Beranda Persalinan Cara Menyapih Anak Tanpa Harus Memaksa

Cara Menyapih Anak Tanpa Harus Memaksa

Proses pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan setelahnya bunda bisa memberikan makanan pendamping ASI dan tetap memberikan ASI untuk Si kecil hingga usianya mencapai 2 tahun. Setelah itu bunda perlu menyapih Si kecil.

Menyapih bisa jadi pekerjaan yang tidak mudah. Namun, sebenarnya menyapih anak tanpa harus memaksa adalah hal yang memungkinkan, kok, bunda mau tahu caranya? Simak ulasanya berikut ini. 

Berbagai Cara Menyapih Anak Tanpa Memaksa yang Efektif

Ketika Si Kecil semakin tumbuh besar, banyak bunda yang merasa resah, bunda berfikir bagaimana caranya membuat Si kecil berhenti menyusu?. Terlebih jika Si Kecil terbiasa dekat dan selalu “menempel” pada bunda. Membuatnya berhenti menyusu sering kali membuat bunda tak tega. 

Nah, bagi bunda yang ingin tahu cara menyapih anak tanpa memaksa yang efektif, berikut ini tipsnya:

  • Melakukan Komunikasi dengan Si Kecil

Cobalah untuk komunikasikan rencana menyapih kepada Si kecil dengan lembut. Dengan memberi tahu Si Kecil betapa bangganya bunda dengan cara ia tumbuh, apa yang telah ia pelajari, dan apa yang dapat ia lakukan. Jelaskan bahwa saat anak-anak tumbuh, ia tidak perlu lagi menyusu. Tekankan semua hal hebat yang dapat ia lakukan dan betapa menyenangkannya saat tumbuh dewasa.

Tentu saja, tidak semua anak siap dengan pembicaraan seperti ini. Jika percakapan tentang masa depan ini tampaknya menimbulkan reaksi negatif atau kecemasan, tidak masalah untuk menunda diskusi ini. Alih-alih, pertahankan fokus pada hal positif dan tunggu sampai ia sedikit lebih tua.

Jangan merasa perlu terburu-buru. Beri waktu untuk menyesuaikan diri dengan ide. Menyapih bekerja lebih baik bila dilakukan secara bertahap. Meskipun bunda mungkin tidak menyusui sesering dulu, penurunan perlahan membantu menghindari pembengkakan, saluran tersumbat, dan mastitis .

  • Jangan Menawarkan atau Menolak

mungkin bunda memiliki jadwal waktu menyusui yang padat, atau mungkin masih menyusui sesuai permintaan dan ketika Si Kecil mencari kenyamanan atau ketenangan. Alih-alih secara otomatis menyusui seperti biasa, tunggulah untuk melihat apakah Si Kecil meminta untuk menyusu.

Jika mereka meminta, persilakan, tetapi jika mereka lebih tertarik bermain dengan kucing atau mencoba sereal baru yang baru saja dibeli, biarkan saja dan jangan menawarkan dengan sengaja. Bunda akan menemukan bahwa jadwal menyusui menurun drastis hanya dengan membiarkan hal-hal baru menggantikan sesi menyusui.

  • Persingkat Sesi Menyusui

Si Kecil mungkin sering kali ingin mendapatkan sesi menyusui yang lama, seperti sebelum tidur siang, atau saat ingin bersantai. Cobalah untuk bicarakan padanya dan sepakati untuk membatasi berapa lama sesi menyusui berlangsung. 

bunda  bisa melakukan pembatasan sesi menyusui secara bertahap. Misalnya 15 menit, lalu setelah satu atau dua minggu, kurangi menjadi hanya 10 menit. Gantilah waktu setelah menyusui dengan aktivitas yang disukai Si Kecil, seperti membaca buku, atau bermain dengan bonekanya.

  • Batasi di Mana dan Kapan Akan Menyusui

Secara bertahap, bunda bisa membatasi di mana dan kapan akan menyusui Si Kecil. Misalnya, hanya di rumah, atau hanya di kamar tidur saja. Batasi juga waktunya. Misalnya, hanya saat sebelum tidur di malam hari. Jangan lupa komunikasikan perubahan ini pada Si Kecil agar ia memahaminya.

  • Tawarkan Alternatif

Seperti yang disebutkan sebelumnya, penting untuk mengganti waktu yang dihabiskan bersama untuk menyusui dengan sesuatu yang menyediakan waktu khusus untuk bunda dan anak. Pertimbangkan untuk mengganti sesi menyusui dengan membaca buku bersama, bernyanyi, bermain puzzle, makan camilan, atau sekadar berjalan-jalan di sekitar rumah.

  • Hindari Menyapih saat Ada Sesuatu

Jangan menyapih hanya karena ibu ingin memulai program hamil lagi, atau memanfaatkan momen ketika Si Kecil sakit dan berhenti menyusu sejenak. Anak-anak berkembang dengan rutinitas, dan terlalu banyak perubahan sekaligus dapat membuatnya stres dan rencana menyapih bisa saja gagal.

Itulah beberapa tips dan cara menyapih anak tanpa memaksa, tetapi bisa efektif jika dilakukan dengan sabar. Ketahuilah bahwa tidak ada waktu yang benar-benar tepat untuk menyapih Si Kecil. Temukan cara yang paling sesuai dan nyaman dijalani oleh bunda dan Si Kecil, serta jangan terburu-buru. 

Dalam beberapa kasus, menyusui dapat berakhir dengan sangat alami. Seiring berjalannya waktu, Si Kecil mungkin mulai menunjukkan minat yang kurang untuk menyusui karena mereka sibuk mengeksplorasi dunia. 

Jadi, bunda bisa menikmati momen menyusui sebisa mungkin dan menyapih dengan santai.