Saat bulan Ramadhan, sebenarnya bunda yang sedang dalam fase menyusui tidak diwajibkan untuk berpuasa. Wanita yang melewatkan puasa karena menyusui juga dapat menebusnya dengan berpuasa di kemudian hari. Namun, bagi bunda yang tetap ingin berpuasa saat sedang dalam masa menyusui, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar tetap bisa memberikan nutrisi terbaik untuk Si Kecil. Apa saja itu, berikut ulasan selengkapnya!
Dampak Puasa Terhadap ASI
Puasa sebenarnya tidak akan menghalangi bunda untuk tetap menyusui, karena tubuh akan terus menghasilkan air susu ibu (ASI) seperti biasanya. Tidak makan dan minum mulai dari subuh sampai sore hari memang dapat mengurangi asupan kalori, tetapi hal ini seharusnya tidak mempengaruhi jumlah ASI yang dihasilkan tubuh.
Setelah makanan terakhir yang bunda konsumsi sudah habis dibakar tubuh, tubuh akan menyesuaikan dan mencari sumber lain untuk diubah menjadi energi. Tubuh akan membakar kalori dengan menggunakan simpanan gula yang sudah ada, lalu mengubah simpanan lemak menjadi gula darah. Proses ini akan berlangsung sampai bunda kembali mengonsumsi makanan lagi saat buka puasa.
Terkadang, puasa dapat menyebabkan perubahan kecil pada kandungan ASI bunda. Kadar beberapa vitamin dan zat gizi mikro dalam ASI bunda dapat berkurang. Sebuah studi menunjukkan bahwa kadar seng, magnesium, dan kalium menurun bila bunda yang menyusui, berpuasa di bulan Ramadhan. Namun, hal ini juga tergantung pada seberapa banyak cadangan nutrisi dan energi dalam tubuh bunda.
Hal yang Perlu Diperhatikan Bila Ingin Puasa Saat Menyusui
Berikut ini beberapa hal penting yang perlu diperhatikan jika bunda sedang menyusui dan ingin berpuasa:
- Makan Makanan Bergizi
Saat berpuasa, pastikan busui tetap memenuhi kebutuhan nutrisi, baik untuk bunda sendiri maupun Si Kecil, dengan mengkonsumsi berbagai macam makanan bergizi. Usahakan untuk tidak melewatkan jadwal makan sahur. Pasang alarm bila perlu.
- Penuhi Cairan Tubuh
Tetap menyusui saat sedang berpuasa dapat membuat bunda kehausan dan hal ini dapat berdampak pada kondisi kesehatan. Jadi, pastikan bunda mengonsumsi cukup cairan selama berpuasa. Hal ini sangat penting untuk mencegah dehidrasi, terutama bila puasa jatuh di musim panas. Minumlah banyak cairan, terutama di pagi hari sebelum berpuasa, begitu juga ketika buka puasa. Bila busui mengalami tanda-tanda dehidrasi, seperti kehausan, urine berwarna kuning dan berbau kuat, merasa pusing, dan lelah, sebaiknya segera batalkan puasa.
- Konsumsi Vitamin
Busui mungkin juga perlu minum suplemen vitamin agar kebutuhan nutrisi harian bunda tetap terpenuhi. Para ahli merekomendasikan semua orang dewasa untuk mengkonsumsi suplemen harian yang mengandung 10 mikrogram (mcg) vitamin D. Busui bisa minum vitamin ini sebelum berpuasa.
- Hindari Pekerjaan Berat
Sebisa mungkin, hindarilah mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang membutuhkan banyak energi selama berpuasa.
- Beristirahat
Berpuasa saat menyusui bisa menjadi hal yang berat dan melelahkan. Karena itu, beristirahatlah sebanyak mungkin setiap kali ada kesempatan, untuk menjaga tingkat energi busui tetap tinggi.
- Perhatikan Si Kecil
Ada kemungkinan kecil bahwa Si kecil mendapatkan ASI yang lebih sedikit saat busui berpuasa. Jadi, perhatikanlah kondisi Si kecil dengan seksama. Bila popok Si Kecil jarang basah, kotorannya berwarna kehijauan, dan mengalami penurunan berat badan, segera bicarakan dengan dokter.
Nah, itulah hal-hal yang perlu diperhatikan bunda bila ingin berpuasa.