Beranda Keluarga Mengenal Efek Samping KB Suntik 

Mengenal Efek Samping KB Suntik 

Menggunakan alat kontrasepsi merupakan sebuah pilihan bagi Bunda dan Ayah untuk mengatur jumlah anak dan jarak usia anak. Banyak pilihan alat kontrasepsi yang dapat Bunda gunakan dan Ayah gunakan. 

Penggunaan alat tersebut dapat Bunda dan Ayah sesuaikan dengan kebutuhan dan kesehatan pemakainya. Salah satu jenis alat kontrasepsi yang dapat Bunda gunakan adalah KB suntik bulanan. Dimana penggunaannya membutuhkan bantuan tenaga kesehatan. Bunda perlu mengulang suntikan setiap 1 bulan sekali hingga 3 bulan sekali. 

Proses Kinerja KB Suntik

KB suntik merupakan KB hormonal, dimana proses kinerja kb suntik yaitu pasca suntikan diberikan Bunda akan mengalami pengentalan lendir pada leher rahim, sehingga menyulitkan sperma untuk masuk kedalam rahim. Selain itu hormon ini, juga memiliki efek untuk mencegah ovulasi dan membuat dinding rahim tidak kondusif bagi sel telur yang telah dibuahi.

Efek Samping KB Suntik

Masing-masing KB memiliki efek samping yang mungkin akan Bunda rasakan. Namun tidak semua orang merasakan semua efek samping yang ditimbulkan oleh KB suntik. Berikut efek samping yang mungkin Bunda rasakan, setelah penggunaan Kb suntik, diantaranya: 

  1. Perubahan Siklus Menstruasi

Perubahan menstruasi yang lebih panjang atau lebih pendek dapat terjadi jika Bunda telah mendapatkan suntik KB. Pada penggunaan pertama, Bunda akan mengalami haid yang berkepanjangan disertai dengan adanya flek. Lalu secara perlahan hal tersebut akan berkurang dan kemudian akan berhenti. 40 persen pengguna suntik KB akan mengalami haidnya berhenti selama satu tahun pernikahan. 

Efek samping yang terjadi tidak memiliki bahaya, jadi Bunda tidak perlu khawatir. Terjadinya pemberhentian menstruasi, bukan berarti “darah kotor” akan menumpuk. Kontrasepsi hormonal memiliki cara kerja dengan menekan dinding rahim yang biasanya luruh dalam bentuk darah menstruasi, hal ini menimbulkan tidak adanya “darah” yang harus diluruhkan.

  1. Berat Badan Naik

Kenaikan berat badan yang dialami karena suntikan KB  berkisar 1-2 kilogram per tahun, hal ini disebapkan oleh hormon progesteron dalam KB yang dapat meningkatkan nafsu makan. Untuk mengatasinya Bunda dapat mengatur pola makan dengan menambah sayur-mayur dan buah-buahan agar cepat kenyang. Bunda perlu melakukan olahraga rutin untuk mempertahankan BB ideal Bunda. 

  1. Tidak Bisa Seketika Kembali “Subur” 

Jika Bunda berencana untuk kembali “subur” pasca pemberhentian suntik KB, maka Bunda perlu menunggu 10 bulan atau lebih cepat. Seseorang tidak dapat memprediksi berapa lama kesuburan akan kembali, karena efeknya berbeda-beda tiap orang. Sementara bagi pengguna alat kontrasepsi seperti IUD, implan dan pil KB memiliki waktu yang relatif cepat untuk mendapatkan kesuburan setelah alat tersebut dilepas.

Jika Bunda tengah merencanakan kehamilan cobalah untuk menghentikan pemakaian suntik KB beberapa bulan sebelumnya. 

  1. Gairah Seks Menurun

Selain mengentalkan lendir pada vagina, fungsi lain dari progeston adalah mengubah makanan yang mengandung karbohidrat menjadi lemak dan sulit bereaksi terhadap air. Dampaknya kadar lemak didalam tubuh akan meningkat dan berkurangnya kadar air. Hal tersebut membawa pengaruh pada vagina yang akan menjadi lebih kering, dengan kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit saat berhubungan seksual.

Jika hal tersebut tidak ditangani secara tepat maka akan menurunya gairah seksual, Bunda dan pasangan bisa menyiasatinya dengan melakukan foreplay yang lebih lama atau penggunaan pelumas. Jika dirasa masih kurang nyaman, cobalah untuk saling berkomunikasi mengenai posisi yang diinginkan.

  1. Sakit Kepala, Nyeri Payudara, dan Perubahan Mood

Pusing, nyeri pada payudarah, dan berkunang-kunang yang Bunda rasakan itu, bukanlah sebuah gejala penyakit tertentu. Hal itu terjadi murni karena perubahan hormonal setelah Bunda mendapatkan suntikan hormon progesteron dalam tubuh. Cara untuk mengatasi hal tersebut, cukup minum parasetamol. Apabila Bunda merasa hal ini mengganggu, Bunda dapat mengkonsultasikan hal tersebut pada bidan atau dokter kandungan.

  1. Kepadatan Tulang Berkurang

Penurunan kepadatan tulang (osteoporosis) dapat terjadi pada pengguna suntik KB dalam jangka waktu yang lama. Walaupun kepadatan tulang berkurang, bukan berarti Bunda akan mengalami masalah patah tulang. Untuk menghindari efek negatif tersebut, Bunda dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin D serta kalsium.

  1. Timbul Jerawat

Sekresi yang terjadi pada kelenjar minyak dan lemak wajah dapat terjadi secara berlebihan akibat hormon progesteron. Akibatnya, Bunda akan mendapatkan jerawat karena tersumbatnya pori-pori. Untuk mengatasi masalah tersebut, Bunda bisa menjaga kebersihan muka dengan rajin mencuci muka, membersihkan sisa make up atau kotoran. Penggunaan masker alami seperti jeruk nipis, lemon dan menggosokan irisan jahe untuk meredakan peradangan.