Beranda Anak Mengenali Tanda Anak Sudah Memiliki Gizi Yang Baik

Mengenali Tanda Anak Sudah Memiliki Gizi Yang Baik

Banyak sekali kalimat gizi buruk sebagai kalimat yang menakutkan bagi orang tua. Tentu setiap orang tua akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya, namun tak dipungkiri bukan hanya disiapkan makanan yang berkualitas ya Bunda, namun juga ada perjuangan agar makanan tersebut dapat mendarat di lambung si kecil.?

Meski anak tidak dapat makan dalam porsi besar namun tahukah Bunda jika pada setiap sesi makan anak dapat nutrisi yang seimbang dan sesuai kebutuhannya maka Bunda tidak perlu khawatir loh.?

Status Gizi Baik

Tidak melulu hanya mengetahui gizi buruk, Bunda perlu mengetahui tanda anak memiliki gizi yang baik. Serupa dengan namanya, gizi baik adalah kondisi status gizi yang berada dalam keadaan baik alias normal. Anak yang memiliki status gizi yang normal, tentu saja akan mempunyai indeks massa tubuh atau IMT (dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Body Mass Index atau BMI) yang normal pula.

Seorang anak yang sangat kurus, sangat pendek, atau bahkan sangat gemuk, adalah contoh kasus anak yang status gizinya tidak normal. Anak yang bergizi baik, tentu akan memiliki berat badan dan tinggi badan yang seimbang.

Namun, penilaian dengan IMT tidak sepenuhnya bisa digunakan untuk menilai status gizi baik di usia anak-anak. Bukan tanpa alasan, pasalnya, usia anak-anak merupakan masa pertumbuhan yang cenderung cepat mengalami perubahan tinggi dan berat badan.

Jadi, perbandingan tinggi dengan berat badan dirasa kurang pas. Apalagi tumbuh kembang anak juga dilihat berdasarkan kelompok usianya. Maka itu, IMT tak hanya satu-satunya indikator untuk mengetahui gizi si kecil.

Penilaian status gizi baik pada anak

Jika ingin mengetahui status gizi anak sudah baik atau belum, biasanya digunakan pengukuran khusus menggunakan grafik dengan melibatkan beberapa indikator. Bagi anak yang berusia 0-5 tahun, menggunakan grafik WHO 2006 (cut off z score).?

Sementara untuk anak di atas usia 5, kemungkinan kondisi gizi baik bisa diukur menggunakan aturan CDC 2000 (ukuran persentil). Persentil dipakai sebagai gambaran berapa nilai IMT anak. Anak dikatakan memiliki gizi baik jika berada di kategori normal untuk setiap pengukuran dengan grafik pertumbuhan anak (GPA).

Untuk tahu si kecil telah diberikan asupan nutrisi yang baik, maka ada beberapa indikator yang harus dilihat, yaitu:

  • Berat badan berdasarkan tinggi badan
  • Berat badan berdasarkan umur
  • Tinggi badan berdasarkan umur
  • IMT berdasarkan umur

Nah, anak dengan gizi baik harus menunjukkan bahwa ia berada pada rentang angka normal pada keempat indikator tersebut. Berikut rentang nilai kategori normal untuk masing-masing indikator:

  • BB/U: e-2 SD sampai 3 SD
  • TB/U atau PB/U: -2 SD sampai dengan 2 SD
  • BB/TB atau BB/PB: -2 SD sampai dengan 2 SD
  • IMT: persentil 5  < 85

Supaya lebih mudah dan cepat untuk mengetahui kondisi gizi anak, Bunda bisa melakukan pengukuran tinggi serta berat badan anak di pelayanan kesehatan terdekat. Pasalnya, tak seperti indeks massa tubuh orang dewasa yang memiliki rumus khusus, status gizi anak memiliki perhitungannya sendiri yang cukup rumit.

Pemantauan rutin terkait kondisi kesehatan dan perkembangan anak, bisa dilakukan di pelayanan kesehatan manapun. Baik itu posyandu, puskesmas, klinik, maupun rumah sakit.

Berbagai tanda kalau status gizi anak sudah baik

Tak sedikit orang tua yang khawatir akan tumbuh kembang anaknya. Sebenarnya, Bunda tak perlu cemas. Di samping mengetahui langsung dari pemeriksaan rutin dengan dokter, di posyandu, maupun puskesmas, Bunda bisa menilai sendiri kondisi status gizi anak.

Berikut tanda-tanda yang ditunjukkan ketika status gizi anak sudah dalam keadaan yang normal:

  1. Punya berat badan dan tinggi badan yang normal

Berat dan tinggi badan termasuk hal penting dalam menentukan status gizi anak. Mengetahui berat dan tinggi badan anak secara pasti akan membantu Bunda dalam menilai sudah baik atau belum gizi yang diperoleh anak selama ini.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, berikut rerata berat dan tinggi badan yang dianggap normal di setiap kelompok usia anak:

Tabel Berat Badan dan Tinggi Badan Berdasarkan Usia Anak

Berat Badan

Tinggi Badan

0-6 Bulan 3,3-7,9 kg 0-6 Bulan 49,9-67,6 cm
7- 11 Bulan 8,3-9,4 kg 7- 11 Bulan 69,2-74,5 cm
1-3 tahun 9,9-14,3 kg 1-3 tahun 75,7-96,1 cm
4-6 Tahan 14,5-19 kg 4-6 Tahan 96,7-112 cm
7-12 Tahun 27-36 kg 7-12 Tahun 130-145 cm
13-18 Tahun 46-50 kg? 13-18 Tahun 158-165 cm?
  1. Tidak gampang sakit

Anak dengan status gizi yang baik akan memiliki status kesehatan yang baik pula. Ini karena asupan gizi yang beragam serta berkualitas akan membuat sistem kekebalan si kecil lebih kuat.?

Alhasil, tubuh anak pun menjadi lebih kebal terhadap serangan infeksi penyebab penyakit. Faktanya, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa anak yang punya status gizi yang buruk sudah pasti sangat rentan terkena berbagai penyakit infeksi.

Salah satunya penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah PLoS ONE. Penelitian tersebut menyatakan bahwa anak dengan gizi yang buruk, ternyata punya jumlah sel-sel darah putih yang lebih sedikit ketimbang anak dengan gizi baik.

Padahal, komponen sel darah tersebut berperan sebagai pasukan pertahanan guna menjaga kesehatan tubuh. Di samping itu, kegemukan juga menandakan kalau anak tidak memiliki gizi yang baik.

Dalam hal ini, simpanan lemak yang ada di dalam tubuh anak cenderung berlebihan sehingga berisiko menimbulkan berbagai penyakit. Lebih dari itu, anak yang kegemukan memiliki risiko tinggi terserang berbagai penyakit kronis. Mulai dari penyakit jantung, stroke, dan diabetes (kencing manis).

  1. Punya nafsu makan yang baik

Punya nafsu makan yang baik adalah salah satu tanda kalau si kecil bergizi baik. Dalam hal ini, nafsu makan buruk bukan hanya tidak memiliki nafsu makan, tetapi tingkat nafsu makan yang berlebihan juga tidak baik. Keduanya tentu sama-sama akan menimbulkan permasalahan gizi pada anak.

Anak yang kekurangan gizi sudah pasti punya nafsu makan yang kurang, atau cenderung tidak berselera dan malas makan. Sementara itu, anak yang kegemukan cenderung memiliki nafsu makan yang tinggi yang sebenarnya tidak baik bagi kesehatannya.

Bila Bunda mengalami kesulitan dalam mengendalikan nafsu makan anak, Bunda dapat berkonsultasi dengan ahli gizi.

  1. Anak aktif dan lincah

Tanda lain untuk melihat apakah si kecil punya status gizi yang baik adalah dengan melihat aktivitas sehari-harinya. Anak yang berstatus gizi baik, cenderung lebih aktif dan kuat dalam melakukan berbagai aktivitas fisik.

Hal ini akan terlihat berbeda dengan anak yang mengalami kekurangan gizi yang akan cenderung lelah cepat lelah dan lemas.

Sedangkan anak yang kegemukan juga biasanya lebih pasif ketimbang anak dengan berat badan normal. Pasalnya, berat badan berlebih akan membuat anak lebih cepat lelah dalam melakukan aktivitas.