Beranda Persalinan Tips Agar Terhindar dari Mastitis

Tips Agar Terhindar dari Mastitis

Mastitis bukanlah hal yang asing bagi Bunda yang sedang menyusui, dimana kondisi ini ditandai dengan rasa nyeri dan sakit saat payudara Bunda disentuh, tapi apakah Bunda tahu, kalau di kondisi tersebut Bunda tetap bisa menyusui Si kecil. Mastitis bukanlah hal yang bisa membahayakan Si kecil. 

Jika Bunda berada dalam kondisi ini, mungkin Bunda akan merasa tidak nyaman saat melakukan proses menyusui, kemungkinan proses pemberian ASI akan terhambat atau yang lebih buruknya akan terhenti. Bunda tidak perlu khawatir karena mastitis dapat dihindari melalui langkah berikut.

Tips Terhindar dari Mastitis

Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa Bunda lakukan, guna melakukan pencegahan dari infeksi payudara, yaitu:

  • Gunakan payudara secara bergantian saat menyusui
  • Rajin membersihkan payudara dengan handuk untuk meningkatkan aliran ASI
  • Ketika Bunda menyusui gunakan teknik yang berbeda.
  • Untuk mencegah terjadinya pembengkakan dan penyumbatan ASI, Bunda dapat mengosongkan payudara saat menyusui. Ketika Si kecil sudah merasa kenyang padahal payudara belum sepenuhnya kosong, Bunda bisa mengosongkan dengan pompa ASI.
  • Jangan menggunakan pakaian yang terlalu ketat
  • Jangan memakai sabun untuk meersihkan puting
  • Perbanyak konsumsi cairan agar terhindar dari dehidrasi
  • Lakukan pemijatan pada payudara dengan lembut, sehingga ASI menjadi lancar
  • Jangan menindik pada bagian payudara, karena dapat meningkatkan resiko infeksi.

Mastitis merupakan peradangan atau infeksi pada jaringan payudara. Hal ini merupakan kondisi umum yang bisa terjadi pada Bunda menyusui. Dengan adanya kondisi ini otomatis kegiatan menyusui akan terganggu.

Kenali Gejalanya, Agar Dapat Melakukan Proses Pencegahan

Mastitis dapat terjadi di trimester awal Bunda menyusui, bahkan ketika proses menyusui sudah berjalan lama. Payudara Bunda akan terasa sangat sakit, sehingga mengalami kesulitan saat menyusui Si kecil. Gejala lainnya dapat berupa:

  • Peyudara membengkak
  • Berwarna kemerahan
  • Munculnya benjolan pada payudara
  • Terasa hangat saat disentuh
  • Adanya rasa perih saat menyusui
  • Demam
  • Adanya perbedaan ukuran pada salah satu payudara karena pembengkakan
  • Menggigil
  • Tubuh terasa lebih lemas
  • Mual dan muntah
  • Keluarnya cairan yang mengandung nanah
  • Seringnya terasa gatal di payudara
  • Terjadinya pembesaran kelenjar getah bening di area ketiak atau leher

Bunda perlu mengenai gejala dari mastitis, agar Bunda terhindar dari komplikasi berbahaya. Saat Bunda mendapatkan gejalanya, Bunda perlu melakukan diskusikan dengan dokter untuk mengetahui langkah penanganan selanjutnya.

Penyebab Mastitis pada Ibu Menyusui

Beberapa hal berikut ini bisa menjadi penyebab terjadinya mastitis, yaitu:

  • Infeksi dari bakteri staphylococcus dan streptococcus yang menjadi penyebab umum. Bakteri ini berasal dari mulut bayi atau permukaan kulit payudara yang menginfeksi jaringan payudara melalui luka pada puting
  • Adanya sumbatan pada saluran ASI. Sumbatan yang terjadi akibat ASI yang mengendap dalam saluran susu.

Faktor lainya yang bisa menjadi pemicu mastitis adalah Bunda hanya menyusui dengan satu payudara karena timbulnya luka pada puting Bunda, lalu frekuensi menyusui yang tidak teratur, terlalu lelah dan stres, merokok, atau Bunda pernah mengalami mastitis sebelumya.