Selamat datang pejuang ASI. kali ini halaman Bunda akan membahas mengenai payudara yang lembek meski sedang menyusui. Banyak masyarakat yang bilang bahwa saat menyusui payudara yang baik akan kencang, besar yang menandakan ASI banyak dan segar. Opini tersebut membuat Bunda yang saat menyusui dan payudara terasa lembek membuat khawatir dan apakah ASI cukup untuk bayi?
Tenang Bunda, payudara lembek bukan berarti ASI Bunda tidak cukup loh. Selama fase laktasi tidak selalu payudara terasa keras dan penuh. Ternyata pada kenyataannya payudara yang terasa keras dan penuh menandakan produksi ASI sedang berhenti. Loh kok bisa ya Bunda?
Proses Produksi ASI
Jadi proses produksi ASI dimulai dari hormon prolaktin yang bertugas sebagai hormon produksi ASI dikelola oleh otak secara langsung. Otak akan memerintahkan untuk memproduksi ASI. ASI yang telah diproduksi akan disimpan di kelenjar-kelenjar susu di payudara Bunda.?
Setelah ASI disimpan dan kejelar susu penuh, maka Bunda akan merasakan payudara terasa keras dan kencang, jika tidak dikeluarkan segera maka kelenjar-kelenjar susu yang keras seperti ada tahanan akan merespon otak untuk mengurangi produksi ASI bahkan menghentikan produksi ASI karena sudah penuh dan tidak dibutuhkan.?
Justru Keliru
Dari proses di atas, payudara yang keras dan kencang justru merupakan tanda awal penurunan produksi ASI loh Bunda. Hal tersebut merupakan tanda bahwa tampungan kelenjar susu yang sudah penuh dan ASI tidak dibutuhkan sebanyak yang diproduksi.?
Oleh sebab itu saat Bunda merasakan payudara penuh maka segera keluarkan dan kosongkan secara maksimal dengan menyusui anak dengan langsung atau memompa payudara, agar produksi ASI tetap berlangsung dan tidak berkurang.?
Saat ASI dikeluarkan terus menerus menandakan kebutuhan ASI terus berjalan, maka otak akan memerintahkan terus memproduksi sesuai dengan kebutuhan (sebanyak ASI yang keluar).
Payudara lembek – produksi jalan terus
Jadi saat pengosongan payudara dilakukan secara maksimal dan rutin maka payudara terasa lembek, dan nyaman untuk Bunda. Karena payudara terus dikeluarkan maka otak merespon untuk terus memproduksi ASI.?
Bunda tidak perlu khawatir lagi ya, karena payudara kencang dan terasa penuh dirasakan Bunda di awal produksi berlangsung saja, setelah beberapa minggu berlangsungnya proses menyusui, payudara Bunda akan nyaman kembali, lembek dan tidak membuat Bunda sakit.?
Bayangkan jika Bunda mengalami hiperlaktasi / kelebihan produksi, payudara terus kencang dan jika tidak dikeluarkan membuat masalah seperti mastitis, demam sehingga Bunda tidak nyaman dan justru malah sakit, tidak dapat maksimal menjaga si kecil.?
Jika Payudara Keras
Jika Bunda merasakan payudara keras, segeralah lakukan langkah berikut :
- Keluarkan ASI secara maksimal dalam proses pengosongan payudara, bisa dengan menyusui secara langsung/ memompa ASI/ lakukan kedua-duanya.
- Jika Bunda merasa tidak nyaman, meski telah dikeluarkan dan terasa ada sumbatan, lakuan massage payudara secara lembut.
- Setelah dilakukan pemijatan dengan lembut kompres AIR hangat di payudara kanan dan kiri disertai tekanan halus.
- Pompa / keluarkan kembali ASI dengan menyusui langsung / memompa ASI.
Jika kondisi tidak membaik Bunda sebaiknya melakukan pemeriksaan agar tidak terjadi gejala yang membahayakan.