Flu babi atau swine flu adalah istilah untuk salah satu jenis influenza yang disebabkan oleh virus H1N1. Nama babi atau swine ini muncul karena gen virus penyebabnya mirip dengan virus influenza yang menyebabkan penyakit flu pada babi.
Gejala Flu Babi
Masa inkubasi virus flu babi adalah sekitar 1-4 hari. Setelah itu, penderita akan mulai mengalami gejala. Penyakit flu babi memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa, sehingga sulit dibedakan. Beberapa gejala flu babi, di antaranya adalah:
- Demam.
- Kelelahan.
- Pegal-pegal.
- Sakit kepala.
- Pilek dan hidung tersumbat.
- Mata merah dan berair.
- Sakit tenggorokan.
- Ruam pada kulit.
- Diare.
- Mual dan muntah.
- Batuk (umumnya batuk kering).
- Sesak napas.
Penyebab Flu Babi
Flu babi disebabkan oleh virus influenza H1N1. Sama seperti virus influenza lainnya, virus tersebut akan menyerang sel-sel pada dinding hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Harap diingat bahwa virus ini tidak bisa menyebar melalui konsumsi daging babi.
Penularan virus H1N1 juga serupa dengan virus influenza lain, misalnya dari penderita yang bersin atau batuk. Jika percikan ingus atau air liur dari penderita menempel langsung pada permukaan mata, hidung, serta mulut seseorang, maka orang tersebut akan terpajan oleh virus.
Komplikasi Flu Babi
Penderita flu babi umumnya tidak membutuhkan penanganan oleh dokter. Tetapi, ada sebagian orang yang rentan menderita komplikasi sehingga membutuhkan penanganan khusus. Komplikasi tersebut meliputi:
- Pneumonia.
- Gagal napas.
- Gejala-gejala neurologis, seperti tampak bingung hingga kejang-kejang.
- Memperburuk penyakit kronis, seperti asma dan penyakit jantung.
Pencegahan Flu Babi
Langkah utama untuk menghindari flu babi adalah dengan menerima vaksin influenza. Vaksin yang umumnya dianjurkan satu kali dalam setahun ini akan membantu tubuh dalam membangun pertahanan terhadap virus H1N1.
Selain vaksin, ada beberapa cara sederhana yang bisa diterapkan untuk menghindari flu babi sekaligus mencegah penularannya, di antaranya:
- Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun. Gunakan cairan pembersih tangan berbahan dasar alkohol jika perlu.
- Menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika bersin atau batuk. Buanglah tisu ke tempat sampah usai digunakan.
- Hindari kontak langsung dengan penderita sebisa mungkin.
- Jangan bepergian jika Anda sedang sakit.
- Jika ada anggota keluarga Anda yang menderita flu, pastikan hanya Anda atau salah satu keluarga Anda yang merawatnya agar anggota keluarga yang lain terhindar dari pajanan virus.