Pelaku bully biasanya mencari korban dari kalangan yang menurut mereka berbeda, baik dari segi penampilan, sifat (misalnya pemalu, pendiam), ras, atau suku. Seorang anak pelaku bully biasanya akan memilih anak lain yang secara emosional atau fisik lebih lemah, atau bahkan yang berpenampilan beda dengannya, hanya agar ia merasa lebih penting, popular, atau berkuasa.
Tips Agar Anak Terhindar Dari Bullying
Berikut tips yang dapat Bunda dan Ayah lakukan agar anak terhindar dari korban bullying, diantaranya :
- Tumbuhkan rasa percaya diri
Mengenal sifat dan karakteristik anak sejak dini akan membantu meminimalisir kemungkinan ia menjadi korban bully kelak. Sifat pemalu dan penakut misalnya, bisa diubah dengan cara menanamkan nilai-nilai positif ke dalam dirinya.
Jangan segan-segan mengikutsertakan anak ke dalam berbagai kegiatan di luar rumah yang sifatnya akademis maupun non akademis.
Agar ia merasa dirinya memiliki kompetensi diri yang membuatnya merasa berharga dan percaya diri, dan lebih berani menghadapi lingkungannya.
- Latih kemampuan sosial anak
Anak yang pemalu juga perlu dilatih kemampuan sosialnya, karena kemampuan beradaptasi dengan lingkungan juga menjadi salah satu syarat agar anak tak mudah di-bully.
Tak ada salahnya melibatkan anak pada kegiatan yang membutuhkan interaksi, seperti memasukkannya ke kelompok bermain sejak dini, mengajaknya berkunjung ke rumah saudara yang memiliki anak kecil sebaya, atau mengadakan play date dengan teman-temannya. Hal ini membantu meningkatkan rasa percaya diri anak.
- Latih anak selesaikan masalah sendiri
Kemampuan anak dalam hal menyelesaikan masalah juga perlu diperhatikan. Anak yang tidak pemalu dan tidak penakut, tidak menjamin dirinya tidak akan menjadi korban bully. Itu lah sebabnya, penting juga diperhatikan untuk melatih kemampuan anak dalam memecahkan masalah.
Anak perlu diberi kesempatan untuk mengatasi masalahnya sendiri sehingga ia dapat belajar untuk menghadapi konsekuensi dari setiap masalah yang dihadapinya. Jangan selalu membantunya menyelesaikan semua masalah ya Bunda. Orang tua yang terlalu protektif, justru akan membuat si kecil menjadi sasaran empuk sebagai korban bully.
- Berani berkata “tidak”
Anak harus diajari untuk berani melawan siapa yang melakukan kekerasan terhadapnya, karena menurut peneliti dalam bidang perilaku manusia dari Amerika Serikat (AS), Dr John Demartini, para pelaku bullying tidak akan menyerang anak yang bisa memberikan perlawanan balik.