Hipertensi selama ini dikenal sebagai penyakit yang dipengaruhi oleh usia, sehingga rentan terjadi pada orang dewasa atau lansia. Namun tahukah bunda, kalau hipertensi juga bisa menyerang anak-anak. Tidak berbeda jauh dengan orang dewasa, hipertensi pada anak juga disebabkan oleh naiknya tekanan darah. Apa saja gejalanya? Yuk cari tahu lewat artikel berikut ini!
Gejala dan Cara Mengatasi Hipertensi pada Anak
Hipertensi adalah kondisi yang ditandai dengan tingginya tekanan darah. Secara umum, tekanan darah diukur dari seberapa kuat tekanan pada pembuluh darah saat darah mengalir. Pada pengidap hipertensi, tekanan yang muncul pada saat proses memompa darah terlalu kuat. Alhasil, tekanan yang muncul bisa memicu kerusakan pada pembuluh darah, jantung, dan organ tubuh lain.?
Tanda Gejala
Kabar buruknya, hipertensi pada anak sering kali tidak didahului dengan gejala apapun. Kendati begitu, kondisi ini tidak boleh disepelekan begitu saja bunda, karena tergolong penyakit serius.?
Namun, bunda dan ayah bisa mengenali gejala utama yang bisa menjadi tanda hipertensi, seperti:
- Sakit kepala
- Muntah
- Jantung berdebar
- Kejang
- Sesak nafas, atau nyeri pada area dada.?
Jika bunda dan ayah merasa atau melihat gejala tersebut pada anak, segera bawa anak ke rumah sakit.?
Penanganan Hipertensi
Ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk membantu mengatasi hipertensi pada anak. Sebelumnya, dokter akan memastikan diagnosis dengan melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan riwayat kesehatan anak, nutrisi yang dikonsumsi, tingkat aktivitas, serta riwayat kesehatan anggota keluarga. Setelah itu, pemeriksaan dilakukan dengan mengecek tekanan darah, biasanya akan dilakukan beberapa kali.?
Tekanan darah anak yang terlalu tinggi bisa menjadi tanda awal hipertensi. Dokter biasanya juga akan melakukan pemeriksaan penunjang, seperti tes darah, tes urine, rekam jantung (EKG), serta USG jantung atau ekokardiografi. Hipertensi pada anak yang tergolong ringan, biasanya bisa ditangani dengan cara menerapkan perubahan gaya hidup, termasuk konsumsi makanan sehat dan aktif bergerak atau berolahraga.
Jika perubahan gaya hidup tidak memberi banyak perubahan, atau tekanan darah Si Kecil terus saja meningkat, dokter biasanya akan merekomendasikan obat-obatan tertentu. Biasanya, kondisi ini akan diatasi dengan mengkonsumsi obat penurun tekanan darah, biasanya konsumsi obat dilakukan sementara atau selama Si Kecil membutuhkannya.?
Hipertensi pada anak bisa saja disebabkan oleh penyakit atau gangguan kesehatan lain. Kalau begitu, biasanya pengobatan juga dilakukan untuk mengatasi kondisi atau penyakit tersebut. Biasanya, mengendalikan penyakit yang dialami bisa membantu menurunkan tekanan darah dan membuatnya lebih stabil. Hipertensi pada anak sebaiknya tidak diabaikan dan harus segera mendapat penanganan tepat. Jika tidak, risiko komplikasi berat bisa muncul dan mempengaruhi kesehatan organ jantung, pembuluh darah, dan ginjal.