apa saja kemungkinan resiko yang mungkin muncul. Tingginya resiko komplikasi pada kehamilan bagi perempuan penderita lupus, diperlukannya kewaspadaan lebih untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Komplikasi kehamilan yang bisa terjadi pada perempuan dengan penyakit lupus, diantaranya:

  1. Keguguran 

Mengalami keguguran menjadi salah satu resiko paling rentan dialami selama masa kehamilan. Umumnya, kondisi ini dapat terjadi di semester pertama kehamilan. Keguguran menyebabkan janin tidak berkembang, akhirnya menyebabkan kematian dalam kandungan.

  1. Bayi Lahir Prematur 

Rentanya kelahiran prematur yang bisa dialami, hal ini pada umumnya dialami oleh 25 persen perempuan hamil yang memiliki penyakit lupus.

  1. Sindrom Antiphospholipid Antibody  

Terjadinya sindrom antiphospholipid antibody, akibat penggumpalan darah di sekitar plasenta. Kondisi ini menyebabkan plasenta tidak bisa berfungsi dengan normal, sehingga menghambat perkembangan janin.

  1. Preeklamsia 

Preeklampsia merupakan kondisi yang dialami Bunda hamil dengan gejala yang ditandai tekanan darah tinggi serta keberadaan protein didalam urine. Kondisi ini muncul setelah kehamilan berusia 20 minggu.

  1. Flare Lupus

Kondisi lainnya yang mungkin dialami oleh calon Bunda adalah flare lupus. Hal ini ditandai dengan pembengkakan pada salah satu bagian tubuh dan kondisi kulit memerah.

  1. Neonatal Lupus

Munculnya neonatal lupus, yaitu munculnya gejala penyakit lupus pada bayi. Tetapi kabar baiknya, tidak semua bayi yang terlahir dari Bunda penderita lupus akan mendapatkan hal yang sama.