Beranda Keluarga Mengetahui Cara Penggunaan Alat Kontrasepsi

Mengetahui Cara Penggunaan Alat Kontrasepsi

Jika Bunda mendengar alat kontrasepsi, mungkin Bunda hanya berpikir tentang dua jenis ini, yaitu kondom dan juga pil KB. ternyata bukan hanya dua jenis alat kontrasepsi tersebut saja, tetapi ada beberapa jenis yang lainya. Bahkan selama ini banyak orang yang beranggapan, penggunaan alat kontrasepsi hanya untuk mencegah kehamilan.

Perlu Bunda ketahui, penggunaan alat kontrasepsi, dapat melindungi diri dari penularan infeksi seksual (IMS). Saat Bunda telah memilih alat kontrasepsi mana yang akan Bunda gunakan, Bunda juga harus tahu tentang cara penggunaannya serta efek yang ditimbulkan.

Jenis dan Cara Pemakaian Alat Kontrasepsi

1.Kondom

Jenis yang satu ini adalah alat kontrasepsi yang dapat digunakan oleh laki-laki dan perempuan, dimana kondom juga menjadi satu-satunya alat kontrasepsi yang dapat melindungi diri dari berbagai IMS. Penggunaan kondom dapat dilakukan kapanpun sesuai keinginan pengguna, serta alat kontrasepsi ini tidak memiliki efek pengaruh pada hormon didalam tubuh. 

Cara penggunaan kondom untuk pria dengan digulirkan ke Mr P yang telah mengalami ereksi, tujuan penggunaan kondom pada pria untuk mencegah sperma masuk kedalam Ms V. Sedangkan kondom yang dapat digunakan oleh wanita yaitu dengan menempatkannya ke dalam Ms V sebelum berhubungan intim. Akan tetapi kondom yang dirancang untuk wanita ini dianggap tidak efektif seperti milik laki-lagi. Alat kontrasepsi ini juga memiliki kekurangan, seperti dapat robek atau terlepas saat berhubungan jika tidak dipakai dengan cara yang benar.

2.Pil KB

Alat kontrasepsi berbentuk tablet kecil ini dapat diminum sekali sehari. Pil KB, memiliki beberapa jenis, yaitu pil kombinasi yang mengandung estrogen dan progesteron serta pil kecil yang hanya mengandung satu hormon progestin. Pil KB tidak akan bekerja efektif jika Bunda lupa untuk meminumnya dan pil ini hanya dapat dikonsumsi oleh wanita.

3.Perangkat Intrauterine (IUD)

Perangkat kecil dengan bentuk T dan Y terbuat dari plastik dan tembaga, perangkat ini dipasang didalam rahim wanita. IUD merupakan alat kontrasepsi yang dapat digunakan selama 3-10 tahun, akan tetapi lama penggunaanya tergantung pada jenis yang digunakan.

4.Kontrasepsi Implan

Alat kontrasepsi ini berbentuk batang kecil yang lentur, dimana alat ini ditempatkan ke bawah kulit lengan atas wanita. Cara kerja dari implan ini dengan melepaskan hormon progesteron yang menghentikan kerja ovarium dan mengentalkan lendir serviks, sehingga mempersulit sperma ke rahim.

Cara pemasangan dan pelepasan implan ini dibawah pengawasan dokter dan membutuhkan prosedur kecil, dengan memberikan anestesi lokal pada pasien. Lama waktu penggunaan implan ini hanya tiga tahun, setelah itu Bunda harus menggantinya.

5.Suntikan Kontrasepsi

Jenis lainya yang dapat Bunda coba adalah melalui suntikan, dimana suntikan kontrasepsi ini mengandung hormon progesteron sintetis yang disuntikan melalui bokong atau lengan atas. Setelah mendapatkan suntikan, hormon progesteron perlahan-lahan akan dilepaskan ke aliran darah selama 12 minggu kedepan.

6.Cincin Kontrasepsi

Jenis alat kontrasepsi yang terakhir adalah cincin plastik yang fleksibel, dimana cincin ini akan dimasukan kedalam vagina. Ketika cincin ini telah terpasang, makan cincin ini akan bekerja dengan melepaskan hormon estrogen dan progesteron secara konstan.

Bunda dapat memilih salah satu dari jenis-jenis KB yang tersedia, pemilihan yang tepat disesuaikan dengan kebutuhan dan kesehatan Bunda di rumah. Sebaiknya lakukan pemeriksaan dan konsultasi terlebih dahulu pada dokter atau bidan untuk proses pemilihan Kb agar sesuai dengan kebutuhan dan kesehatan Bunda ya. 

Baca : Mengenal Kelebihan dan Kekurangan KB Pil