Beranda Persalinan Tahapan Proses Persalinan Normal

Tahapan Proses Persalinan Normal

Persalinan Normal adalah tujuan dari persalinan dari setiap Ibu Hamil, setiap persalinan yang dialami setiap Bunda akan berbeda-beda, namun dalam kategori persalinan normal dibagi menjadi 4 bagian / 4 kala diantaranya :

Tahap persalinan Kala I
Tahap persalinan kala I atau disebut tahap pembukaan. Tahap pembukaan merupakan proses dimana sahabat Bunda akan mengalami pembukaan jalan lahir. Pembukaan jalan lahir ( serviks) pada Kala I berlangsung lambat. Pada tahap ini serviks / jalan lahir akan membuka sampai 3 cm dan waktu yang dibutuhkan pada pembukaan kala I ini pada umumnya 6-12 Jam.

Apabila sahabat Bunda merupakan kehamilan pertama waktu yang dibutuhkan pada tahap kala I ini bisa saja lebih lama, namum jika Bunda merupakan kehamilan kedua,tiga dan seterusnya, maka tahap pembukaan Kala I ini akan terjadi sangat cepat.

Pada tahap kala I Bunda sudah merasakan tanda-tanda persalinan seperti penipisan jalan lahir dengan ditandai adanya lendir bercampur darah (bloody show) dan kontraksi dengan durasi 20-30 detik, setiap kontraksi terjadi 2-3 X setiap 10 menit. Jika Bunda sudah merasakan tanda-tanda persalinan dan masih dirumah, segeralah menuju rumah sakit untuk mempersiapkan persalinan Bunda.

Yang perlu Bunda lakukan adalah menenagkan diri dengan mengambil nafas panjang untuk meringankan nyeri akibat kontraksi dan tetap makan dan minum. Jangan menahan BAK dan BAB jika bunda merasakannya, karena saluran pencernaan yang kosong akan membantu mempercepat penurunan kepala janin. Pastikan energi Bunda cukup karena setelah tahap Kala I bunda akan merasakan kontraksi yang lebih sering dan teratur.

Tahap persalinan Kala II
Tahap persalinan Kala II ini disebut tahap pengeluaran janin. Pada Kala II Bunda akan memasuki pembukaan jalan lahir 4-10 cm, jika Bunda sudah memasuki pembukaan 4 cm maka tahap pembukaan selanjutnya berlangsung kurang lebih 1 jam, dan terkadang ada yang lebih cepat dari itu.

Memasuki tahap kala II yang ditandai dengan pembukaan srviks 4 cm maka Bunda akam merasakan kontraksi yang sering dan kuat dengan durasi 40 detik setiap kontraksi dengan jumlah kontraksi 3-4x setiap 10 menit. Posisikan Bunda dengan tidur miring kiri, karena pada posisi ini akan mempercepat proses penurunan kepala janin atau lakukan posisi yang membuat Bunda nyaman.

Setelah pembukaan lengkap yaitu pembukaan 10 cm yang diketai dengan pemeriksaan dalam yang dilakukan oleh tenaga medis maka Bunda akan memulai persalinan. Pada tahap ini kepala janin sudah mulai terlihat dijalan lahir dan Bunda merasakan kepala janin tepat seperti diarea anus Bunda, pada saat inilah bunda merasakan kontraksi dan merasa ingin mengedan.

Sebelum pembukaan utuh (10cm) jika Bunda merasakan kontraksi seperti ingin mengejan sebaiknya Bunda menahan sekuat tenaga. Karena jika belum sempurna pembukaannya dan Bunda mengikuti rasa mengejan akan membuat Bunda lelah dan tak memiliki hasil bahkan memiliki resiko rusaknya jalan lahir / perdarahan.

Pada tahap ini pula Bunda sudah mulai dipersiapkan untuk bersalin dan melalui tahap persalinan, saat Bunda sudah mulai dipimpin Oleh Dokter/Bidan untuk mengedan saat itulah Bunda Mengedan mengikuti kontraksi alamiah yang Bunda rasakan.

Tahap persalinan Kala III
Tahap persalinan kala III atau disebut tahap pengeluaran ari-ari (placenta). Setelah bayi lahir maka pada tahap ini bunda akan menerima bayi Bunda diatas perut Bunda untuk menghangatkan bayi. Saat ini Bunda sudah tidak merasakan kontraksi seperti kala II. Bunda juka akan diberikan suntikan di area paha bagian luar yang merupakan suntikan Hormon Oksitosin untuk menghindari adanya perdarahan.

Setelah bayi lahir, maka tali pusat bayi akan dipotong 1-2cm dari perut bayi, dan bayi akan diposiikan tidur tengkurap diatas antara perut dan dada Bunda, posisikan tangan-tangan bayi pada kedua puting Bunda untuk merangsang Bayi menyusui dini atau dikenal IMD (inisiasi Menyusui Dini) pada tahap ini bayi sudah memulai IMD. Jangan khawatir jika bayi tidak merespon atau tidak langsung mencari puting Bunda. Respon bayi akan terlihat 1 jam setelah bayi ditidurkan diatas perut Bunda.

Tali pusat yang telah dipotong / dipisahkan pada bayi akan dikeluarkan berdasarkan kontraksi alamiah. Pada tahap ini Bunda merasakan kontraksi sedikit dan ringan, menandakan ari-ari (placenta akan keluar). Placenta keluar pada umumnya 5-10 menit setelah bayi keluar.

Tahap persalinan Kala IV
Tahap persalinan kala IV merupakan tahap 2 jam pengawasan setelah persalinan. Setelah placenta lahir, bunda harus membantu tenaga medis untuk mengecek rahim Bunda apa berkontraksi ringan atau tidak merasakan kontraksi sama sekali.

Kontraksi ringan yang dirasakan adalah pertanda baik, bahwa rahim Bunda segera bekerja menutup pembuluh darah yang terbuka tepat bekas menempelnya placenta. Kontraksi ini membantu proses penutupan pembuluh darah sehingga perdarahan pasca persalinan tidak terjadi.

Yang perlu Bunda atau Ayah lakukan adalah melakukan rangsangan pada rahim untuk berkontraksi ringan dengan cara mengelus Fundus Uteri (bagian atas rahim) dengan cara melingkar dan akan dibimbing oleh tenaga kesehan.

Pada tahap ini Bunda juga harus mengkonsumsi minuman manis dan makanan ringan untuk mengembalikan energi. Apabila Bunda merasakan sakit kepala, mual, atau ada darah yang mengalir begitu kuat dari jalan lahir. Segera laporkan pada tenaga medis.

Pada tahap ini setelah selesai seluruhnya Bunda akan dibantu untuk dirapihkan dilakukan pemeriksaan, dan penjahitan jalan lahir jika terjadi robekan. Rahim yang tadinya membesar mengikuti besar tubuh bayi berlahan akan mulai kembali ke ukuran semula.

Setelah pemantauan 2 jam setelah persalinan dan Bunda dalam kondisi baik, akan dikembalikan ke ruang pemulihan.

Begitulah tahapan sederhana yang akan Bunda alami pada tahap persalinan Normal. Jangan pernah panik dan menganggap proses persalinan menakutkan ya sahabat Bunda. Karena pada umumnya apabila Bunda belum pernah mengalami atau melihat proses persalinan, pada saat Bunda merasakan sendiri seprti di bimbing oleh reaksi tubuh dengan sendirinya.

Namun jika sahabat Bunda sudah mengetahui gambaran tetang persalinan, Bunda akan lebih tenang dalam menghadapinya. Pastikan Bunda tetap memasukan makanan atau minuman manis agar Bunda memiliki energi untuk persalinan dan setelah persalinan.