Beranda Kehamilan Siapa Sajakah Yang Memiliki Risiko Tinggi Preeklampsia Saat Hamil?

Siapa Sajakah Yang Memiliki Risiko Tinggi Preeklampsia Saat Hamil?

Memiliki tekanan darah bukanlah masalah sepele, ketika ibu hamil mengalami preeklamsia, bisa jadi masalah yang serius dan memiliki pengaruh pada kondisi janin dan kandungan. Preeklampsia bisa membayangi ibu hamil, jika tidak menjaga pola makan dan gaya hidup selama masa kehamilan. 

Lalu, kondisi yang seperti apa, sehingga ibu hamil dapat kena preeklampsia?

Ibu Hamil Obesitas

Faktor kenaikan berat badan pada wanita selama kehamilan, merupakan salah satu faktor munculnya resiko preeklampsia pada wanita, yang melahirkan untuk pertama kalinya. 

Stres Selama Kehamilan

Masa kehamilan, merupakan masa-masa timbulnya stres bagi banyak ibu hamil. Terutama bagi mereka yang baru saja mengalami masa kehamilan, banyak hal yang harus dipersiapkan, mulai dari barang apa saja yang harus dibeli, manan mana yang baik untuk Bunda dan janin, buku apa yang bagus untuk dibaca, cara mempersiapkannya, hingga bagaimana cara yang baik untuk membesarkan bayi. Semua pertanyaan ini dapat menimbulkan stres sehingga terjadinya peningkatan tekanan darah pada ibu hamil, yang dapat memiliki resiko preeklampsia.

Penerapan Pola Makan Tak Sehat

Terlalu banyak mengkonsumsi makanan tidak sehat dengan banyak makan makanan asin, daging-dagingan, dan makanan berlemak serta minim serat meningkatkan preeklampsia. Mengkonsumsi makanan sehat dapat membuat kondisi Bunda tetap stabil. Kandungan serat pada sayur dan buah bisa menetralisir kandungan yang tidak baik pada makanan yang dikonsumsi oleh Bunda selama masa kehamilan. 

Tidak Mendapat Dukungan dari Keluarga

Memiliki emosi yang stabil bagi ibu hamil perlu dipertahankan. Pemberian dukungan terutama dari suami lalu keluarga, mulai dari awal kehamilan hingga melahirkan. Bagi ibu hamil yang kurang mendapat dukungan, rentan mengalami hipertensi yang berujung pada preeklampsia.

Kehamilan Kembar

Mengalami kehamilan kembar memiliki resiko terjadinya preeklampsia. Bunda yang memiliki kehamilan kembar memiliki kompleksitas yang lebih tinggi, ketimbang yang tidak. Apapun yang dilakukan Bunda bersifat “double” mulai dari pemenuhan nutrisi untuk si kembar, lalu penyesuaian peningkatan berat badan dan perubahan hormon yang melonjakan emosi, kerap menimbulkan Bunda rentan hipertensi.

Kenapa Preeklampsia Harus Diwaspadai?

Preeklamsia umumnya terjadi pada usia ke 20 minggu, hal ini ditandai dengan peningkatan tekanan darah, tingginya kadar protein dalam urine, serta menyebabkan terjadinya pembekakan terutama di wajah dan tangan.

Pembengkakan yang terjadi menyebabkan kenaikan berat badan di luar kenaikan berat badan normal yang diharapkan selama masa kehamilan. Dalam situasi ini, juga disertai gejala lain, seperti penglihatan kabur, sakit kepala, mual, serta nyeri di bagian perut atas. Bagi Bunda yang memiliki tekanan darah tinggi sebelum kehamilan, dapat memiliki resiko keguguran yang lebih tinggi, memiliki potensi bayi lahir prematur, kurus, atau lahir mati.