Program KB merupakan program keluarga berencana yang diusung pemerintah melalui BKKBN. Program keluarga berencana yang berkembang saat ini bukan lagi membatasi jumlah anak pada keluarga loh sahabat Bunda, melainkan membentuk keluarga yang berkualitas.
Diskusi keluarga berencana dengan pasangan adalah hal yang sangat penting. Meliputi jumlah anak, jarak kelahiran anak dan perencanaan kedepan untuk anak serta keluarga. Keluarga berencana merupakan upaya untuk membentuk keluarga yang berkualitas dan menunjang kemajuan keluarga.
Kesehatan dari Bunda sejak kehamilan sampai membesarkan anak adalah upaya yang dilakukan dari keluarga berencana agar Bunda tetap bisa produktif dan menciptakan generasi yang berprestasi.
Keluarga Berencana dengan Alat Kontrasepsi
Keluarga berencana salah satu yang diperhatikan adalah jumlah anak dan jarak kelahiran anak. Sahabat Bunda dapat mendiskusikan dengan pasangan rencana untuk menentukan jumlah anak dan jarak kelahiran anak. Hal ini bertujuan agar Bunda dapat memproduksi kembali dalam kondisi yang sehat dan dapat mendampingi pada masa emas anak. Terutama saat 6 bulan pertama untuk memberikan ASI Eksklusif.
Setelah sahabat Bunda mendapatkan tujuan keluarga berencana dan berniat menggunakan alat kontrasepsi untuk mencoba mengatur jarak kelahiran dan jumlah anak, maka bunda dapat mengkonsultasikannya dengan tenaga medis yang sahabat Bunda percaya.
Mengapa Perlu Ikut Ber KB ?
- Mengatur jarak dan mencegah kehamilan sementara agar tidak terlalu rapat (minimal 2 tahun setelah melahirkan untuk menyiapkan kembali alat reproduksi Bunda dan memberikan ASI sampai 2 tahun).
- Menjaga dan meningkatkan kesehatan ibu, bayi dan balita.
- Bunda memiliki waktu dan perhatian yang cukup untuk dirinya sendiri, anak dan keluarga.
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
Metode jangka panjang merupakan kontrasepsi yang pemakaiannya dapat menimbulkan pencegahan kehamilan dalam jangka panjang, diantaranya :
- Metode operasi wanita (MOW) dan metode operasi pria (MOP), jangka waktu penggunaan seumur hidup.?Tidak disarankan bagi sahabat Bunda yang masih memiliki program untuk hamil kembali.
- Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR)/ spiral, jangka waktu penggunaan sampai 10 tahun.
- Implan (alat kontrasepsi bawah kulit), jangka waktu penggunaan 3 tahun.
Metode Kontrasepsi Jangka Pendek
Metode jangka pendek merupakan kontrasepsi yang memiliki waktu yang singkat dalam pemulihan kesuburan, diantaranya;
- Suntik, terdapat 2 jenis suntikan yaitu suntikan 1 bulan (disuntik setiap 1 bulan sekali) dan suntikan 3 bulan (disuntik 3 bulan sekali). Untuk ibu menyusui tidak disarankan menggunakan suntikan 1 bulanan, karena dapat mengganggu produksi ASI.
- PIL KB
- kondom
- MAL ( Metode Amnorea Laktasi) , metode ini digunakan bagi Bunda yang melakukan pemberian ASI eksklusif. Namun memiliki potensi kegagalan yang tinggi karena metode ini merupakan metode alami yang disebabkan oleh proses menyusui sehingga hormon untuk produksi sel telur berkurang.
Alat Kontrasepsi Yang Mengandung Hormonal
Alat kontrasepsi memiliki 2 jenis kandungan yaitu jenis kontrasepsi yang mengandung hormonal dan yang tidak mengandung hormonal.
Alat kontrasepsi yang tidak mengandung hormonal diantaranya jenis MOW, MOP, AKDR, Kondom. Sedangkan yang mengandung hormonal diantaranya jenis Implan, suntik, dan Pil KB.
Pantangan KB Hormonal
Alat kontrasepsi hormonal akan bekerja mengendalikan hormon pada tubuh, karena cara kerja mempengaruhi hormon pada tubuh maka Bunda harus menghindari penggunaan KB Hormonal jika memiliki riwayat berikut;
- Usia lebih dari 35 tahun
- Perokok
- Penderita penyakit hati aktif atau memiliki riwayat tumor hati
- Penyandang diabetes
- Memiliki riwayat penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi
- Pendarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya
- Penderita kanker payudara, memiliki riwayat kanker payudara atau mengalami pertumbuhan sel abnormal pada payudara
- Memiliki riwayat masalah pembekuan darah
- Penderita migran
Bunda dapat mendiskusikan metode kontrasepsi manakah yang cocok dengan riwayat kesehatan Bunda dengan tenaga kesehatan yang Bunda pilih, serta dapat mendiskusikan dengan pasangan Bunda apakah alat kontrasepsi yang Bunda gunakan berkenan dengan pasangan Bunda.
Bunda dapat menghentikan penggunaan alat kontrasepsi apabila terjadi ketidaknyamanan dari efek samping yang ditimbulkan. Dan dapat mengganti metode kontrasepsi segera setelah pelepasan metode sebelumnya atau saat diketahui tidak sedang hamil. Bunda juga dapat menghentikan penggunaan dan kembali subur untuk melanjutkan memproduksi kembali. Masing-masing metode memiliki respon kembali subur dengan waktu yang berbeda-beda.
[…] BACA JUGA : Program Keluarga Berencana Dengan Alat Kontrasepsi […]