Beranda Persalinan Seberapa Penting Minum Susu Khusus Ibu Menyusui?

Seberapa Penting Minum Susu Khusus Ibu Menyusui?

Karena saat menyusui membutuhkan nutrisi yang lebih, ada berbagai produk susu bagi bunda yang berada dalam fase menyusui, berlomba-lomba menawarkan manfaat dan kandungan nutrisi yang diyakini penting bagi bunda. 

Memenuhi kebutuhan nutrisi memang penting. Namun, apakah benar-benar perlu untuk mengkonsumsi susu khusus ibu menyusui? Bunda mau tahu jawabannya, simak lebih lanjut ulasannya!

Susu Khusus Ibu Menyusui: Antara Perlu dan Tak Perlu

Semua yang dikonsumsi busui, sedikit banyak akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI. Maka, perlukah bunda mengkonsumsi susu khusus ibu menyusui? Jawabannya, bisa jadi perlu, dan bisa jadi tidak. 

Kenapa? Karena pada dasarnya, asupan nutrisi terbaik yang bisa didapatkan bunda adalah dari makanan sehat yang dikonsumsi sehari-hari. Jika bunda khawatir ada beberapa nutrisi, seperti vitamin dan mineral, yang tidak bisa terpenuhi dengan menu makan sehari-hari, minum susu bisa jadi perlu. 

Namun, jika bunda sudah menjaga asupan nutrisi dari pola makan sehat sehari-hari dengan baik, tidak minum susu khusus pun tidak masalah. Bahkan, pada kondisi tertentu, di mana konsumsi susu dapat menimbulkan dampak pada bayi seperti reaksi alergi, maka sebaiknya tidak mengkonsumsi susu. 

Umumnya susu khusus busui terbuat dari susu sapi. Alergi susu sapi merupakan salah satu jenis alergi yang paling sering terjadi pada usia awal seseorang. Susu khusus bunda yang tengah menyusui, umumnya mengandung berbagai nutrisi seperti kalsium, vitamin, protein, dan ekstrak daun katuk atau ekstrak daun kurma untuk membantu melancarkan produksi ASI. Berbagai nutrisi tersebut tentu dibutuhkan oleh bunda untuk menunjang proses menyusui.

Namun, perlu dipahami bahwa berbagai nutrisi dalam susu tersebut bisa juga diperoleh secara alami dari makanan. Jadi, bunda tidak benar-benar harus mengkonsumsi susu khusus ini untuk mendapatkan nutrisi tersebut. Hal yang terpenting adalah mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, dan itu bisa diwujudkan dengan pola makan sehat dan seimbang.

Jangan Minum Susu Ibu Menyusui Jika Ada Kondisi Ini

Dalam beberapa kasus, bayi dapat sensitif terhadap protein yang terkandung dalam susu sapi. Hal ini bisa jadi pertimbangan bagi bunda, apakah ingin mengkonsumsi susu khusus atau tidak. Mengingat susu khusus ini, umumnya terbuat dari susu sapi. 

bunda harus menghentikan konsumsi susu sapi atau produk olahannya, jika bayi mengalami tanda-tanda sensitif atau alergi terhadap susu sapi, seperti:

  • Perut kembung dan sering buang gas.
  • Sering muntah atau gumoh.
  • Bayi tampak rewel atau lekas marah.
  • Muncul ruam kemerahan pada kulit bayi.
  • Bayi mengalami gangguan usus, misalnya diare.
  • Feses bayi berwarna hijau dengan lendir atau darah.

Meski begitu, berbagai gejala tersebut bisa juga disebabkan oleh hal lain. Namun, sebaiknya bunda tetap waspada jika curiga bahwa itu disebabkan oleh susu sapi yang bunda konsumsi. Misalnya, jika bayi mengalami gejala-gejala tersebut setelah bunda mengonsumsi susu, cobalah hentikan konsumsi susu dan amati apakah gejala-gejala tersebut hilang. 

Jika gejalanya hilang, bisa jadi gejala ini adalah reaksi alergi, tetapi jika tidak, bisa jadi itu karena kondisi lain. Cobalah perhatikan asupan makanan lain yang juga berpotensi menyebabkan alergi, seperti makanan laut, daging, telur, kacang-kacangan, dan lain-lain.

Di beberapa kasus, bayi yang mengalami alergi susu sapi menjadi tidak alergi lagi setelah tumbuh besar. Jika begitu, bunda bisa memperkenalkan kembali susu sapi atau makanan hasil olahannya pada Si Kecil ketika usianya sudah cukup besar. 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa perlu tidaknya bunda mengkonsumsi susu khusus ibu menyusui tergantung pada kondisi. Jika bunda membutuhkan saran lebih lanjut, bunda bisa bicarakan hal ini pada dokter spesialis.