Beranda Keluarga Grup Whatsapp Keluarga Dapat Pengaruhi Kesehatan Mental?

Grup Whatsapp Keluarga Dapat Pengaruhi Kesehatan Mental?

Setiap pengguna gawai canggih saat ini pasti memiliki aplikasi WhatsApp didalamnya. Aplikasi yang satu ini memiliki banyak fitur, baik saling mengirim pesan, melakukan panggilan suara, panggilan video, mengirim dokumen, gambar dan lain sebagainya. 

Melalui fitur berbagi ini, tak jarang menimbulkan dampak negatif pada kesehatan mental seseorang, loh kenapa bisa?. 

Hal ini dilandasi pemikiran anggota grup dalam aplikasi WhatsApp berbeda-beda. Itulah salah satu alasan grup WhatsApp keluarga dapat menimbulkan masalh kesehatan mental, hal ini tak jauh beda dengan platform sosial media lainya. Untuk lebih lanjutnya, bunda bisa simak artikel berikut ini. 

Alasan Grup WhatsApp Keluarga Pengaruhi Kesehatan Mental

Biasanya topik pembicaraan yang diangkat orang tua itu terlalu berat, bahkan tergolong sensitif, seperti pembicaraan tentang agama, politik, isu rasisme, hingga masalah pribadi anggota keluarga lainya. Hal ini lah yuang tak jarang anggota keluarga yang lebih muda tidak memiliki niat untuk membalas, tak jarang dari anggota yang lebih muda memilih untuk mengabaikan pembicaraan dalam grup.

Pembicaraan dan pertanyaan yang sensitif inilah yang dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang secara tidak langsung. 

Sosial Media dan Kesehatan Mental

Tahukah bunda, bagi anggota keluarga bunda yang terlalu sering memeriksa gawai canggihnya atau komputer terhadap sosial media rentan mengalami stres. Hal ini disebabkan informasi yang muncul pada layar gawai atau monitor rentan menimbulkan kegelisahan hingga gangguan mental. 

Salah satu gangguan yang ditimbulkan dari penggunaan sosial media adalah meningkatkan harga diri dan rasa memiliki dalam lingkungan sosial. Walau terdengar baik, tetapi hal ini bisa menimbulkan masalah baru lainya.

Saat seseorang gemar memposting sebuah konten ke dalam akunnya, maka orang-orang yang berteman dengannya akan memberikan umpan positif, akan tetapi jika pemilik akun terlalu banyak memposting informasi dan lama-kelamaan mendapatkan umpan negatif yang tak sesuai harapan, hal tersebut dapat berdampak pada kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi.

Tips Menggunakan WhatsApp secara Bijak

Lalu hal apa sih yang sebaiknya dilakukan? Ada baiknya kita harus memikirkan kata-kata terlebih dahulu sebelum dilontarkan. Pastikan juga pendapat yang disampaikan tidak melukai perasaan orang lain, karena terkadang di grup WhatsApp keluarga, orang tua suka menyebarkan informasi yang tak begitu penting menurut anak muda. 

Hal yang harus diingat saat menggunakan aplikasi WhatsApp adalah baca, saring dan verifikasi. Saat menggunakan grup WhatsApp untuk berbagi informasi tak jarang informasi yang berisikan informasi hoaks, jadi jika terlanjur membaca verika tersebut saring informasi yang diberikan lalu verifikasi beritanya dengan mencari di berita serupa di internet.

Tanpa disadari berita bohong itu dapat merusak kesehatan mental, karena tujuan dari berita bohong sendiri adalah memanipulasi pemikiran pembacanya. Tak hanya baca, saring dan verifikasi. Tetapi bunda juga bisa menerapkan batasan penggunaan gawai agar tidak berlebihan dan perbanyak melakukan aktivitas di dunia nyata.