Pneumonia pada bayi (0-12 bulan) merupakan penyakit yang membahayakan dan terkadang tidak disadari oleh orang tua. Karena bayi cenderung sulit memberitahu apa yang iya rasakan.
Mengetahui gejala dan tanda penyakit pneumonia adalah hal yang sangat penting bagi Bunda atau orang tua baru. Karena di Indonesia sendiri merupakan penyakit dengan sumbangan angka kematian 2-3 bayi meninggal tiap jamnya. Cukup membahayakan ya sahabat Bunda.
Rentannya Bayi Pada Pneumonia
Pneumonia disebabkan oleh kuman, bisa berupa bakteri atau virus, yang mencapai paru-paru melalui beberapa rute. Pertama, kuman di udara kotor terhirup melalui hidung dan tenggorokan sampai ke paru dan terjadi infeksi. Kedua, menyebar melalui darah.
Bayi baru lahir merupakan kelompok paling rawan yang rentan tertular pneumonia dari ibunya melalui jalan lahirnya saat proses persalinan. Selain bayi, anak-anak dengan sistem imunitas yang rendah juga termasuk kelompok yang rawan terkena pneumonia.
“Balita yang tidak menerima ASI eksklusif, akan kekurangan zat seng. Begitu juga dengan penderita AIDS atau campak, memiliki risiko pneumonia tinggi,
Anak-anak yang tinggal di pemukiman yang kumuh, miskin, padat, jorok, dan kotor, juga termasuk kelompok yang beresiko lebih tinggi terkena pneumonia, dibanding kelompok di atas.
Gejala Pneumonia Bayi
- Biasanya didahului gejala selesma berupa demam yang disertai batuk dan pilek, sakit kepala, dan hilang nafsu makan.
- Pada perkembangan selanjutnya, akan timbul 2 gejala penting pneumonia, yaitu napas cepat dan sesak napas.
- Jika usia anak kurang dari 2 bulan, napasnya lebih cepat dari 60 kali per menit. Jika usianya 2-12 bulan, napasnya lebih cepat dari 50 kali per menit. Sedangkan jika usianya 1-5 tahun, napasnya lebih cepat dari 40 kali per menit.
- Untuk kategori sesak napas, ditandai dengan napas pendek, hidung kembang kempis dan disertai dengan cuping hidung.
- Pada kasus pneumonia berat, terlihat adanya tarikan dinding dada bagian bawah kedalam (TDDK), kejang, penurunan kesadaran dan suhu tubuh.
Bunda jika melihat bayi sulit napas dan terdapat cuping hidung, dapat melakukan perhitungan jumlah napas di rumah, jika didapati tanda seperti diatas (napas cepat), segeralah Bunda bawa ke tenaga kesehatan.
Tips Mencegah Pneumonia:
- Berikan ASI secara eksklusif kepada bayi selama 6 bulan
- Penuhi asupan gizi bayi dan balita, terutama vitamin A dan mineral seng (zinc)
- Berikan imunisasi lengkap pada anak, yaitu DPT (untuk mencegah terjadinya batuk rejan/100 hari/pertusis) dan campak (untuk kekebalan terhadap pneumonia dengan mencegah virus campak masuk ke paru-paru), influensa, Hib, dan pneumokokus (agar kebal dari kuman pneumonia).
- Jaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dari polusi udara, seperti asap rokok,pembakaran sampah, dan kendaraan.