Beranda Anak Mengenal Infeksi Croup Pada Anak

Mengenal Infeksi Croup Pada Anak

Croup mungkin istilah asing atau belum pernah bunda dengar sebelumnya, tetapi, croup merupakan sebuah infeksi pernapasan yang dapat menjangkiti anak, dengan terhalangnya saluran pernapasan. Anak dengan croup, akan mengalami beberapa pembengkakan, baik pada laring, trakea, dan bronkus. Croup sendiri dapat menular, hal ini terjadi pada beberapa hari pertama sejak anak terserang croup maupun saat demamnya menghilang. 

Yuk bunda, mengenal lebih jauh, tentang apa yang menyebabkan anak dapat terkena croup, berikut ulasan lengkapnya untuk bunda simak. 

Gejala Croup

Bunda dapat melihat gejala croup pada anak melalui batuk kerasnya yang seperti menggonggong. Keadaan batuk pada anak yang memburuk di malam hari dan menjadi lebih parah saat anak menangis. Suara anak akan menjadi serak dan disertai dengan suara napas yang kasar. Akan tetapi, gejala lain dapat munjul pada anak bunda, tergantung pada jenis croup yang dialami.

Croup sendiri memiliki dua jenis, jika dilihat dari penyebab dan gejalanya, ada viral croup dan spasmodic croup, berikut penjelasanya untuk bunda:

Viral croup

Gejala yang timbul jika anak mengalami viral croup adalah demam, flu dan disertai dengan batuk. Dalam beberapa kasus, anak dengan viral croup biasanya tertular dari lingkungan dekatnya, seperti anggota keluarga atau temannya yang sedang mengalami batuk, flu atau mengalami infeksi saluran pernapasan. Akan tetapi bunda tidak perlu terlalu khawatir jika anak mengalami viral croup, karena pada umumnya ringan dan tidak menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan anak. 

Adenovirus, Respiratory Syncytial Virus (RSV), atau virus campak merupakan salah satu yang dapat memyebabkan anak dapat terkena croup. Akan tetapi, pada umumnya croup dapat disebabkan dari virus  parainfluenza.

Bunda, penularan croup pada anak dapat melalui beberapa cara, baik melalui udara yang anak hidup, maupun benda yang terkontaminasi percikan air liur dan tanpa sengaja disentuh oleh anak bunda. Penularan terjadi pada anak, berasal dari percikan air liur yang berasal dari batuk atau bersin orang yang terinfeksi. Nantinya, virus yang ada di tangan akan masuk kedalam tubuh jika anak menyentuh mulut atau hidungnya. Sehingga bunda harus pastikan anak selalu mencuci tangan terlebih dahulu, setelah memegang benda-benda di tempat umum ya.

Spasmodic croup

Pada jenis ini, croup yang terjadi pada anak secara mendadak. Umumnya anak terlihat baik-baik saja, namun anak akan terbangun di tengah malam karena sesak nafas, tanpa disertai demam dan munculnya suara serak serta suara napas yang kasar. Kondisi ini dapat segera membaik, jika bunda dapat membawa anak pergi ke area terbuka dengan udara segar.

Spasmodic croup dapat terjadi akibat alergi atau asam lambung yang naik ke kerongkongan dan saluran pernapasan. Selain itu, croup juga bisa disebabkan oleh infeksi atau bakteri saat anak menghirup zat kimia yang dapat mengiritasi saluran pernapasan.

Faktor Risiko Croup

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko croup pada anak, diantaranya:

  • Usia. Umumnya croup dapat menimpa anak dalam rentan usia 3 bulan hingga 5 tahun. 
  • Jenis kelamin. Resiko croup lebih sering terjadi pada anak laki-laki ketimbang anak perempuan

Saat bunda menyadari bahwa anak dengan beberapa gejala dibawah, segeralah untuk melakukan pemeriksaan ke dokter:

  • Sesak nafas
  • Disfagia
  • Timbulnya suara berisik saat bernapas
  • Kulit disekitar mulut, hidung, dan kuku terlihat
  • Bayi akan sulit untuk disusui
  • Anak akan menjadi lebih rewel atau gelisah

Umumnya gejala croup akan berlangsung selama 3-5 hari. Tetapi jika anak bunda mengalami gejala yang berlangsung lebih lama atau disertai dengan demam tinggi. Segeralah bawa anak bunda untuk mendapatkan pemeriksaan, agar bunda dapat mengetahui, apakah ada infeksi bakteri atau kondisi lainya yang serius.

Pengobatan Croup

Bagi anak dengan croup, dapat melakukan perawatan dirumah, dengan catatan croup yang anak derita terbilang ringan. Croup sendiri berlangsung selama 3-5 hari. Bunda dapat memperhatikan beberapa hal berikut, untuk membantu proses pemulihan anak di rumah. 

  1. Pastikan anak merasa nyaman, karena jika anak menangis dapat memperparah gejala croupnya.
  2. Bunda dapat memberikan parasetamol saat anak demam. Akan tetapi bunda diharapkan melakukan konsultasi terlebih dahulu, sebelum bunda memberikan obat.
  3. Untuk membuat anak lebih mudah bernafas, bunda dapat membuat anak duduk dengan posisi tegak di pangkuan bunda atau di kursi balita.
  4. Bunda dapat memastikan asupan cairan terpenuhi dengan baik, pada anak yang lebih dewasa, bunda dapat memberinya sup maupun buah dingin.
  5. Bunda tidak bisa memberikan anak obat batuk dan flu yang dijual bebas, karena obat tersebut tidak dapat membantu penyembuhan croup.
  6. Buat anak lebih banyak beristirahat.

Pencegahan Croup

Croup sendiri dapat dicegah, pencegahan yang bisa bunda lakukan adalah dengan mengajarkan anak untuk menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan. Pastikan anak selalu mencuci tangganya setelah berada dari luar atau sebelum makan, dan ajarkan Si kecil untuk tidak menyentuh mulut dan hidungnya serta ajarkan anak untuk menutup mulut dan hidung dengan siku lengan ketika ingin batuk ataupun bersin. 

Kebanyakan croup terjadi akibat virus influenza dan beberapa kasus juga dapat terjadi akibat virus campak, untuk menghindarinya, bunda dapat memberikan vaksin campak.