Beranda Kehamilan Bahaya Ibu Hamil Yang Alami Hipermagnesemia

Bahaya Ibu Hamil Yang Alami Hipermagnesemia

Menjaga nutrisi atau asupan selama masa kehamilan bukanlah tanpa alasan. Hal ini dilakukan untuk pemenuhan nutrisi bunda dan janin dalam kandungan. Akan tetapi ingat bunda sesuatu yang berlebihan juga tidaklah baik, seperti kelebihan salah satu jenis nutrisi, seperti hipermagnesemia sebagai contoh.?

Pasalnya, jika tubuh bunda memiliki kadar hipermagnesemia yang tinggi akan menimbulkan dampak yang berbahaya, apalagi ini terjadi saat sedang hamil. Untuk lebih lanjut bunda bisa simak ulasanya.?

Mengenal Hipermagnesemia

Apasih hipermagnesemia itu? Hipermagnesemia adalah kondisi medis yang terjadi akibat kadar magnesium dalam darah terlalu tinggi. Hipermagnesemia tergolong penyakit yang langka. Penyebabnya yang paling umum terjadinya? hipomagnesemia adalah ginjal. Saat ginjal dalam tubuh sudah tidak mampu membuang magnesium yang berlebih dalam darah. Akibatnya, tubuh akan mengalami kelebihan magnesium atau hipermagnesemia.

Sebenarnya magnesium merupakan mineral yang dibutuhkan oleh bunda yang sedang mengandung. Tubuh kita menggunakan magnesium untuk memberi makan otot dan organ, serta membantu mengatur tingkat energi dan mineral. Penelitian menunjukkan bahwa mendapatkan magnesium yang cukup bisa membantu mencegah rahim berkontraksi sebelum waktunya. Magnesium juga membantu membangun gigi dan tulang yang kuat pada bayi.?

Sistem gastrointestinal (usus) dan ginjal adalah dua organ yang bertanggung jawab dalam mengatur dan mengontrol berapa banyak magnesium yang diserap tubuh dari makanan dan berapa banyak yang diekskresikan dalam urine.?

Penyebab Ibu Hamil Mengalami Hipermagnesemia

Kebanyakan kasus hipomagnesemia terjadi pada orang yang mengalami gagal ginjal atau penyakit hati stadium akhir. Hal tersebut karena penyakit ginjal kronis tersebut bisa menyebabkan ginjal tidak bisa berfungsi dengan baik untuk menjaga kadar magnesium dalam tubuh tetap pada tingkat yang normal. Akibatnya, orang tersebut akan mengalami penumpukan mineral dalam darah.

Kasus hipermagnesemia akan sangat jarang terjadi pada orang yang memiliki ginjal yang sehat. Kalaupun bunda memiliki ginjal yang sehat mengalami hipermagnesemia, gejala yang muncul biasanya ringan. Nah, yang tengah hamil juga berisiko mengalami hipermagnesemia, bila bunda mengonsumsi suplemen magnesium dengan dosis yang terlalu tinggi. Hal tersebut biasanya dilakukan sebagai pengobatan untuk mengatasi kondisi preeklamsia.

Gejala yang Perlu Diwaspadai Bunda

Bila kadar magnesium bunda masih berada sedikit di atas normal, maka bunda tidak akan terlalu merasakan gejala hipermagnesemia. Namun, bila kadar magnesium dalam darah sudah jauh meningkat, bunda bisa mengalami gejala-gejala yang tidak nyaman, seperti:

  • Wajah memerah;
  • Sakit kepala;
  • Lesu;
  • Diare;
  • Mual dan muntah;
  • Pingsan;
  • Tidak bisa buang air kecil;
  • Refleks menjadi lambat;
  • Otot melemah atau bahkan lumpuh;
  • Tekanan darah menurun;
  • Gangguan irama jantung;
  • Gangguan pernapasan.

Bila ibu hamil mengalami gejala-gejala seperti di atas, sebaiknya segera melakukan periksakan diri ke dokter. Pasalnya, hipermagnesemia bisa menyebabkan masalah pada jantung yang berujung pada penurunan kesadaran, gagal ginjal, hingga kematian.