Memenuhi kebutuhan anak adalah keinginan semua orang tua, namun jika kondisi yang tidak memungkinkan membuat Bunda harus memutar otak agar nutrisi anak tetap terpenuhi meski kondisi si kecil memiliki bibir sumbing.?
Setelah memasuki usia 6 Bulan Bunda akan mulai mengenalkan makanan selain ASI, saat itulah Bunda dapat memberikan makanan menggunakan alat makan khusus. Lalu, seperti apa cara yang tepat untuk memberikan makanan bagi anak-anak dengan kondisi ini?
Tips menyusui bayi dengan bibir sumbing
Biasanya, celah bibir baru bisa dioperasi mulai usia 6 bulan. Selama menunggu waktu itu tiba, anak tentu harus menyusu terlebih dulu.
Bayi dengan bibir sumbing biasanya menelan lebih banyak udara ketika menyusu karena mulutnya tidak dapat menutup dengan sempurna. Akibatnya, bayi akan lebih sering bersendawa atau memuntahkan kembali ASI yang telah tertelan.
Bagi orangtua yang memiliki anak dengan bibir sumbing, penyesuaian cara makan sudah harus dimulai sejak bayi. Berikut adalah beberapa tips yang disarankan untuk Bunda yang menyusui secara alami:
- Bunda perlu menyesuaikan puting dan payudara agar menutupi celah pada bibir, langit-langit mulut, ataupun gusi bayi. Setiap bayi memiliki kondisi bibir yang berbeda, jadi Bunda harus berusaha mencari posisi yang paling tepat.
- Jika bayi kesulitan menyusu, berikan jeda waktu menyusui selama 10 menit per sesi. Bunda dapat melanjutkan kembali setelah bayi tampak lebih nyaman.
Sementara bagi Bunda memberikan susu dengan botol untuk anak dengan bibir sumbing, berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
- Gunakan botol khusus yang diperuntukan bagi bayi dengan bibir sumbing.
- Posisikan bayi hingga tubuhnya setengah duduk untuk mencegah cairan masuk ke dalam hidungnya. Jagalah agar kepala, leher, dan pundaknya membentuk garis lurus.
- Biarkan bayi menghisap susu dari botol selama beberapa menit. Jika bayi tampak tak nyaman, lepaskan botol sejenak hingga ia bernapas kembali dengan normal.
- Batasi waktu menyusui selama 30 menit. Setelah itu, berikan jeda selama 10 menit agar bayi bisa bersendawa.
Cara memberi makan anak balita dengan bibir sumbing
Sebagian bayi sudah dapat menjalani operasi bibir sumbing sebelum berusia 6 bulan. Akan tetapi, ada pula kasus bibir sumbing yang lebih parah, di mana operasi baru dapat dilakukan setelah anak berusia 12-18 bulan.
Pada kasus seperti ini, Bunda perlu memberikan makanan pendamping ASI hingga anak cukup umur untuk menjalani operasi.
Walaupun menjadi tantangan tersendiri, Bunda dapat memberi makan anak dengan bibir sumbing lewat tips berikut:
- Membantu memposisikan anak agar duduk tegak selama makan.
- Menggunakan sendok dengan cekungan yang tidak terlalu dalam untuk memudahkan anak saat makan.
- Memberikan makanan bertekstur lumat seperti buah yang telah dihaluskan, bubur tim saring, dan bubur sumsum.
- Ketika anak berusia 12 bulan, Bunda dapat memberikan makanan dewasa seperti balita pada umumnya. Namun, buatlah teksturnya menjadi lebih lunak.
- Mengenalkan berbagai rasa makanan sedikit demi sedikit agar anak terbiasa makan.
Memberi makan anak yang memiliki bibir sumbing memang tidak mudah, apalagi ketika anak mulai merasa tidak nyaman. Pada anak dengan kasus bibir sumbing yang parah, hal ini mungkin lebih sulit lagi karena mereka harus menunggu sebelum bisa menjalani operasi.
Meski demikian, ini adalah satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan nutrisi buah hati Bunda. Setiap suapan yang Bunda berikan akan bermanfaat bagi masa depannya. Karenanya, jadikan ini sebagai motivasi untuk senantiasa memberikan si kecil makanan bernutrisi.