Masa awal kehidupan bayi baru lahir memiliki kemampuan menelan dan menyimpan makanan yang belum sempurna, karenanya pada saat ini bayi tidak diperkenankan diberikan makanan selain susu/ ASI.
Selama proses menyusui berlangsung maka bayi akan mulai beradaptasi dan menyempurnakan proses menelan, dan penyimpanan makanan. Proses ini akan sempurna setelah usianya 6 bulan. Karena proses itulah Bunda dianjurkan hanya memberikan susu/ASI saja selama 6 bulan lamanya (eksklusif).?
Gumoh atau Muntah Pada Bayi
Beberapa bayi akan senang setelah menyusui dan tertidur/ lebih tenang karena perutnya tidak lapar, namun beberapa bayi justru merasakan tidak nyaman dan mengeluarkan cairan susu kembali (gumoh). Jika bayi Bunda sering kali gumoh atau muntah berikut beberapa penyebab? yang terjadi pada si kecil, diantaranya :
- Terlalu banyak menyusu
Bayi memang sangat dianjurkan untuk minum ASI selama usia 6 bulan pertama atau disebut juga dengan ASI eksklusif. Dengan catatan, jumlah ASI dalam sekali minum sebaiknya dalam kebutuhan atau porsi yang cukup, alias tidak terlalu sedikit atau berlebih.
Minum ASI dalam jumlah yang terlampau banyak justru dapat membuat bayi merasa kekenyangan. Sama halnya seperti orang dewasa yang terlalu banyak makan, perut bayi yang kebanyakan menyusu juga bisa terasa begah, kembung, dan kurang nyaman.
Oleh karena merasa tidak nyaman, bayi akan otomatis muntah setelah selesai menyusu dalam jumlah yang terlalu banyak di luar kebutuhannya.
Jumlah ASI yang keluar saat bayi muntah setelah menyusu bisa berkisar dari sedikit hingga banyak. Hanya saja, kasus muntah setelah selesai menyusu ini tidak selalu dialami oleh setiap bayi.
Mungkin beberapa bayi jarang mengalaminya atau bahkan tidak pernah sama sekali muntah setelah menyusu. Namun, sebagian bayi lainnya bisa cukup sering mengalami muntah setelah minum ASI.
- Gastro-esophageal reflux (GERD)
Muntah sebenarnya bukanlah kondisi yang membahayakan, termasuk yang dialami bayi setelah menyusu. Namun dalam beberapa kondisi tertentu, muntah pada bayi setelah minum ASI bisa menandakan adanya kondisi medis yang berbahaya.
Salah satu penyebab bayi muntah setelah menyusu bisa jadi karena ia mengalami gastro-esophageal reflux (GERD). GERD pada bayi terjadi ketika gas dan asam lambung dari dalam perut bayi naik kembali ke kerongkongan.
Kenaikan asam lambung ini disebabkan oleh otot-otot pada katup kerongkongan yang seharusnya menutup, justru rileks dan mudah terbuka.
Padahal normalnya, katup kerongkongan baru akan terbuka saat ada makanan atau minuman yang akan masuk ke dalam mulut. Inilah salah satu alasan mengapa bayi muntah, entah itu selama ataupun setelah menyusu alias minum ASI.
Jika si kecil memang mengalami GERD, gejalanya bisa muncul kapan saja. Namun, gejala GERD pada bayi biasanya paling cepat terlihat dalam kurun waktu sekitar 1 bulan setelah kelahiran.
- Alergi terhadap makanan atau minuman tertentu
Kondisi muntah pada bayi setelah selesai minum ASI bisa juga dikarenakan alergi pada makanan atau minuman tertentu. Begini, bayi yang sedang menyusu ASI eksklusif tentu tidak mengonsumsi makanan maupun minuman lainnya.
Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bayi bisa mengalami alergi atau sensitif terhadap makanan dan minuman tertentu. Hal ini biasanya dikarenakan ada makanan atau minuman yang Bunda konsumsi sebelumnya dan kemudian tercampur bersama ASI.
Akibatnya, bayi meminum ASI yang telah bercampur bersama makanan dan minuman tertentu. Jika kadarnya terlalu banyak di dalam ASI dan bayi merasa tidak nyaman, ia bisa saja mengalami muntah setelah selesai menyusu.
Perbedaan Gumoh dan Muntah
Muntah dan gumoh sekilas tampak sama. Ini karena muntah dan gumoh sama-sama membuat bayi mengeluarkan ASI yang biasanya terjadi setelah menyusui.
Meski begitu, sebenarnya muntah dan gumoh setelah bayi minum ASI adalah dua hal yang berbeda. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gumoh adalah keluarnya ASI dalam jumlah tertentu usai menyusui.
Ketika bayi mengalami gumoh, ASI yang sudah ada di dalam mulutnya akan mengalir keluar dengan sendirinya. Biasanya, gumoh kerap dialami oleh bayi yang berusia kurang dari 1 tahun dengan jumlah ASI yang keluar sekitar 1-2 sendok.
Bunda tak perlu cemas, karena gumoh pada dasarnya normal dialami oleh bayi dan tidak menandakan adanya gejala atau kondisi medis lainnya.
Bahkan, bayi yang mengalami gumoh masih bisa terlihat aktif, nyaman, tidak mengalami masalah pernapasan, dan berat badannya juga dapat terus meningkat. Lama waktu terjadinya gumoh yakni sekitar kurang dari 3 menit.
Sementara itu, muntah yang terjadi setelah minum ASI tidak keluar dengan sendirinya. Muntah membutuhkan usaha untuk mengeluarkan ASI yang sudah masuk ke dalam mulut atau bahkan perut bayi. Bayi biasanya terlihat seperti sedang mengejan, rewel, dan tidak nyaman. Hal ini bisa menandakan sedang ada yang tidak beres dengan sistem pencernaan bayi.
Penanganan Muntah Pada Bayi Setelah Menyusu
Bayi yang muntah setelah menyusu atau minum ASI biasanya ditangani dengan cara yang berbeda-beda tergantung penyebabnya. Berikut penanganan berdasarkan penyebab terjadinya muntah, diantaranya:
- Karena minum susu/ASI terlalu banyak
Bila muntah setelah bayi menyusu atau minum ASI muncul karena jumlah ASI yang diminum terlalu banyak, otomatis solusinya adalah mengurangi jumlahnya. Bukan berarti Bunda harus membatasi jumlahnya. Hanya saja, pastikan bayi menyusu secukupnya, agar tidak membuatnya merasa kekenyangan hingga akhirnya muntah.
- Muntah karena GERD
Jika muntah yang dialami bayi disebabkan oleh GERD, biasanya si kecil bisa sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun, Bunda bisa membantu memperbaiki asam lambung yang naik dengan menempatkan bayi pada posisi duduk saat menyusui atau melakukan cara menyusui yang benar. Begitu pula setelah selesai menyusui, hindari langsung menidurkan bayi. Bantu sendawakan bayi agar udara didalam perut keluar.?
Upayakan hindari menidurkan bayi segera setelah menyusui, hal ini justru dapat membuat asam lambung dengan mudah naik kembali ke kerongkongan. Sebagai solusi guna mencegah muntah, usahakan bayi tetap dalam posisi duduk sekitar 30 menit setelah menyusu.
- Muntah karena alergi?
Berbeda lagi apabila kondisi muntah karena sensitif terhadap makanan dan minuman tertentu. Dalam hal ini, sebaiknya cari tahu makanan atau minuman apa yang mengganggu bayi sehingga membuatnya muntah setelah minum ASI.
Sebab seperti yang telah disinggung sebelumnya, makanan dan minuman yang Bunda konsumsi bisa ikut tercampur bersama ASI. Jadi, ada baiknya untuk mengurangi atau menghindari konsumsi makanan dan minuman yang sensitif pada bayi guna mencegahnya muntah setelah minum ASI.