Makan merupakan bagian penting dari pertumbuhan anak. Masuknya asupan gizi merupakan energi untuk perkembangan sel tubuh anak untuk terus tumbuh dan berkembang.
Bagaimana jika anak tidak mau makan dengan baik, bagaimana asupan sel tubuhnya, pasti akan berkurang dan menghambat tumbuh kembangnya, nah Bunda harus cerdik mengatasi ini. Mari kita pelajari mengapa anak kehilangan nafsu makannya?
Tanda Anak Susah Makan
Beberapa tanda yang timbul pada anak yang sulit makan meliputi;
- Makan berlama-lama, suka memainkan / menumpahkan makanan.
- Memuntahkan / menyemburkan makanan.
- Menutup mulut rapat, atau menolak asupan dari orang tua.
- Hanya mau makan jenis tertentu saja atau pilih-pilih makanan.
- Makan terlalu sedikit atau tidak mau makan sama sekali.
- Cepat bosan terhadap makanan yang disajikan.
- Kebiasaan makan makanan yang aneh.
Mengapa Anak Sulit Makan ?
Beberapa penyebab yang dapat membuat anak tidak mau makan, diantaranya;
- Orang tua (terutama Bunda) kurang paham tentang cara memilih dan memberi makan yang benar untuk anak.
- Anak suka pilih-pilih makanan.
- Anak sering makanan jajanan seperti ciki, permen, atau makanan sejenis lain sehingga sudah merasa kenyang dan tidak mau makan besar.
- Anak sedang demam, mual dan muntah namun tetap dipaksa untuk makan.
- Bunda memberikan makanan pada saat anak sedang tidak lapar.
- Anak memiliki penyakit atau gangguan perkembangan terkait makan, yang biasanya terdapat pada ; gigi dan rongga mulut, saluran pencernaan, saluran pernafasan, penyakit lain seperti malaria, penyakit jantung bawaan, penyakit syaraf, kanker/tumor, anemia, diabetes, dll.
- Anak tidak nafsu makan karena terlalu banyak bermain.
- Anak makan dengan dipaksa (contoh ; disuapi terlalu keras) sehingga makan menjadi tidak menyenangkan menurut si anak.
Efek Bagi Anak
Jika diketahui anak berkurang nafsu makannya karena sedang sakit, Bunda tidak perlu khawatir karena efek tidak terlalu berpengaruh pada tumbuh kembang anak, dan nafsu makan anak akan kembali setelah anak sehat.
Namun, jika anak selalu susah makan dan terjadi dalam waktu yang lama ?Bunda harus berhati-hati. Efek yang muncul dapat mempengaruhi pada tumbuh kembang anak, tergantung dari jenis dan jumlah zat gizi apa yang kurang, misalnya ;
- Anak tidak suka buah dan sayur. Kekurangan vitamin, contohnya vitamin A.
- Anak hanya mau minum susu saja : dapat menyebabkan kurang darah karena kekurangan zat besi.
- Anak makan tetapi jumlahnya terlalu sedikit ; lama kelamaan menjadi kekurangan energi protein (KEP).
- Efek yang lebih panjang lagi adalah status gizi anak menurun dan tubuh anak menjadi kurus tiba-tiba.
Pemberian Makan Yang Baik dan Benar
Berikut yang dapat Bunda lakukan dirumah untuk memberi makan si buah hati, antara lain;
- Waktu makan sebaiknya tidak lebih dari 20-30 menit.
- Beri makan dalam jarak waktu 3-4 jam sekali, agar rasa lapar si anak lebih kuat.
- Jangan beri makan kecil, susu, atau jus pada waktu makan.
- Beri makan dalam porsi kecil agar anak tidak mudah bosan.
- Jaga anak tetap duduk di kursi makan sampai waktu makan selesai.
- Anak tidak boleh melempar-lempar makanan/alat makan dan bermain dengan makanan.
- Tanamkan pada anak bahwa makan merupakan kewajiban untuk memenuhi kebutuhan si anak, bukan sebagai hadiah atau tanda kasih sayang orang tua.
Bunda juga dapat memahami cara mengatasi masalah sulit makan pada anak di artikel selanjutnya. Pastikan Bunda sudah memahami betul mengapa anak sulit dan berkurang nafsu makannya.
[…] Mengetahui anak yang sulit makan akan membuat Bunda khawatir akan pemenuhan gizi sang buah hati. Untuk mengetahui mengapa anak sulit makan Bunda dapat memahami artikel sebelumnya dengan link mengapa anak susah makan? […]